OHSAS (OCCUPATIONAL HEALTH & SAFETY ASSESMENT SERIES)

Posted: April 30, 2009 in Civil Engineering
Tags: , ,

OHSAS merupakan kependekan dari Occupational Health & Safety Assessment Series. OHSAS merupakan standardisasi untuk sistem manajemen K3 di dunia. OHSAS sendiri bukan merupakan standar ISO. OHSAS pertama kali diterbitkan oleh BSI (British Standards Institution) dan dibentuk atas masukan beberapa badan sertifikasi & kebutuhan Sistem Manajemen OH&S oleh dunia usaha. Struktur OHSAS mirip dengan ISO 9000 & ISO 14000

Seri standar OHSAS 18000:
OHSAS 18001:2007 OHSMS-Specification
OHSAS 18002:2000 OHSMS-Guidelines for the implementation of OHSAS 18001

LEMBAGA YANG MENGEMBANGKAN OHSAS
Dikembangkan melalui kerjasama +/- 43 badan standarisasi, lembaga sertifikasi dan lembaga konsultan profesional dari beberapa negara:
– National Standards Authority of Ireland
– South African Bureau of Standards
– British Standards Institution
– Bureau Veritas Quality International
– Det Norske Veritas
– Lloyds Register Quality Assurance
– National Quality Assurance
– SFS Certification
– SGS Yarsley International Certification Services
– Asociation Espanola de Normalizacion y Certificacion
– International Safety Management Organisation Ltd SIRIM
– International Certification Services

 

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN OHSAS

OHSAS pertama kali dipublikasikan oleh BSI (British Standards Institution) dan efektif berlaku pada tgl. 15 April 1999. OHSAS sendiri sudah mengalami revisi pada bulan Juli 2007 menjadi OHSAS 18001:2007

Dalam proses pengembangannya, mengadaptasi dan mereferensi beberapa standard K3 lain:
– BS 8800:1996
– Technical Report NPR 5001:1997
– SGS & ISMOL ISA 2000:1997
– BVQI SafetyCert
– DNV Standard of Certification of Occupational Health and safety Management Systems (OHSMS): 1997
– Draft NSAI SR 320
– Draft AS/NZS 4801
– Draft BSI PAS 088
– UNE 81900
– Draft LRQA SMS 8800

STRUKTUR OHSAS

Perencanaan OHSAS
4.1 Umum
4.2 Kebijakan OH&S
4.3 Perencanaan
4.3.1 Identifikasi bahaya, penilaian dan penentuan kendali
4.3.2 Persyaratan hukum dan lainnya
4.3.3 Sasaran & Program
4.4 Penerapan dan operasional
4.4.1 Sbr Daya, Peran, Tgg. Jawab,Akuntabel dan Wewenang
4.4.2 Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran
4.4.3 Komunikasi, Pengikutsertaan & Konsultasi
4.4.4 Dokumentasi
4.4.5 Pengendalian Dokumen
4.4.6 Pengendalian Operasi
4.4.7 Kesiapan dan Tanggap Darurat
4.5 Pemeriksaan
4.5.1 Pungukuran dan Pengawasan Kinerja
4.5.2 Evaluasi Peraturan
4.5.3 Investigasi Insiden, Ketidaksesuaian,Tindakan perbaikan dan Pencegahan
4.5.4 Pengendalian Catatan
4.5.4 Audit Internal
4.6 Tinjauan Manajemen

Kebijakan OH&S
Kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen puncak harus :
– Mencakup komitmen perbaikan berkelanjutan
– Pemenuhan minimal peraturan OH&S yang terkait dan persyaratan lain yang berlaku
– Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara
– Dikomunikasikan terhadap pekerja.
– Tersedia bagi pihak-pihak terkait
– Ditinjau secara periodik untuk memastikan bahwa isinya masih relevan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s