Desa Waerebo dapat terlihat pertama kali dari pos 3 Rumah Kasih Ibu, yang merupakan pos terakhir. Jejeran 7 buah rumah Mbaru Niang yang membentuk seperti tiga perempat tali busur lingkaran. Sekitar pukul 17.35, langkah kaki pun berhasil menapaki rumah bertipe panggung dengan atap berbentuk dua kerucut dan beratap daun lontar ini. Salah satu kawan pun memukul sebuah kentungan yang menjadi salah satu tradisi sebelum memasuki Waerebo. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat adat dapat mengetahui kedatangan tamu dan dapat mempersiapkan penyambutan tamu tersebut. Sebagai informasi, wisatawan yang berkunjung dilarang mengabadikan desa Waerebo dalam bentuk gambar apapun sebelum dilakukan proses penyambutan tamu oleh masyarakat adat Waerebo.

DSCN9141

Desa Waerebo di Pagi Hari dari Pos Rumah Kasih Ibu

Langkah Kaki di Waerebo

Perjalanan kurang dari 15 menit, menuruni lereng bukit, desa Waerebo pun berhasil dicapai. Kegelapan malam pun mulai meliputi sekitar karena waktu pun telah menunjukkan pukul 18.00. Langkah pun terhenti di salah satu Mbaru Niang yang terletak di tengah-tengah dari 7 Mbaru Niang. Rumah tersebut disebut Mbaru Gendang dan merupakan rumah terbesar dan menjadi rumah ketua adat dimana biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Rumah adat Waerebo dibagi menjadi 2 yaitu Rumah utama (Rumah Gendang) dan 6 buah rumah Mbaru Gena (Rumah pendamping) dengan nama Mbaru Gena Mandok, Jintam, Ndorom, Jekong, dan Maro dimana Maro merupakan rumah yang dikhususkan sebagai guesthouse.

20160503_184736

Proses Penyambutan Tamu Desa Waerebo

Banyaknya wisatawan yang berkunjung pada hari kedatangan kami, membuat rombongan harus menunggu giliran. Keunikan tersendiri yang masih dipertahankan, tetua adat akan melakukan penyambutan per grup atau rombongan yang datang, tidak melihat jumlah dari grup tersebut. Memasuki area rumah utama, terlihat para ibu-ibu sedang memasak di tengah rumah utama dan sang tetua adat duduk di tengah rumah menghadap pintu masuk. Proses acara penyambutan pun dimulai dimana sang tetua adat berbicara dalam bahasa manggarai. Setelah itu, seorang masyarakat waerebo lainnya yang duduk disamping tetua adat pun mengutarakan inti dari pembicaraan dalam proses acara penyambutan tersebut dimana rombongan telah diterima oleh penduduk Waerebo.

niang-gendang

Rumah Gendang ( Source : bloodydirtyboots.wordpress.com )

Proses penyambutan pun selesai, pengambilan gambar desa Waerebo pun telah diijinkan. Sambil menunggu rumah yang akan dijadikan tempat menginap, beberapa pertanyaan pun dilayangkan kepada tetua adat, diiringi dengan pengambilan beberapa gambar di dalam rumah Mbaru Gendang ini. Mungkin rumah adat ini dikatakan rumah Gendang karena di dalam rumah ini, disimpan gendang yang digantung ditengah rumah dimana gendang tersebut biasa digunakan pada acara-acara adat.

20160503_185228

Gendang di Rumah Utama

Rombongan pun sangat beruntung karena ditempatkan pada rumah gena yang ada walaupun rombongan harus dipisah dalam dua rumah berbeda. Pembicaraan empat mata yang berhasil dilakukan setelah sebelumnya sempat diberitahukan bahwa rombongan yang berjumlah 22 orang akan ditempatkan di rumah baca karena jumlah rombongan yang banyak tidak dapat ditampung dalam satu rumah dan banyaknya wisatawan pada hari yang sama berkunjung di Waerebo.

DSCN9102

Salah Satu Mbaru Gena

Memasuki salah satu Mbaru Gena, tampak lantai papan kayu yang telah dilapisi tikar sebagai alas melingkar sisi kiri dan kanan bangunan. Sambil menunggu para mama yang sedang menyiapkan hidangan makan malam, segelas kopi arabica hangat pun dihidangkan. Saya sendiri bukanlah pecinta kopi, sehingga tidak bisa membedakan jenis kopi Arabica dari Waerebo dengan kopi dari daerah Indonesia lainnya. Kopi sendiri merupakan tanaman yang ditanam pada kebun-kebun masyarakat Waerebo. Kebun tersebut pun dikelola secara organic. Jenis kopi yang dihasilkan pun ada 4 macam yaitu kopi Arabica, kopi Robusta, kopi Columbia, dan kopi Luwak. Masyarakat Waerebo pun menjual hasil buminya kepada wisatawan yang datang. Untuk kopi Arabica organik dan kopi Robusta organik dijual seharga Rp 60.000. Untuk jenis kopi Columbia organik dijual seharga Rp 80.000 dan jenis kopi luwak organik dijual seharga Rp 200.000. Setiap kemasan telah dibuat modern dengan bungkus yang menarik dengan takaran per bungkus seberat 250 g.

Segelas kopi Arabica hangat berhasil menghangatkan tubuh dari dinginnya malam di Waerebo. Perbincangan dengan guide lokal dan seorang nenek penduduk Waerebo di Mbaru Gena yang ditempati pun mengisi waktu luang sambil menunggu makan malam. Selang beberapa waktu yang cukup lama, panggilan untuk makan malam pun tiba. Derap langkah kaki seribu sesegera mungkin menuju Mbaru Gena lain yang terletak disebelah tempat kami menginap, seraya perut yang sudah keroncongan meminta asupan makanan.

Kenikmatan Malam di Waerebo

DSC02614

Para Mama Penduduk Waerebo Memasak Untuk Makan Malam di Tengah Rumah (Foto oleh : Ibrahim Sihotang ) 

Ayam goreng dengan sayur labu ditambah dengan sambal ulak bertekstur kasar yang super pedas menjadi menu makan malam. Keunikan dari pembuatan menu makan malam ini adalah para mama penduduk Waerebo, memasak makanan di tengah rumah dengan menggunakan kayu bakar. Walaupun proses memasak makanan sedikit lebih lama, hal ini membuat masakan yang dibuat berbeda rasanya, sungguh kenikmatan rasa tersendiri. Mbaru Niang sendiri merupakan rumah yang harus selalu diasapi dari kegiatan memasak para mama atau pun pengasapan yang disengaja dari bawah rumah untuk menjaga rumah tersebut dari serangan rayap sehingga Mbaru Niang tersebut memiliki umur bangunan yang lebih lama.

Selepas mengisi isi perut, menikmati keindahan malam di Waerebo adalah ide terbaik untuk dilakukan. Malam yang begitu mempesona. Sayang sekali, jenis kamera yang dibawa tidak dapat mengabadikan salah satu momen terbaik di Waerebo. Keindahan langit malam di Waerebo dimana sangat jelas terlihat taburan bintang menghiasi angkasa. Sesuatu hal yang sangat lumrah bahwasanya mayoritas daerah timur Indonesia memang sungguh mempesona di malam hari karena belum banyaknya polusi yang ada dan masih asrinya lingkungan sekitar. Dinginnya udara malam, akhirnya, membuat langkah kaki pun mengarah kembali ke Mbaru Gena tempat menginap. Tubuh pun segera rebah di lantai kayu yang beralaskan tikar pada salah satu sudut dekat pintu masuk.

Perhatian Khusus di Waerebo

Alarm pun berbunyi sekitar pukul 05.00. Terlihat beberapa kawan pun melakukan ibadah shalat subuh di Mbaru Gena tempat menginap. Saya sendiri segera lari ke kamar mandi umum yang berada di dekat Mbaru Gena khusus guesthouse. Oh ya, bila anda berpikir bahwa akan kesulitan mengenai mck di Waerebo, sungguhlah pikiran tersebut salah besar. Karena terdapat 2 titik mck umum yang terdiri masing-masing 3 sekat ruang yang terletak di dekat Mbaru Gendang (rumah utama) dan di dekat Mbaru Gena khusus guesthouse. Mck pun terlihat cukup modern dengan adanya 1 unit kloset duduk, 1 unit kloset jongkok, dan 1 ruang sekat khusus untuk mandi dengan air yang telah dipompa dengan mesin menggunakan pipa hdpe menuju kamar mandi dari sumber air. Septic tank pun tersedia dan berada di belakang dari kamar mandi tersebut. Walaupun telah lebih modern, bangunan yang dibuat pun tetap mengindahkan bentuk bangunan adat Waerebo yang menjadi ciri khasnya dengan model atap kerucut dan beratap daun lontar.

DSCN9134

Salah Satu Bagian Pengkonversi Arus DC-AC Dari Solar Cell di Waerebo

Elektrifikasi di Waerebo pun telah menggunakan genset yang dioperasikan khusus malam hari. Selain itu, disetiap Mbaru Niang, terdapat solar cell dengan kapasitas kecil yang dikhususkan untuk beberapa lampu di dalam rumah. Pemerintah terlihat cukup serius menggarap Waerebo menjadi salah satu destinasi favorit Indonesia secara umum dan Provinsi Nusa Tenggara Timur secara khususnya. Pembuatan jalan aspal sepanjang 3km sampai dekat pos 1 di Wae Lomba, fasilitas MCK dan air bersih, elektrifikasi, dan puskesmas serta rumah baca yang tersedia adalah bukti-bukti otentik yang dapat dirasakan.

Sang Surya di Waerebo

Tempat terbaik untuk melihat naiknya sang surya di Waerebo adalah dari rumah baca. Dari sana, perlahan sang surya akan mencapai keposisinya perlahan dari balik hijaunya perbukitan yang mengelilingi Waerebo. Bias sinarnya menjadi warna kuning keorangean begitu memukau, menyinari ketujuh Mbaru Niang. Dari rumah baca pun terlihat sebagian dari Mbaru Niang mengeluarkan asap, pertanda adanya aktivitas memasak di dapur setiap rumah. Kejadian ini tidak disia-siakan oleh para wisatawan yang berkunjung, termasuk saya. Beberapa foto pun diambil sebagai buah kenang-kenangan berkunjung di desa eksotis ini.

20160504_065233

Keindahan Pagi Hari di Waerebo

Konstruksi Mbaru Niang

Selayaknya pribadi yang penasaran dengan keunikan Mbaru Niang, saya pun melakukan sedikit penelusuran mengenai struktur bangunan dan konstruksi dari rumah adat yang berbentuk kerucut ini.

mbaru-niang

Struktur Mbaru Niang (bloodydirtyboots.wordpress.com)

Mbaru Niang berasal dari bahasa setempat yang berarti rumah tinggi ( Mbaru = rumah ; Niang = tinggi ). Setiap Mbaru Niang memiliki 5 tingkat yang memiliki fungsi berbeda-beda, yaitu :

  1. Lutur / Tenda, digunakan sebagai tempat tinggal (bagian dalam dimana disekat dengan papan menjadi 6 ruang untuk Mbaru Gena dan 8 ruang untuk Mbaru Gendang), berkumpulnya keluarga dan penyambutan tamu (pada bagian depan), dan memasak (pada bagian tengah ruangan). Diameter bangunan tingkat pertama ini adalah 11 meter dimana terlihat 9 tiang utama dari kayu worok dengan formasi 3 x 3 yang menandakan bahwa 9 bulan manusia baru dilahirkan dan terdapat 1 tiang utama setinggi 15 meter yang berada di tengah dan menjadi poros bangunan
  2. Lobo, digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang sehari-hari
  3. Lentar, digunakan untuk menyimpan benih tanaman pangan seperti padi, jagung
  4. Lempa Rae, digunakan untuk menyimpan cadangan bahan makanan dikala gagal panen
  5. Hekang Kode, dgunakan untuk upacara adat dengan menaruh sesaji kepada leluhur

Bila ditelisik dari tinjauan langsung terhadap Mbaru Niang, terlihat pondasi rumah tradisional ini adalah kayu yang ditanam (berdasarkan informasi didapat, pondasi kayu ditanam sekitar 2 meter) dan dilapis dengan plastik dan ijuk agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah sehingga umur dari pondasi bisa lebih tahan lama. Tiang utama berupa kayu worok dengan panjang 15 meter yang dipasang ditengah bangunan, dibantu 8 tiang disekelilingnya pada lantai pertama. Untuk atapnya sendiri berupa kumpulan bambu diameter 80mm berjumlah 116 batang dengan panjang beragam pada sisi vertikal dan diikat dengan kumpulan rotan  membentuk lingkaran mengelilingi bangunan. Penutup atapnya sendiri berupa daun lontar yang dilapis dengan ijuk. Uniknya dari Mbaru Nianga adalah sambungan bangunan pun tidak menggunakan paku, melainkan dengan sistem coak, pasak/pen dan diikat menggunakan tali rotan.

Berikut merupakan video menarik yang dibuat oleh akun @Vidour dari Youtube mengenai proses pembangunan ulang Mbaru Niang yang diprakarsai oleh Rumah Asuh.

Source : @Vidour (youtube)

 

IMG-20160504-WA0014

Flores Mei 2016

Desa Waerebo, sebuah desa nan eksotis yang sedang melejit namanya menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Nusa Tenggara Timur, mendapatkan anugerah tertingginya pada ajang UNESCO Asia-Pasific Award for Cultural Heritage Conservation tanggal 27 Agustus 2012 di Bangkok dengan mengalahkan 42 warisan budaya dari 11 negara atas Rumah tradisional, Mbaru Niang (Vivanews.com). Berbagai media, belakangan ini pun semakin banyak meliput desa yang telah berumur sekitar 1080 tahun ini. Apa yang membuat Desa Waerebo menjadi destinasi baru nan memukau?

Kesempatan meninggalkan jejak langkah dan exsplore lebih jauh mengenai desa yang banyak menjadi sorotan berbagai media ini pun menghampiri diri saya pada bulan Mei 2016.

DSCN9068

Sunrise di Waerebo

Desa Waerebo merupakan desa yang berada di ketinggian 1125 mpdl terletak di kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan populasi sekitar 42 kk, penduduk waerebo menempati 7 rumah tradisional dengan komposisi 1 rumah utama (rumah gendang) yang ditempati 8 kk dan 6 rumah pendukung yang ditempati 6 kk. Hingga saat ini, penduduk desa Waerebo merupakan keturunan ke-18, bila diambil rata-rata umur 1 generasi keturunan adalah 60 tahun, maka leluhur penduduk waerebo pertama kali menjejakkan kakinya sekitar 1080 tahun lalu.

Perjalanan Menuju Waerebo!

Desa Waerebo dapat ditempuh dengan 2 cara (waerebo.com), yaitu:

  • Jalur darat (Oto Kayu)

Jalur darat ditempuh dengan menggunakan moda transportasi berupa truck (oto kayu) dari Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, tepatnya terminal bus Mena dengan rute Desa Cancar (terkenal dengan Spider Rice Field), Pela, Todo, Dintor dan Denge. Dari terminal bus Mena, oto kayu biasa berangkat saat siang hari dengan waktu tempuh sekitar 3-3.5 jam dan dari denge ke ruteng, oto kayu berangkat pukul 04.00-05.30.

  • Jalur perairan (Perahu)

Bila anda ingin menggunakan perahu, anda dapat memulai perjalanan dari Labuan Bajo menuju Nangalili. Sampai disana, anda dapat menyewa perahu kembali (budget sekitar Rp 400.000) untuk menuju Dintor dengan waktu tempuh 2.5 jam melintasi Pulau Mules. Silahkan kontak Bp. Irwan (081236689171) untuk pencarian sewa perahu dan info lebih lanjut. Dari Dintor, dapat melanjutkan perjalanan ke Denge dengan menggunakan Ojek (budget sekitar 10-20 ribu) dengan waktu tempuh 20 menit.

My Journey…

Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai menjadi awal dimulainya perjalanan saya menuju Desa Waerebo. Kendaraan yang ditumpangi berupa Elf dengan total 11 seat pun melaju dari Hotel Rima, tempat menginap semalam di Ruteng. Perjalanan dari Ruteng menuju Desa Denge, desa terdekat dengan Waerebo, memakan waktu sekitar 3-4 jam melintasi Golo Lusang, Desa Pong Nggeok, melewati jembatan Wae Mese, menuju Desa Narang, lalu Desa Nanga Ramut, dan berakhir di Dintor sebelum pemberhentian terakhir di Desa Denge. Seiring perjalanan, pemandangan berganti perlahan mulai dari ikon gereja katedral di ruteng, wajah ibukota Ruteng, hamparan sawah luas membentang, hingga pinggir pantai berbatu dengan background Pulau Mules. Deru mesin kendaraan pun terdengar menghilang diiringi dengan berhentinya kendaraan yang ditumpangi didepan sebuah rumah dengan halaman luas dimana sudah terdapat beberapa mobil dalam posisi parkir seadanya didepan rumah tersebut. Terlihat sebuah spanduk bertuliskan Denge Homestay Waerebo (Wejang Asih) terpampang pada bagian atas rumah tersebut.

DSCN8972

Pelataran Homestay Wejang Asih

Homestay Wejang Asih, merupakan tempat persinggahan yang dikelola oleh Bp. Blasius (081339350775) dan juga menjadi pusat informasi sebelum menuju ke Waerebo. Banyaknya wisatawan yang akan berkunjung ke Waerebo, membuat tempat persinggahan ini begitu ramai. Bp. Blasius dengan senyum ramahnya menyapa dan memberi salam kepada setiap wisatawan yang datang. Terlihat dengan cukup sigap, Bp Blasius yang merupakan putera asli Waerebo, menerima wisatawan dan berbincang serta menjawab beberapa pertanyaan yang melayang ke dirinya mengenai Waerebo.

20160503_134912

Daftar Biaya Berkunjung di Desa Waerebo

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Desa Waerebo, dikenakan biaya yang terbilang tidak sedikit yaitu Rp 325.000/org/malam dengan 2x makan untuk wisatawan yang menginap dan Rp 200.000/org dengan 1x makan. Sedangkan saat ada acara adat/acara khusus, biaya yang dikeluarkan lebih besar yaitu Rp 450.000/org/malam saat acara adat Penti dan Rp 250.000/pentas saat acara Mbata.

DSCN8973

Jalur Pendakian Denge – Wae Lomba – Poco Roko – Rumah Kasih Ibu – Desa Waerebo

Setelah rehat sejenak, mengisi perut yang keroncongan, dan menyiapkan barang serta air minum selama tracking, rombongan yang akan beranjak menuju Desa Waerebo pun berkumpul di dekat SDK Denge. Waktu menunjukkan pukul 14.00, dan perjalananan sepanjang kurang lebih 9 km menuju Desa Waerebo pun dimulai. Sepanjang 3 km sampai dekat pos 1 di Wae Lomba, jalan beraspal dengan lebar 4m, membuat tracking lebih nyaman walaupun jalur yang dilalui tetap mendaki dan berkelok. Bagi anda yang ingin menyimpan tenaga di awal tracking, anda dapat menggunakan ojek motor dengan biaya sebesar Rp 10.000.

Pendakian menembus kawasan perbukitan hutan dengan jalan setapak, lebar hanya sekitar 1-2 m, mengikuti lereng bukit pun dimulai dari Wae Lomba menuju Poco Roko, yang merupakan pos 2 menuju Desa Waerebo. Mendekati Poco Roko, kabut mulai terlihat, nafas pun mulai terasa berat karena kadar oksigen yang mulai menurun ditambah dengan asam laktat yang meningkat akibat otot tubuh yang berkontraksi dalam waktu panjang selama tracking, membuat beberapa kali rombongan beristirahat sejenak.

DSCN9025

Pos 2 Poco Roko

Poco Roko pun mulai terlihat. Pos ini ditandai dengan adanya pagar pengaman di sisi tebing. Di Poco Roko, terkadang, anda dapat menemukan sinyal telepon seluler. Sinyal telepon seluler dari Homestay Wejang Asih hingga Waerebo merupakan suatu hal yang sangat langka. Bahkan di Waerebo, tidak ada sinyal provider apapun. Bp Blasius sendiri harus menempatkan telepon genggamnya pada sebuah pohon tinggi didekat homestay tersebut untuk melakukan kontak via sms dengan setiap wisatawan yang akan berkunjung ke Waerebo.

DSCN9043

Pos 3 Rumah Kasih Ibu

Jalur tracking pun semakin sulit dengan medan yang semakin menanjak menuju pos 3. Yah, dari pertengahan jalan menuju pos 2 hingga tracking pertengahan jalan menuju pos 3 merupakan jalur yang paling berat selama tracking menuju Desa Waerebo. Jembatan gantung dengan konstruksi cukup rawan pun harus dilalui dengan hati-hati. Namun setelah itu, tumbuhan kopi di kiri-kanan sepanjang jalur tracking yang ditanam oleh masyarakat adat Waerebo mulai menandai jarak yang semakin dekat dengan Desa Waerebo. Rumah Kasih Ibu mulai terlihat. Pos ini merupakan pos terakhir sebelum memasuki Desa Waerebo. Bangunan ini berupa saung tipe panggung dengan dua atap berbentuk kerucut penutup atap berdaun lontar. Dari pos ini, 7 rumah adat Waerebo, Mbaru Niang, dapat terlihat. Namun karena kabut tebal, desa Waerebo tidak terlihat. Waktu menunjukkan pukul 17.50, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni lereng menuju Desa Waerebo.

DSCN9141

Desa Waerebo Dari Pos 3 Rumah Kasih Ibu di Pagi Hari

Estimasi Budget

  • Travel Labuan Bajo – Ruteng : Rp 70.000 (4-5 jam)
  • Oto Kayu rute Ruteng – Dintor/Denge : Rp 30.000
  • Ojek rute Ruteng – Dintor/Denge : Rp 150.000 – Rp 200.000
  • Makan di Homestay Wejang Asih : Rp 35.000 / org/1x makan
  • Ojek menuju Pos 1 Wae Lomba : Rp 10.000
  • Berkunjung ke Waerebo (Menginap) : Rp 325.000 / org / malam (2x makan)
  • Berkunjung ke Waerebo (Tidak Menginap) : Rp 200.000 / org (1x makan)
  • Porter ke Waerebo : Rp 200.000 (pp)
  • Acara khusus (Penti) : Rp 450.000 / org / malam
  • Acara khusus (Mbata) : Rp 250.000 / pentas

Danau Kelimutu atau biasa dikenal dengan Danau Tiga Warna merupakan salah satu danau yang memukau, berupa tiga kawah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, lebih tepatnya berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Danau Kelimutu berada di ketinggian kurang lebih 1639 m dengan luas area ketiga danau sekitar 1.051.000 m2 dan menampung volume air sekitar 1292 juta m3 (Wikipedia).

Sejarah Danau Kelimutu

Pertama kali kelimutu diketemukan oleh warga Belanda keturunan Lio, bernama Van Such Telen (Blasteran antara Belanda-sang Ayah dan suku Lio-sang Ibu), tahun 1915 (Wikipedia). Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Kawasan Kelimutu telah ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak 26 Februari 1992.

Gunung Kelimutu (1640 mpdl) tumbuh didalam kaldera Sokonia atau Tubuss bersama dengan gunung Kelido (1641 mpdl) dan gunung Kelibara (1630 mpdl). Ketiganya membangun kompleks yang bersambungan kecuali gunung Kelibara yang terpisah oleh lembah dari kaldera Sokonia. Dari ketiga gunung tersebut, gunung Kelimutu merupakan kerucut tertua dan masih menunjukkan aktivitas vulkanologi sampai sekarang yang merupakan kelanjutan dari kaldera Sokonia. Dari puncak kelimutu terdapat 3 sisa kawah besar yang mencerminkan perpindahan puncak erupsi. Ketiga sisa kawah tersebut sekarang berupa danau kawah dengan warna air yang berbeda dan ukuran diameter bervariasi, dimana ketiga danau tersebut bernama Tiwu Ata Polo (Danau Merah), Tiwu Nuwa Muri Koo Fai (Danau Biru), dan Tiwu Ata Mbupu (Danau Putih). Berdasarkan catatan gunung kelimutu meletus dahsyat pada tahun 1830 dengan mengeluarkan lava hitam Watukali, kemudian meletus kembali pada tahun 1869-1870 disertai aliran lahar dan membuat suasana gelap gulita disekitarnya dimana hujan abu dan lontaran batu hingga mencapai desa Pemo (Sumber: Direktorat Vulkanologi Ditjen Geologi dan Sumber Daya Mineral, 1990). Tercatat 11 kali aktivitas vulkanik di Taman Nasional Kelimutu sejak 1830-1997.

Setiap danau memiliki luas area dan kedalaman yang berbeda. Tiwu Ata Polo memiliki luas 4Ha dengan kedalaman 64 m, Tiwu Ata Mbupu memiliki luas 4.5Ha dengan kedalaman 67 m, dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai memiliki luas 5.5Ha dengan kedalaman 125 m.

Suku lio di Flores percaya bahwa Danau Kelimutu menyimpan aura mistis dimana merupakan tempat persemayaman terakhir dari jiwa-jiwa orang yang meninggal. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata, merupakan acara adat yang diselenggarakan suku Lio di Flores untuk menghormati nenek moyang dimana diselenggarakan setiap tanggal 14 Agustus (tentatif). Suku Lio mempersembahkan berbagai makanan kepada leluhur sebagai tanda ungkapan terima kasih atas berkat tahun lalu dan berdoa untuk mendapatkan berkat tahun selanjutnya. Acara ini dimulai persiapan dan berkumpul di area parkiran, diikuti tracking menuju Tiwu Ata Polo dimana terletak altar mezbah batu, tempat diletakkannya segala persembahan makanan dan pusat acara ritual berlangsung.

Rute Perjalanan Menuju Danau Kelimutu

20160501_073819

Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, Flores

Dari bandara El Tari di Kupang (Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur), wisatawan dapat menggunakan pesawat menuju Ende (Bandara H. Hasan Aroeboesman), yang berada di Pulau Flores, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Untuk ke Ende, wisatawan dapat menggunakan berbagai maskapai seperti Wings Air, Kalstar, dan Garuda Indonesia dengan budget harga tiket sekitar 400-800ribu, bahkan bisa lebih saat peak season. Setiba di Ende, perjalanan  dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju moni yang berada di kaki gunung yang berjarak sekitar 66 km dengan waktu tempuh 2.5-3jam.

DSCN8916

Jalan Menuju Kelimutu

Saat dalam perjalanan, di beberapa titik sedang ada perbaikan jalan, sehingga janganlah heran dengan adanya beberapa unit alat berat yang sedang bekerja. Berdasarkan informasi yang didapat, perbaikan jalan ini dilakukan untuk menyambut ajang “Tour de Flores 2016”, event promosi pariwisata berbalut olahraga balap sepeda yang melintasi beberapa lokasi di pulau Flores.

Moni sendiri merupakan suatu desa yang berada di kaki gunung dimana banyak penginapan berupa lodge atau hotel kelas melati (umumnya merupakan rumah warga yang dimodifikasi menjadi beberapa kamar untuk tempat menginap) dengan budget sekitar 200-300ribu/malam. Moni merupakan lokasi yang sangat pas bagi wisatawan untuk menginap bila ingin mengejar sunrise di Danau Kelimutu. Dari Moni, wisatawan dapat menuju Gerbang Wisata Danau Kelimutu hanya 30 menit.

Kisah Perjalanan Menuju Danau Kelimutu

Pada bulan Mei 2016, saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki saya di kawasan taman nasional yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini. Ini merupakan pertama kalinya saya berpijak di bumi yang terkenal dengan alat musik tradisional Sasando dan kain tenunnya. Pada tanggal 02 Mei 2016, pukul 04.30 WITA, saya bersama teman-teman sharingcost trip yang berjumlah 22 orang, berangkat dari penginapan yang berada di daerah Moni, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Waktu yang dibutuhkan dari Moni menuju Gerbang Area Wisata Danau Kelimutu sekitar 30 menit.

Memasuki gerbang area wisata Danau Kelimutu, setiap wisatawan lokal yang berkunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp5.000/orang dan tarif kendaraan sebesar Rp10.000/kendaraan. Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan tarif masuk sebesar Rp250.000/orang. Biaya yang tergolong terjangkau bagi wisatawan domestik bila dibandingkan dengan pengalaman berkesan yang akan didapatkan.

DSCN8902

Dari parkiran, setiap wisatawan harus tracking dengan jarak sekitar 2km (berjalan tracking sekitar 20 menit) menuju puncak gunung untuk melihat keindahan Danau Kelimutu. Wisata Danau Kelimutu merupakan wisata andalan nasional, jadi tidak salah bila fasilitas baik berupa jalur tracking yang sudah tertata dengan handrail pengaman di sekitar danau, beberapa saung untuk istirahat, dan toilet yang tersedia. Dibeberapa titik jalur tracking, wisatawan yang berkunjung dapat membeli beberapa selendang tenun khas flores dengan harga sekitar Rp50-100 ribu yang dijual oleh warga.

 

DSCN8911

Beberapa rambu sangat unik dan menarik ditambah penjelasan-penjelasan mengenai Area Wisata Danau Kelimutu di sepanjang jalur saat tracking memberikan informasi tambahan kepada wisatawan yang berkunjung. Untuk mengejar waktu sunrise di danau Kelimutu, pastikan anda membawa senter untuk menerangi jalan selama tracking karna tidak ada penerangan.

DSCN8876Sambil menunggu sang fajar, wisatawan dapat menyeruput segelas kopi, teh, atau berbagai minuman hangat lainnya yang dijual untuk menghangatkan diri di pagi hari yang cukup dingin dan udara yang tipis di puncak gunung selepas tracking. Sang fajar pun mulai menampakkan dirinya. Warna khas orange kekuningan mengikuti jejak sang fajar yang mulai menyingsing pun mulai terlihat. Sangat mempesona saat permukaan air danau memantulkan cahaya sang fajar.

DSCN8872

Danau Kelimutu sendiri sangatlah unik karena warna air yang selalu mengalami perubahan. Perubahan warna air danau erat kaitannya dengan aktivitas vulkanik dan perubahannya tidak mempunyai pola yang jelas tergantung kegiatan magmatik. Kalangan ilmuwan dan peneliti meyakini bahwa kandungan kimia, berupa garam besi dan sulfat, mineral lainnya serta tekanan gas aktivitas vulkanik dan sinar matahari adalah faktor penyebab perubahan warna air. Perubahan warna air yang tercatat dari tahun 1915-2011, Tiwu Ata Polo mengalami 44 kali perubahan, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai mengalami 25 kali perubahan dan Tiwu Ata Mbupu mengalami 16 kali perubahan.

DSCN8905DSCN8868

Danau Kelimutu sangat layak untuk dikunjungi karena menyimpan kemilau tersendiri dari ketiga danau. Pastikan anda meluangkan waktu anda untuk mengunjungi Taman Nasional Kelimutu bila anda sedang berkunjung ke Ende. Wonderful Indonesia!

20160502054704_IMG_3106

Credit photo: Parlindungan Manalu

Visit Flores (Video)

Talisayan merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Talisayan berada di dekat laut dimana umumnya masyarakat sekitar berprofesi sebagai nelayan. Talisayan mulai banyak dilirik wisatawan karena kemunculan Hiu Paus (Whale Shark) di daerah tersebut. Berdasarkan penelitian gabungan yang dilakukan oleh BPSPL Pontianak bersama dengan DKP Berau, Universitas Mulawarman, dan WWF Indonesia pada tanggal 16-19 September 2014 berhasil mengidentifikasi 10 ekor hiu paus dengan komposisi 9 ekor jantan dan 1 ekor betina yang berukuran 2 sampai 7 meter (http://www.wwf.or.id/?35383/10-Ekor-Individu-Baru-Hiu-Paus-Diidentifikasi-di-Perairan-Talisayan). Di Indonesia, hiu paus ditemui di perairan Sabang, Kalimantan Barat, Berau, Situbondo, Probolinggo, Bali, Nusa Tenggara, Alor, Flores, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

Pelabuhan Nelayan Ds Talisayan

Pelabuhan Nelayan di Talisayan

 

Pada tanggal 11 Agustus 2015, berbekal informasi yang didapat, saya mengikuti trip bersama kolega perusahaan dengan itenary ke talisayan dan biduk-biduk. Kami berangkat dari Tanjung Redeb, ibukota kabupaten berau, pada pukul 02.00 wita dengan sewa kendaraan beserta pengemudinya. Rombongan sengaja berangkat pada jam tersebut dengan tujuan dapat tiba di talisayan bersamaan dengan para nelayan yang akan melaut mencari ikan.

Pukul 05.45 wita, rombongan pun tiba di pelabuhan talisayan. Setelah sampai, rombongan segera mencari kapal nelayan yang bersedia mengantarkan ke lokasi pencarian hiu paus. Beruntung sekali kami diperkenalkan dengan Bapak Iwan oleh pengemudi mobil yang kami sewa. Pak Iwan membantu kami untuk mendapatkan kapal yang dapat disewa. Sebagai informasi, biaya sewa kapal berkisar Rp500.000 – Rp700.000. Silahkan anda bernegosiasi dengan pemilik kapal.

Berangkat Mencari Hiu Paus (Whale Shark) di Talisayan

Menerjang Lautan Bersama Kapal Nelayan Yang Disewa Untuk Mencari Hiu Paus

Matahari pun telah menyingsing tinggi di langit, ketakutan kami adalah kami tidak dapat melihat hiu paus. Setelah hampir 1jam berkeliling mendekati perahu jukung besar satu per satu, sang juru mudi kapal pun menginformasikan penampakan hiu paus.

Terlihat Sirip Hiu Paus di Ds Talisayan

Tampak Sirip Hiu Paus di Perairan

Juru mudi kapal pun mulai memberhentikan kapalnya di dekat kapal jukung besar. Hiu paus sering menampakkan dirinya di dekat kapal jukung besar karena ikan besar ini mencari makan dimana para nelayan jukung besar sering membuang ikan-ikan kecil yang telah disortir dan menjadi santapan hiu paus.

Perasaan tegang, takut namun penasaran pun melingkupi diri sesaat kapal berhenti. Ada ketakutan bila terkena kibasan ekor hiu paus tersebut atau ketakuan diterkam oleh ikan besar ini. Nelayan jukung besar pun meyakini kami bahwa hiu paus itu tidaklah berbahaya, dan aman saja bila berenang bersama ikan besar ini. Bahkan pernah ada rombongan yang berenang memegang sirip hiu paus tersebut.

DSCN7489

Hiu paus di Talisayan

Kami pun mulai turun ke dalam air dan memulai pengalaman berkesan dengan berenang bersama hiu paus. Perasaan tegang dan takut masih saja hinggap sesaat memegang hiu paus tersebut atau saat ikan besar ini mendekat dan menyentuh bagian tubuh kami dengan tubuh licinnya. Perasaan takut juga hinggap dengan pemikiran bila terkena kibasan ekor hiu paus ini. Perasaan tersebut pun perlahan-lahan lenyap dan kami pun sangat menikmati perjumpaan dengan hiu paus, pengalaman yang tak terlupakan dan sangat berkesan.

Memegang Sirip Hiu Paus (Whale Shark) di Ds Talisayan

Ketenaran hiu paus di talisayan, tidak hanya terdengar oleh wisatawan domestik yang biasanya berasal dari samarinda, bontang, sangata, atau jakarta saja, namun pernah ada juga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke talisayan untuk melihat hiu paus.

collage_20150811194552391

Matahari pun sudah semakin tinggi di langit dan kami pun menyudahi petualangan kami bersama hiu paus dengan rekomendasi sang nelayan kapal karena ditakutkan surutnya air yang dapat menyebabkan kapal tidak dapat bersandar di pelabuhan. Kami pun segera kembali ke pelabuhan nelayan. Setibanya di pelabuhan, banyak sekali nelayan yang membawa hasil tangkapan lautnya, mulai dari ikan pari, kepiting, sampai ikan tongkol dan sejenisnya.

Sebagai informasi, hiu paus di talisayan hanya akan muncul saat bulan terang dan direkomendasikan untuk berkunjung tidak pada musim hujan dan gelombang tinggi. Waktu yang pas melihat hiu paus adalah pukul 05.00-07.00. Setelah jam tersebut, akan kesulitan menemukan hiu paus di talisayan.

PERKIRAAN BUDGET

  1. Biaya sewa mobil innova+bensin+supir : Rp 1.800.000 / hari. Bila menggunakan avanza akan lebih murah
  2. Estimasi sewa mobil bila dibawa sendiri tanpa bensin: Rp 1jt -Rp 1,2jt/hari
  3. Sewa kapal nelayan di talisayan : Rp 500.000-Rp 700.000
  4. Bila anda menggunakan travel, tj redeb-talisayan: Rp 150.000/1xperjalanan.

 

Di penghujung bulan Februari 2015, bersama teman sejawat, saya akhirnya menginjakan kaki saya di bumi enggang, kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan utama kami adalah menuju air terjun idaman. Informasi yang sangat minim mengenai letak air terjun idaman yang kami dapatkan, tidak menyulutkan semangat tim menuju ke sana. Namun, membuat tim semakin penasaran mengenai letak dan keindahan dari air terjun idaman.

Perjalanan kami mulai dari Tanjung Redeb, dengan menggunakan mobil salah satu kawan menuju kabupaten bulungan. Sebagai informasi, Kabupaten Bulungan termasuk dalam wilayah provinsi Kalimantan Utara. Pada tahun 1999, kabupaten Bulungan dimekarkan menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu kabupaten Bulungan, kabupaten Malinau, kabupaten Nunukan, dan kota Tarakan. Tanjung Selor, ibukota Provinsi Kalimantan Utara, termasuk dalam bagian Kabupaten Bulungan. Belum terlihat adanya batas antara kota tanjung selor dengan kabupaten bulungan karena ibukota kabupaten bulungan adalah Tanjung Selor. Kalimantan Utara sendiri merupakan provinsi termuda di Indonesia, yang resmi berpisah dari Provinsi Kalimantan Timur, pada tanggal 25 Oktober 2012 berdasarkan UU No.20 Tahun 2012.

Jalan Masuk Menuju Air Terjun Idaman BulunganAir terjun idaman berada di KM 18 arah bulungan, jalan poros Tanjung Selor – Tanjung Redeb. Dari Tanjung Redeb, perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam. Bila anda dari Tanjung Selor, waktu yang ditempuh menuju air terjun idaman adalah 30 menit. Akses masuk menuju air terjun idaman berada di sebelah kiri jalan poros dari arah Tanjung Redeb, dimana terlihat ada pagar dari papan kayu ulin.

Ijin Pemilik Lahan Air TerjunLahan air terjun idaman masih belum dibebaskan oleh pemerintah daerah setempat, masih dalam tahap DED (detailed engineering design) dan persiapan pembebasan lahan, sehingga setiap pengunjung yang ingin menuju air terjun idaman, disarankan ijin terlebih dahulu kepada pemilik lahan. Berdasarkan penilikan saya, pemilik lahan tergolong orang yang ramah dan sangat baik. Pandangan pertama saat bertamu, memang terlihat sedikit seram dan terlihat kurang bersahabat. Namun setelah dilakukan pembicaraan, pandangan tersebut seketika berubah 180 derajat. Sang pemilik lahan sangatlah baik dan terbuka. Bahkan saat hendak pulang, kami diberikan singkong dari kebunnya dan diijinkan untuk menggunakan kamar mandi untuk membilas tubuh dan berganti pakaian. Diketahui sang pemilik takut akan lahan sawit dan tanaman lain miliknya akan diganggu oleh pengunjung yang datang. Ditambah lagi, akses menuju air terjun idaman, masih belum dibebaskan oleh pemda setempat.

Setelah diijinkan untuk masuk menuju air terjun idaman, tim akhirnya bergerak, berjalan kaki menyusuri hutan belantara dengan jalan setapak yang ada. Saat berjalan sekitar 200m, jalan yang ditempuh sangat lebar, bahkan bila diijinkan, kendaraan pun bisa melaluinya. Namun setelah itu, track jalan langsung berubah. Tim harus berjalan menyusuri hutan belantara dengan jalan setapak yang ada. Jalan mendaki dan menurun serta berliku selama 30 menit harus dilalui untuk sampai di air terjun idaman. Sepanjang perjalanan, pemandangan hutan tropis kalimantan akan memanjakan mata anda. Kicauan burung yang bersambutan terkadang terdengar sangat jelas mengiringi jejak langkah kaki yang ditinggalkan.

Portal untuk akses masuk menuju Air Terjun Idaman, Bulungan

Portal untuk akses masuk menuju Air Terjun Idaman, Bulungan

Jalan Menuju Air Terjun Idaman

Jalan Menuju Air Terjun Idaman

Jalan setapak menyusuri hutan belantara menuju air terjun idaman

Jalan setapak menyusuri hutan belantara menuju air terjun idaman

Gemericik aliran air pun mulai terdengar. Track menurun yang cukup tajam dengan tanah yang basah akibat hujan semalam, tidak membuat langkah kaki menurunkan kecepatan. Aliran air pun telah nampak. Berjalan sejenak, tampak tingkat pertama air terjun idaman di depan mata. Air terjun idaman terdiri dari tiga tingkatan, yaitu tingkat pertama dengan tinggi kira-kira 5 meter. Tingkat kedua, dengan tinggi kira-kira 2 meter. Tingkat ketiga dengan tinggi kira-kira 15 meter.

Tingkap pertama air terjun idaman bulungan

Tingkap pertama air terjun idaman bulungan

Tingkat Pertama Air terjun idaman bulungan

Tingkat Pertama Air terjun idaman

Untuk mencapai setiap tingkatan air terjun idaman, anda harus menyusuri jalan kecil sisi tebing menyusuri pinggir sungai. Anda harus ekstra hati-hati karena jalannya licin dan sempit. Di beberapa titik, tidak memungkinkan bila dua orang berjalan bersamaan.

Tingkatan Air Terjun Idaman Bulungan

Tingkatan Air Terjun Idaman Bulungan

Tingkatan terakhir air terjun idaman memiliki tinggi sekitar 15 meter. Suasana yang sejuk dengan pohon yang rindang diiringi alunan gemericik air yang berjatuhan, terasa menenangkan. Sejenak menenangkan hati dan pikiran, menyatu dengan alam.

Tingkat Terakhir Air Terjun idaman Bulungan

Tingkat Terakhir Air Terjun Idaman Bulungan

Foto di Air Terjun Idaman Bulungan

Foto di Air Terjun Idaman Bulungan

Foto di Air Terjun Idaman Bulungan 2

Foto di Air Terjun Idaman Bulungan

Air terjun idaman, masih sangat jauh dari kategori fasilitas wisata yang layak karena sulitnya akses dan minimnya informasi yang ada. Pemerintah daerah setempat bila serius menggarap spot wisata ini, harus segera menerapkan langkah cepat dengan pembenahan infrastruktur dan fasilitas penunjang serta legalitas lahan sehingga air terjun idaman dapat menjadi salah satu andalan daerah wisata kabupaten bulungan. Pelestarian kualitas air pun perlu diperhatikan karena daerah aliran sungai menuju air terjun idaman merupakan lahan perkebunan sawit. Perlu dilakukan pencegahan dan pengawasan ketat mengenai hal tersebut.

Sebagai ucapan penutup, mari jaga kebersihan setiap daerah wisata yang kita kunjungi.

Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu

Jangan ambil sesuatu kecuali gambar

Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak

Selamat berlibur, selamat berwisata, selamat menikmati keindahan alam air terjun idaman!

Doping merupakan istilah yang mulai banyak terdengar kembali di telinga kita beberapa hari terakhir ini. Disinyalir, atlet no.1 dunia tunggal putra bulutangkis asal Malaysia, Lee Chong Wei, terindikasi menggunakan doping berdasarkan hasil dari sampel B dalam kejuaraan Denmark Open 2014. Hal ini diakui asosiasi bulutangkis Malaysia (BAM) yang melakukan konferensi pers dimana ditemukan seorang atlet yang tidak disebutkan namanya terindikasi menggunakan doping. Lee Chong Wei pun memuntahkan berita yang beredar dengan mengatakan bahwa ia telah melakukan lebih dari 100x test doping dan dalam sejarah karirnya tidak pernah menggunakan doping. Berita mengenai doping tersebut tidak hanya diderita oleh Lee Chong Wei. Sebelumnya, beberapa atlet lainnnya dari berbagai cabang olahraga pun pernah terbukti atau terkena isu penggunaan doping. Dari cabang sepakbola, Diego Armando Maradona (Argentina) dan Joseph Guardiola (Spanyol). Dari cabang tolak peluru, Nadzeya Ostapchuk (Belarusia) harus mengembalikan medali emas Olimpiade London 2012 setelah terbukti menggunakan zat metenolone. Dari cabang balap sepeda, Victoria Baranova (Rusia) juga terbukti menggunakan obat perangsang dan yang paling mengejutkan adalah Lance Armstrong, pebalap yang menyabet 7 gelar Tour de France dari tahun 1999-2005, juga terbukti menggunakan doping oleh Badan Anti Doping Amerika Serikat (USADA). Atlet dalam negeri pun tak luput dari penggunaan doping, Arif Rahman Nasir yang meraih medali emas cabang Kempo pada SEA Games 2011, harus terima skors dan larangan bertanding selama dua tahun.

Pengertian Doping
Menurut IOC (Komite Olimpiade Internasional) pada tahun 1990, doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi media. Alasannya terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat performa, kesamaan kesempatan bagi semua atlet dan efek olahraga “bersih” yang patut dicontoh dalam kehidupan umum. Doping dalam olahraga merupakan bentuk kecurangan yang dilakukan oleh seorang atlet dan sangat bertolak belakang dengan spirit olahraga, merusak kompetisi yang bersih. Doping juga dapat mempengaruhi generasi mendatang yang terpengaruh oleh perilaku atlet ternama.

World Anti-Doping Agency (WADA)
World Anti-Doping Agency (WADA) merupakan badan anti doping internasional yang mengatur mengenai doping. WADA memiliki kantor pusat di Kanada yang beralamat lengkap :

World Anti-Doping Agency
Stock Exchange Tower
800 Place Victoria (Suite 17000)
PO Box 120
Montrela, Quebec,
Canada H4Z 1B7
URL : http://www.wada-ama.org
Tel : +1 514 904 9232
Fax : +1 514 904 8650

Program Yang Mengatur Anti Doping Internasional
WADA membuat World Anti-Doping Program untuk memastikan program-program anti doping skala nasional dan internasional berjalan dengan harmonis dan dapat dilakukan dengan efektif. Elemen utama dalam program tersebut adalah :
Level 1 – World Anti-Doping Code (WADC)
Level 2 – Standard Internasional
Level 3 – Petunjuk dan Arahan
Regulasi yang dikeluarkan oleh WADA, tertuang dalam kesepakatan berbentuk WADC (World Anti-Doping Code). WADC dikeluarkan pada tahun 2003 dan efektif berlaku pada tahun 2004. Dalam perjalanannya, WADC telah diamandemen pada tahun 2009. Amandemen WADC kedua pun akan berlaku pada awal tahun 2015 dengan adanya WADC final draft 2014. Tujuan utama dari WADC adalah untuk menjaga hak dasar atlet dalam berkompetisi secara bebas doping dan mempromosikan kesehatan, sportivitas/fairplay, dan kesamaan semua atlet dunia serta memastikan program-program anti doping di level nasional dan internasional berjalan harmonis, terkoordinasi dan efektif untuk mendeteksi dan mencegah doping.

Jenis-Jenis Doping Yang Dilarang dalam WADC
Obat-obatan yang dilarang oleh WADA berdasarkan World Anti Doping Code (WADC) tahun 2014 dimasukkan dalam sembilan kategori. Sembilan golongan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Anabolik steroid androgenik (AAS)
AAS adalah hormon testosteron sintetis. Dalam dunia biologi/kedokteran, testosteron merupakan hormon kelamin yang umumnya banyak ditemukan dalam jumlah besar di setiap laki-laki, sedangkan pada perempuan, hormon ini biasanya tidak berkembang atau ada dalam kadar yang sangat sedikit. AAS dilarang penggunaanya dilarang karena merupakan agen anabolik yang dapat meningkatkan kinerja seorang atlet, menyebabkan sang atlet tidak sportif. Atlet menggunakannya untuk meningkatkan ukuran dan kekuatan otot, mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk pulih setelah latihan, dan untuk berlatih lebih keras dalam jangka waktu yang lama.
AAS dapat berupa exogeneous dan endogenous. Beberapa contoh AAS exogenous yang dilarang adalah calusterone, clostebol, danazol, mestanolone, methasterone, prostanozol, dan stanozolol. Beberapa contoh AAS endogenous yang dilarang adalah androstenediol, epistestosterone, dihydrotestosterone, dan prasterone.
2. Peptides Hormones
Hormon peptida adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar dalam tubuh dan setelah beredar melalui darah, zat ini dapat mempengaruhi organ-organ dan jaringan lain untuk mengubah fungsi tubuh. Atlet menggunakannya untuk merangsang produksi hormon alami, meningkatkan pertumbuhan otot dan kekuatan, dan menambah produksi sel darah merah yang bisa meningkatkan kemampuan darah untuk membawa oksigen. Contoh dari zat hormon peptida adalah erythropoiesis-stimulating agents (seperti erythropoietin/EPO dan peginesatide/hematide), chorionic gonadotrophin (CG) dan Luteinizing hormon (LH), Corticotrophins, dan growth hormons (seperti fibroblast growth factors/FGFs)
3. Beta-2 Agonists
Beta-2 agonis adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati asma dengan relaksasi otot-otot yang mengelilingi jalan napas dan membuka saluran udara. Atlet menggunakannya untuk meningkatkan ukuran otot mereka dan mengurangi lemak tubuh. Bila dimasukan melalui mulut atau pun dengan suntikan, Beta-2 dapat memiliki efek stimulasi yang kuat. Obat ini dilarang di dalam dan di luar kompetisi. Semua beta-2 agonis dilarang kecuali inhaled salbutamol (max 1600 micrograms selama 24 jam) dan salmeterol (tidak melebihi 1000ng/mL atau formoterol (tidak melebihi 40ng/mL
4. Hormone dan Metabolic Modulator
Zat-zat yang termasuk dalam kategori ini adalah aromatase inhibitors (seperti formestane, letrozole, dan tertolactone), selective estrogen receptor modulator/SERMs (seperti raloxifene dan toremifene), zat anti-estrogenic lainnya (seperti clomiphene dan fulvestrant), metabolic modulator (seperti insulin, peroxisome proliferator activated receptor (PPAR) agonis
5. Diuretic dan Masking Agent lainnya
Agen masking adalah produk yang berpotensi dapat menyembunyikan keberadaan zat terlarang dalam urin atau sampel lainnya yang memungkinkan dan memperoleh keunggulan kompetitif yang tidak adil dalam proses pengujian. Yang termasuk ke dalam masking agents contohnya adalah desmopressin, glycerol, dan probenecid. Yang termasuk kedalam diuretic contohnya adalah acetazolamide, bumetanide, thiazides, dan metolazone.
6. Stimulants
Stimulan adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kewaspadaan dengan meningkatkan gerak jantung dan pernapasan serta meningkatkan fungsi otak. Atlet menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam latihan pada tingkat yang optimal serta dapat menekan kelelahan tempur dan nafsu makan. Yang termasuk kedalam stimulant adalah non-specified stimulant dan specified stimulant.
Beberapa contoh non-specified stimulant adalah adrafinil, amfetamine, kokain, mephentermine, phendimetrazine, dan phentermine. Beberapa contoh specified stimulants adalah benzfetamine, cathine (jika konsentrasinya dalam urin melebih 5 microgram/mL), cathinone dan sejenisnya, ephedrine (jika konsentrasinya dalam urin melebih 10microgram/mL), pseudoephedrine (jika konsentrasinya melebihi 150 microgram/mL dalam urin), strychnine, dan trimetazidine.
7. Narcotic Analgesics
Analgesik narkotik biasanya berupa obat penghilang rasa sakit yang bekerja pada otak dan sumsum tulang belakang untuk mengobati rasa sakit yang terkait dengan stimulus yang menyakitkan. Analgesik dilarang karena dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dari cedera sehingga dapat membantu atlet dalam latihan yang lebih keras dan untuk jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu,
obat ini dilarang digunakan dalam kompetisi. Yang termasuk narkotik adalah buprenorphine, heroin, fentanyl dan turunannya, methadone, morfin, oxycodone, dan pentazocine.
8. Cannabinoids
Cannabinoids adalah bahan kimia psikoaktif berasal dari tanaman ganja yang menyebabkan perasaan relaksasi. Contohnya adalah hashis, minyak hashis, marijuana. Marijuana umumnya tidak dianggap meningkatkan kinerja, tapi dilarang karena penggunaannya merusak citra olahraga. Faktor keamanan dalam penggunaan zat ini juga dipertimbangkan karena dapat melemahkan kemampuan atlet, sehingga mengorbankan keselamatan mereka dan pesaing lainnya. Atlet menggunakannya untuk meningkatkan waktu pemulihan mereka setelah latihan, meningkatkan denyut jantung mereka, dan mengurangi kelemahan mereka.
9. Glucocorticosteroids
Dalam pengobatan konvensional, glukokortikosteroid digunakan terutama sebagai obat anti-inflamasi dan untuk meringankan rasa sakit. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati asma, demam, peradangan jaringan dan rheumatoid arthritis. Para atlet menggunakanya untuk menutupi rasa sakit yang dirasakan dari cedera dan penyakit.

Selain 9 kategori diatas, WADC juga melarang dua zat lainnya yaitu alkohol dan beta blockers untuk beberapa cabang olahraga secara spesifik.
a. Alkohol
Alkohol (etanol) dilarang jika ditemukan dalam darah dengan konsentrasi 0.1 g/L. Penggunaan alkohol dilarang untuk cabang olahraga air sports (FAI), panahan (WA), automobile (FIA), karate (WKF), motorcycling (FIM), dan perahu motor (UIM).
b. Beta-blockers
Beberapa cabang olahraga spesifik yang melarang penggunaan beta-blockers adalah panahan, automobile (FIA), biliard, golf, menembak, skiing/snowboarding. Beberapa contoh zat dari beta-blockers adalah acebutolol, atenolol, pindolol, dan sotalol.

Dampak Doping
Berikut ini merupakan dampak buruk atau bahaya doping bagi orang yang mengkonsumsinya :
a. Konsumsi obat doping pada atlet dapat meningkatkan prestasi yang melampaui batas kemampuan normal. Jika dipaksakan bisa menimbulkan “exhaustion” yang membahayakan kesehatan, dapat menimbulkan kekacauan pikiran, delirium, halusinasi, perilaku ganas, dan juga aritmia jantung yang dapat menimbulkan masalah serius.
b. Doping dengan suntikan darah akan menimbulkan reaksi alergi, meningkatnya sirkulasi darah di atas normal, dan mungkin gangguan ginjal.
c. Golongan obat peptide hormonis dan analognya dapat berakibat si atlet menderita sakit kepala, perasaan selalu letih, depresi, pembesaran buah dada pada atlet pria, dan mudah tersinggung. Dampak buruk dari suntikan eritropoetin adalah darah menjadi lebih pekat sehingga mudah menggumpal dan memungkinkan terjadinya stroke (pecahnya pembuluh darah di otak). Pemakaian deuretika yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan pengeluaran garam mineral yang berlebihan sehingga mengakibatkan timbulnya kejang otot, mual, sakit kepala, dan pingsan. Pemakaian yang terlalu sering mungkin akan menyebabkan gangguan ginjal dan jantung.
d. Pemakaian obat analgesic pada atlit perempuan berfungsi menghilangkan rasa sakit ketika haid. Namuan dampak buruknya jika salah memilih obat bisa menyebabkan sulit bernapas, mual, konsentrasi yang hilang, dan mungkin menimbulkan adiksi atau ketagihan.
e. Salah satu jenis obat doping yang paling sering digunakan para atlet adalah obat-obatan anabolik, seperti hormon androgenik steorid. Jenis hormon ini punya efek berbahaya, baik bagi atlet pria maupun atlet perempuan karena mengganggu keseimbangan hormon tubuh dan dapat juga meningkatkan risiko terkena penyakit hati dan jantung. Jika atlet wanita mengkonsumsi obat ini, dapat menyebabkan tumbuhnya sifat pria, seperti berkumis, suara berat, dan serak. Selanjutnya, menimbulkan gangguan menstruasi, perubahan pola distribusi pertumbuhan rambut, mengecilkan ukuran buah dada, dan meningkatkan agresivitas. Bagi atlet remaja, penggunaan obat ini dapat menyebabkan timbulnya jerawat. Dan yang paling mengkhawatirkan adalah pertumbuhannya akan berhenti.
f. Beta-blockers membendung penyampaikan rangsangan ke jantung, paru-paru dan aliran darah, memperlambat rata-rata detak jantung. Itu dilarang dalam olahraga seperti panahan dan menyelam karena menghindarkan getaran. Efek merugikan yang terjadi antar alain mimpi buruk, susah tidur, kelelahan, depresi, gula darah rendah dan gagal jantung.
g. HGH atau Human Growth Hormone (hormon pertumbuhan manusia), somatotrophin. menyamai hormon pertumbuhan dalam darah yang dikendalikan oleh mekanisme kompleks yang merangsang pertumbuhan, membantu sintesa protein dan menghancurkan lemak. HGH disalahgunakan oleh saingan untuk merangsang otot dan pertumbuhan jaringan. Efek yang merugikan termasuk kelebihan kadar glukosa, akumulasi cairan, sakit jantung, masalah sendi dan jaringan pengikat, kadar lemak tinggi, lemahnya otot, aktivitas thyroid yang rendah dan cacat.

Sanksi Penggunaan Doping
Bagi atlet yang terbukti menggunakan doping, berdasarkan World Anti-Doping Code (WADC) tertuang dalam bab 9 mengenai disqualifikasi secara otomastis bagi individual dan bab 10 mengenai sanksi individual. Berdasarkan bab 9 WADC, apabila seorang atlet terbukti menggunakan doping saat kompetisi, maka sang atlet langsung dinyatakan diskualifikasi sehingga medali, poin, dan hadiah harus dicabut dari sang atlet. Bab 10 WADC berisi mengenai ketentuan pencabutan medali, poin, dan hadiah (bab 10.1.1), sanksi larangan bermain selama 4
tahun sampai seumur hidup (jika terbukti disengaja) dan sanksi larangan bermain maksimum 2 tahun (jika terbukti tidak disengaja) bagi atlet yang terbukti menggunakan doping. Bila doping digunakan oleh grup/tim atlet, ketentuannya adalah bila lebih dari dua orang dalam satu tim terbukti menggunakan doping, sanksi seperti bab 9 dan 10 akan berlaku.

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai list zat-zat yang dilarang oleh WADA dan WADC, dapat didownload pada link dibawah ini.
WADA Revised 2014 Prohibited List
WADC 2015 final draft EN

Silahkan kunjungi situs-situs dari beberapa badan anti doping.

World Anti-Doping Agency (WADA)   : www.wada-ama.org

South East Asia Regional Anti Doping Organization (Lembaga Anti Doping Asia Tenggara) :    www. searado.com

Lembaga Anti Doping Indonesia

Biduk-biduk! Nama daerah yang unik saat terdengar. Biduk memiliki makna perahu sehingga biduk-biduk adalah perahu-perahu. Berdasarkan informasi yang didapatkan, dulu banyak perahu yang melintasi daerah ini, sehingga akhirnya daerah ini disebut biduk-biduk.

Biduk-biduk merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kemilau biduk-biduk sudah mulai banyak dilirik wisatawan untuk menikmati keindahan alamnya, termasuk saya sendiri. Pada mulanya yang saya ketahui hanyalah danau labuan cermin yang memukau, namun ternyata ada beberapa spot lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Biduk-biduk memiliki destinasi wisata berupa danau labuan cermin (danau dua rasa), teluk sulaiman (snorkling di pulau kaniungan besar dan kaniungan kecil), dan teluk sumbang (menikmati air terjun).

Going to Biduk-Biduk…

Pada bulan Oktober 2014, memanfaatkan libur hari raya Idul Adha, saya mengikuti ajakan teman untuk melihat biduk-biduk dari dekat. Setelah mencari makan malam berupa nasi+lalapan ayam di tenda makan pinggir jalan dekat pasar sanggam adji dilayas dan menjemput sepasang anggota rombongan lainnya, rombongan yang total berjumlah 8 orang berangkat dari tanjung redeb, ibukota kabupaten berau, menuju kecamatan biduk-biduk sekitar pukul 21.30 WITA.

Perjalanan dari tanjung redeb menuju biduk-biduk adalah sekitar 6-8 jam. Dengan mobil sewaan, rombongan memulai perjalanan dengan rute tanjung redeb – sambaliung – suaran – tabalar – biantan – talisayan – batu putih – biduk-biduk. Selama perjalanan, anda akan berjalan dibawah jembatan dimana jalan di atas jembatan merupakan jalan hauling PT. Berau Coal, melewati hutan kalimantan, dan melintasi area perkebunan sawit yang cukup panjang.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 04.00 WITA, mobil pun ditepikan di dekat masjid di area desa labuan kelambu, kecamatan biduk-biduk. Karena konsep perjalanan kali ini adalah one-day-trip, rombongan tidak melakukan check in di penginapan melihat waktu kedatangan subuh. Sebagian ada yang tidur di selasar masjid, sebagian lagi ada yang tidur dalam mobil. Sekitar pukul 06.45, kami menuju rumah salah satu kolega kerja yang sedang cuti setelah melakukan hubungan telepon untuk meminta bantuan mencarikan perahu yang dapat digunakan menyebrang dari teluk sulaiman. Hari ini adalah hari raya Idul Adha, setelah sampai di rumah kolega, sebagian orang dari rombongan melakukan shalat
id di masjid terdekat.

Selesai sebagian rombongan menunaikan ibadah shalat id, pembicaraan mengenai pencarian kapal pun dimulai. Beruntung sekali, kolega tersebut sangat bersedia menjadikan rumahnya sebagai “base camp” kami dan juga bersedia mencarikan perahu untuk menyebrang dari teluk sulaiman. Setelah pembicaraan dilakukan, kami sepakat untuk pergi ke danau labuan cermin terlebih dahulu sambil menunggu kabar perahu yang akan mengantarkan kami ke teluk sulaiman.

Danau Labuan Cermin hanya sejengkal lagi

Welcome to Labuan Cermin

Dermaga di Labuan Cermin

Kapal yang digunakan menuju Labuan Cermin

Di labuan cermin terdapat tempat penyewaan alat snorkling dan life jacket. Sangat disayangkan harga sewa yang ditawarkan saat kami ke sana sangat berbeda dari informasi yang telah kami dapatkan sebelumnya. Harga sewa alat snorkling (hanya kacamata dan alat bantu pernafasan) sebesar Rp50ribu bila digunakan hanya di labuan cermin dan Rp100ribu bila digunakan diluar labuan cermin. Life jacket disewakan dengan harga Rp15ribu bila digunakan di labuan cermin dan Rp30ribu bila digunakan di luar labuan cermin. Sangat berbeda dari informasi sebelumnya yang didapatkan sebelumnya dimana harga sewa alat snorkling lengkap hanya Rp20-35 ribu. Harga sewa ini sangat jauh lebih mahal dibanding harga sewa alat snorkling lengkap (kacamata, alat bantu pernafasan, dan fin) di kepulauan derawan, dimana hanya disewakan seharga Rp 50ribu/hari. Saya tidak mengetahui apakah dikarenakan “aji mumpung” di hari raya idul adha sehingga harga naik. Padahal harga sewa alat snorkling di kepulauan derawan adalah harga saat hari raya Idul Fitri.

Toko Sewa Alat Snorkling

Di dermaga labuan cermin, rombongan harus kecewa karena perahu yang akan mengantarkan ke danau labuan cermin baru akan dibuka pukul 12.00. Setelah menunggu satu jam, rombongan pun memutuskan untuk balik ke base camp, menanyakan kembali mengenai perahu yang akan mengantarkan ke teluk sulaiman.

Jamuan santap siang mantab

Jamuan makan siang mantab

Di base camp, kami disuguhkan oleh hidangan masakan laut oleh sang tuan rumah. Ikan merah bakar, ikan merah goreng, dan ikan kerapu dengan sambal belimbing menjadi menu santap siang untuk mengisi perut yang kosong. Sungguh jamuan makan yang sangat nikmat, menghilangkan sejenak kekecewaan sebelumnya karena tidak bisa menyebrang ke labuan cermin.

Kemilau Teluk Sulaiman

Ragu-ragu, balik arah

Puas dengan menu makan siang dan istirahat sebentar, kami pun diantar ke dermaga di teluk sulaiman. Di dermaga, kami ada plang yang sangat menarik di pos penjagaan TNI AL. “Ragu-Ragu Kembali”. Melihat plang yang ada, membuat senyum pun melebar. Setelah menunggu sekitar 15 menit di dermaga, kami pun mendapatkan perahu yang mengantarkan kami menyebrang di teluk sulaiman menuju pulau kaniungan besar setelah melakukan negosiasi harga sewa perahu. Kami menawar Rp 400 ribu untuk sewa perahu tersebut.

Pulau kaniungan

Perjalanan menuju pulau kaniungan besar memakan waktu sekitar 30-45 menit. Sesampainya di kaniungan besar, kami mulai mencari spot snorkling dan mengitari pulau. Karena tidak menemukan spot yang cukup menarik, kami pindah spot. Di spot baru yang ditawarkan, cukup menarik walau tidak seindah di kepulauan derawan.

Bawah Laut Teluk Sulaiman

Bawah laut kaniunganDari Teluk Sulaiman, kami pun kembali ke base camp untuk pamitan dengan tuan rumah dan kembali menuju danau labuan cermin. Sayangnya sesampainya disana, pengelola tidak bersedia mengantarkan rombongan menyebrang ke danau labuan cermin karena perahu terakhir berangkat pukul 16.00. Kami sampai sekitar pukul 16.45. Negosiasi yang dilakukan pun tidak membuahkan hasil. Kekecewaan pun kembali terasa. Untuk menghilangkan kekecewaan yang ada, rombongan pun berfoto ria di dermaga.

Foto Bersama di Dermaga Labuan Cermin

Sangat disayangkan rombongan tidak dapat menyebrang ke danau labuan cermin. Dari foto yang ditunjukkan oleh teman yang sudah pernah ke danau labuan cermin, pemandangan didalam sangatlah memukau. Air yang berwarna hijau sangatlah jernih, bahkan di siang hari, anda seolah bisa bercermin saat memandang ke air danau. Dari informasi yang didapat, bila ingin melihat ikan, pengunjung harus mendekati pompa PDAM yang ada.

Labuan CerminArea dalam Labuan Cermin

Foto oleh Alvin

Rombongan pun sempat melihat aksi anak-anak yang sedang bermain di dermaga labuan cermin. Anak-anak yang sangat hebat dan berani bergelantungan di tali penambat kapal dan melompat dari atas kapal nelayan yang sedang berlabuh, menjadi suguhan yang sangat menarik untuk diabadikan.

Kegembiraan anak-anak di Labuan Cermin Foto oleh Heni

Waktu pun sudah mulai malam, kami pun mandi dan santap malam di warung hijau dekat dermaga labuan cermin. Kembali menu ikan menjadi pilihan santap malam yang ada. Puas makan malam, rombongan harus segera bergegas kembali ke tanjung redeb karena esok pagi harus kembali bekerja.

Teluk Sumbang

Sebagai tambahan, sebenarnya biduk-biduk memiliki destinasi lain, selain labuan cermin dan teluk sulaiman, yaitu air terjun yang berada di teluk sumbang. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami juga tidak dapat berkunjung ke teluk sumbang. Pemandangan air terjun di teluk sumbang sangat bagus, seperti foto yang ditunjukkan oleh teman.

Air terjun teluk sumbang

Berharap di lain kesempatan dapat kembali berkunjung ke biduk-biduk untuk menikmati lebih lama keindahan dan keramahan masyarakat sekitar. Selamat menikmati kemilau biduk-biduk bagi anda yang telah merencanakan berwisata kesini. Selamat berwisata!

Berau adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi kalimantan timur. Kabupaten Berau, memiliki luas sekitar 34.127 km2 dengan jumlah penduduk hanya 179.079 jiwa, beribukota di Tanjung Redeb. Saat kita mendengar Kabupaten Berau, yang terlintas di benak kita untuk daerah tujuan wisata, pastinya adalah Kepulauan Derawan (terdiri atas pulau derawan, pulau maratua, pulau sangalaki, dan pulau kakaban). Sesungguhnya, ada destinasi wisata lainnya yang patut dikunjungi saat anda berada di Berau. Kecamatan Biduk-Biduk adalah destinasi wisata lainnya yang patut dikunjungi.

Cara Menuju Kecamatan Biduk-Biduk

Bila anda dari luar Kabupaten Berau, anda dapat mengambil jalur udara menuju Bandara Kalimarau yang berada di Tanjung Redeb. Banyak maskapai yang bisa menjadi pilihan anda untuk sampai ke ibukota Kabupaten Berau ini. Mulai dari Wings Air, Kalstar, Sriwijaya, hingga Garuda Indonesia dengan pesawat jenis Bombardier-nya. Bila anda dari luar provinsi Kalimantan Timur, anda akan melakukan transit terlebih dahulu di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (dulu biasa disebut Bandara Sepinggan) yang berada di kota Balikpapan. Bagi anda yang berasal dari Jakarta, harga tiket yang ditawarkan bervariasi dengan berkisar antara 1,2juta – 2 juta, tergantung peak season dan maskapai yang anda pilih.

Bila anda memiliki waktu lebih luang dan ingin mengirit ongkos perjalanan, dari Balikpapan, anda bisa melalui perjalanan darat dengan menggunakan jasa travel menuju Tanjung Redeb. Biaya travel menuju Tanjung Redeb sekitar 350-400 ribu dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 15-18 jam.

Jarak antara Kecamatan Biduk-Biduk dengan Ibukota Tanjung Redeb adalah sekitar 250km dan bisa ditempuh melalui perjalanan darat dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam. Dari Tanjung Redeb, anda bisa melalui jalur Sambaliung – Suaran – Tabalar – Biantan – Talisayan – Batu Putih – Biduk-biduk. Kondisi jalan menuju Biduk-Biduk sendiri tergolong cukup mulus dengan kontur perbukitan dan sedikit meliuk-liuk. Namun tidak semuanya mulus karena di beberapa titik, jalan berlubang sehingga tidak memungkinkan melaju dengan cepat. Sepanjang perjalanan, anda akan melewati hutan kalimantan dan area tanaman sawit yang sangat luas, dan bahkan melewati underpass dimana jalan bagian atasnya merupakan jalan hauling PT. Berau Coal. Biaya travel dari Tanjung Redeb – Biduk-biduk sekitar Rp 130-150 ribu.

Destinasi Wisata di Biduk-Biduk

Di Biduk-biduk, ada beberapa tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berikut merupakan sedikit ulasan dari destinasi wisata yang ada.

1. Labuan Cermin

Labuan Cermin merupakan suatu danau dua rasa yang terletak di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Di danau Labuan Cermin, air tawar berada hanya sampai kedalaman 2 meter dari permukaan, sedangkan selebihnya merupakan air asin. Air di Labuan Cermin sendiri sangat jernih, bagaikan cermin, dengan dominasi warna hijau. Untuk sampai ke danau Labuan Cermin, dari dermaga penyebrangan, dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10-15 menit dengan biaya sewa sekitar 20.000/orang atau 100.000/kapal.

Labuan Cermin

2. Teluk Sulaiman (Snorkling di Pulau Kaniungan Besar – Kaniungan Kecil)

Keindahan bawah laut kaniungan besar dan kaniungan kecil mungkin tidak sebaik dengan gugusan pulau derawan, namun tetap saja, pulau kaniungan besar dan pulau kaniungan kecil memiliki nuansa indah tersendiri yang patut dikunjungi. Air yang sangat jernih dengan terumbu karang yang menawan merupakan suguhan yang memanjakan mata yang memandang.

P1010761

Foto oleh Didin

3. Air Terjun di Teluk Sumbang

Dari pinggir teluk sumbang menuju air terjun hanya memakan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Pemandangan air terjun yang ditawarkan sangat mempesona. Jangan sampai anda lewatkan menikmati keindahan air terjun yang menawan ini.

??????????

 

Foto oleh Alvin

Jadi, jangan lupa untuk mengunjungi Biduk-biduk untuk merasakan sensasi danau dua rasa (red: Labuan Cermin) sampai pemandangan air terjun yang menawan. Selamat berlibur!

Gerbang Masuk Pulau MaratuaMaratua merupakan salah satu dari 31 pulau dari Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Maratua berada di Laut Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Pulau yang memiliki luas sekitar 384 km2 ini, merupakan pulau berpenghuni seperti halnya pulau derawan. Berdasarkan informasi yang diterima, ada sekitar 3168 jiwa yang menghuni pulau eksotis ini. Pulau Maratua dibagi menjadi empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan, Teluk Alulu, Bohesilian, dan Payung-payung. Pulau Maratua memiliki dua objek atraksi yaitu atraksi wisata daratan dan atraksi wisata perairan. Untuk atraksi wisata daratan, anda dapat mengunjungi gua-gua (sambat, tangkapa, angkal-angkal, dll), hutan bakau (teluk pea, teluk alulu, dll), batu payung, dan berbagai spot pantai yang menarik. Atraksi wisata perairan terdiri dari spot terumbu karang (boat jetty, lumantang, light house, dll), spot berbagai ikan besar dan kecil (big fish country, leo’s point, second channel, dll), spot penyu (turtle parade,turtle point), spot manta, dan berbagai spot lainnya.

Spot Wisata Pulau Maratua dan Pulau Kakaban

Bibir Pantai Pulau MaratuaPulau Maratua adalah pulau terakhir yang dikunjungi rombongan di Kepulauan Derawan. Setelah sampai di dermaga Maratua, rombongan dengan siaga menaruh seluruh barang bawaan terlebih dahulu di homestay tempat menginap. Untuk tinggal di homestay, anda cukup mengeluarkan Rp150rb-Rp200rb/malam. Biaya yang tentunya cukup terjangkau. Spot selanjutnya adalah menikmati Maratua Paradise Resort. Untuk mencapai spot tersebut, rombongan harus menyewa motor dan menyusuri jalan di pulau maratua yang tidak lebar, hanya sekitar 3m, selama kurang lebih 15 menit.

Maratua Paradise ResortMaratua Paradise Resort merupakan resort yang dimiliki oleh warga negara berkebangsaan Malaysia. Resort ini memiliki dua jenis tempat untuk menginap yaitu water villa dan beach villa. Tarif per orang untuk dapat menginap di water villa adalah Rp 770.000/malam dan beach villa adalah Rp 605.000/malam. Tarif sewa tersebut sudah termasuk dengan makan tiga kali. Resort yang sangat menawan tentunya sesuai dengan tarif per malam yang menguras kantong. Namun bagi anda yang tidak memiliki masalah dengan hal tersebut, Maratua Paradise Resort merupakan tempat terbaik untuk menginap di Pulau Maratua. Namun bagi anda yang ingin backpacker dan lebih dekat dengan masyarakat lokal, silahkan menginap di homestay yang tarifnya lebih hemat di kantong.

Sunset Pulau Maratua           Sunset di Pulau Maratua

Sunset di Pulau MaratuaSang surya pun mulai terbenam. Menikmati sunset di Maratua Paradise Resort merupakan pemandangan yang begitu luar biasa indahnya. Resort yang berada diatas perairan pulau maratua tampak begitu indah dengan background tenggelamnya sang surya. Tenggelamnya sang surya membuat rombongan untuk segera kembali ke tempat menginap, membersihkan diri dan menyantap makan malam yang telah disediakan oleh sang tuan rumah. Malam pun dihabiskan di Maratua. Sebagian orang ada yang langsung tidur, sebagian orang lagi ada yang lari ke dermaga untuk mencari sinyal telekomunikasi. Tidak seperti di Derawan, sinyal telekomunikasi di sebagian wilayah Pulau Maratua tidaklah bagus karena jangkauan pemancar tidak menyeluruh pulau maratua.

 

Dermaga Pulau Maratua   Mengejar Penyu

Penyu di Samping Dermaga MaratuaPukul 06.00, saya dibangunkan oleh kawan untuk pergi menikmati pagi hari di dermaga. Sayang sang fajar sudah menyingsing. Namun menikmati pagi hari di dermaga mengobati hal tersebut. Dari dermaga, air laut yang sangat jernih membuat penyu di sekitar dermaga terlihat sangat jelas. Beberapa orang kawan berusaha untuk dapat menangkap penyu tersebut untuk dapat difoto, namun tak berhasil karena penyu-penyu tersebut sangat lihai, menjauh saat didekati. Sang surya pun semakin naik ke atas menerangi angkasa, kerumunan orang baik warga lokal dan wisatawan semakin banyak datang ke dermaga untuk menikmati keindahan yang ditawarkan.

Gerbang Masuk Pulau Maratua

Waktu pun menunjukkan pukul 08.00, kami harus segera kembali ke homestay untuk segera packing karena rombongan akan dijemput satu jam lagi oleh kapal motor yang mengantarkan rombongan selama berada di Kepulauan Derawan. Perjalanan ini pun harus segera berakhir seiring libur lebaran telah usai dan sebagian orang dalam rombongan ada yang sudah harus masuk bekerja shift malam. Liburan yang singkat namun sangat berkesan. Menikmati keindahan Kepulauan Derawan yang menawan. Semoga kelak di kemudian hari dapat kembali lagi kesini.

Kakaban merupakan salah satu pulau yang termasuk ke dalam kepulauan derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kakaban memiliki luas sekitar 774.2 Ha. Kakaban terkenal sampai ke mancanegara karena danau seluas 5km2 menjadi habitat Stingless Jellyfish (ubur-ubur). Stingless Jellyfish, dengan ekosistem dan karakteristik yang sama, hanya dapat ditemukan di dua tempat di dunia, yaitu Danau Kakaban dan Pulau Palau, Kepulauan Micronesia.

Asal Mula Terbentuknya Danau Kakaban

Mangrove Pulau KakabanBerdasarkan informasi yang didapatkan, danau kakaban sebelumnya merupakan laguna dari sebuah atol berupa karang lebih dari 2juta tahun yang lalu dumana pada jaman itu terjadi proses pengangkatan selama beberapa ribu tahun yang membuat terumbu karang disekelilingnya naik di atas permukaan laut. Air laut pun terperangkap di dalam pematang dengan ketnggian 50 m. (Disadur dari Terangi – Yayasan Terumbu Karang Indonesia). Batuan karang yang keras dan tebal menyebabkan air tersebut tidak dapat keluar dan membentuk danau kakaban. Hujan yang berlangsung selama ribuan tahun tertampung di danau dan menyebabkan danau kakaban yang mulanya asin menjadi payau. Danau kakaban sendiri dikelilingi oleh berbagai pohon bakau yang sangat asri.

Jalan Menuju Dermaga Pulau KakabanKemahsyuran danau ubur-ubur yang berada di Pulau Kakaban menarik perhatian banyak peneliti dan wisatawan termasuk rombongan trip yang saya ikuti. Ya, rombongan pun melanjutkan perjalanannya ke Pulau Kakaban setelah puas melihat tukik dan keindahan bawah laut Pulau Sangalaki. Pulau Kakaban sendiri termasuk kedalam kampung payung-payung, seperti dengan Pulau Maratua. Mendekati Pulau Kakaban, sang juru mudi kapal motor meminta rombongan untuk berjalan kaki menuju dermaga karea surutnya air laut tidak memungkinkan kapal motor yang ditumpangi bersandar langsung di dermaga. Rombongan pun harus turun dan berjalan kaki melintasi batuan karang untuk menuju ke dermaga.

Gerbang Pulau Kakaban

Tiket Masuk Pulau KakabanSesampainya di Dermaga, terpampang gerbang pintu masuk Pulau Kakaban dengan loket tiket masuk berada di sebelah kiri. Untuk memasuki kawasan Pulau Kakaban, setiap pengunjung domestik dikenakan biaya Rp 20.000 / org, harga tiket masuk ini mengalami kenaikan per tanggal efektif 01 April 2014 sesuai dengan surat pengumuman kepala kampung payung-payung bulan Februari 2014. Harga tiket yang tergolong murah untuk menikmati keindahan danau kakaban.

Setiap tempat wisata memiliki peraturan dan tata tertib yang berlaku. Begitu pula dengan tata tertib di Pulau Kakaban. Setiap wisatawan yang datang dipinta untuk mematuhi konsep “2U dan 3J” yaitu :
2U
1. Usahakan berenang dahulu di danau baru di laut. Biota-biota laut (plankton, larva hewan, dll) dapat terbawa masuk ke dalam danau dan menjadi pesaing hidup ubur-ubur di habitatnya sendiri
2. Usahakan membawa kembali sampah ke tempat pembuangan sampah di daerah asal
3J
1. Jangan memakai tabir surya saat berkunjung di danau. Bahan-bahan kimia pada tabir surya dapat mencemari perairan danau
2. Jangan membuang sampah di Pulau Kakaban. Sampah hanya akan mencemari keaslian dan keunikan Pulau Kakaban
3. Jangan menangkap atau membawa ubur-ubur keluar dari habitatnya. Habitat asli ubur-ubur Kakaban adalah di Danau Kakaban. Memindahkannya sama dengan mengusir dari rumahnya
Selain peraturan yang terpampang, selama berada di danau kakaban, setiap wisatawan dilarang menggunakan fin (kaki katak) karena ditakutkan akan melukai ubur-ubur danau kakaban.

Jalan Masuk di Pulau KakabanJalan Menuju  Danau Kakaban

Setelah membeli tiket masuk, dengan langkah yang pasti, rombongan pun menyusuri jalan berupa konstruksi jembatan kayu ulin menuju Danau Pulau Kakaban. Konstruksi jembatan kayu ini tergolong kokoh dan aman, namun tetap harus waspada terutama saat musim hujan, karena lantai jembatan basah dan licin. Setelah berjalan kurang lebih 5menit, danau kakaban pun terlihat.

Melihat Lebih Dekat Ubur-Ubur di Danau Kakaban

Danau Ubur-Ubur Pulau KakabanSesampainya di tepi danau, tanpa membuang banyak waktu, setelah meletakkan berbagai barang bawaan ditepi danau, satu per satu dari rombongan menyeburkan diri ke danau kakaban. Pengalaman yang sangat luar biasa dapat melihat ubur-ubur dari dekat, bahkan dapat memegangnya (dengan halus) tanpa harus merasa takut disengat. Tempat yang sangat menakjubkan!
Di danau kakaban sendiri, terdapat empat jenis ubur-ubur, yaitu
1. Aurelia Aurita : berbentuk seperti piring transparan
2. Tripedalia Cystophora : berukuran paling kecil dibandingkan ketiga spesies ubur-ubur dan sulit ditemukan karena ukurannya yang kecil dan jumlahnya yang sedikit
3. Mastigias Papua : banyak terlihat di danau air asin
4. Cassiopeia Ornata : banyak terlihat di dasar danau dalam posisi terbalik dimana tentakelnya diarahkan menghadap sinar matahari supaya alga simbiotik yang berada di tentakelnya dapat berfotosintesis.

Ubur-Ubur Pulau KakabanUbur-Ubur Danau Kakaban

Selama berada di Pulau Kakaban, berbagai dokumentasi pun diabadikan untuk menjadi tanda jejak langkah kaki di pulau yang memiliki danau eksotis ini. Sebagai saran saat melakukan dokumentasi, usahakan melakukan dokumentasi jauh dari tepi danau untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih jernih karena semakin jauh dari tepi danau, air danau lebih jernih sehinggan pandangan lebih jelas.

Keterbatasan waktu kembali menjadi penghambat rombongan untuk berlama-lama menikmati pengalaman luar biasa ini. Pengalaman melihat bahkan memegang ubur-ubur (dengan halus) Pulau Kakaban tak akan terlupakan. Keindahan dan ekosistem Pulau kakaban yang menawan ini patut dijaga dan dilestarikan, terutama oleh setiap wisatawan yang datang. Marilah setiap wisatawan mematuhi tata tertib yang berlaku selama berkunjung di Pulau Kakaban (2U & 3J). Selamat berlibur! Selamat merasakan pengalaman tak terlupakan di danau ubur-ubur Pulau Kakaban