PERSIAPAN BID PACKAGE

Posted: May 1, 2009 in Civil Engineering
Tags: , ,

Umum

Proyek konstruksi dapat lebih dimengerti dengan memeriksa step karakteristik dari project delivery cycle. Dari cycle tersebut, difokuskan untuk bab ini mengenai tawaran kompetitif. Setiap proyek memiliki life cycle dengan pengenalan dari suatu kebutuhan yang lebih baik ditujukan fasilitas konstruksi. Pada masyarakat kompleks, jumlah kesatuan membangkitkan kebutuhan yang akan membentuk lingkungan bangunan yang beragam.
Langkah pertama dalam setiap proyek adalah membuat perusahaan dari kebutuhan dan definisi konseptual dan perbaikan dari fasilitas yang akan menyatukan kebutuhan. Jika kebutuhannya adalah basis komersial, normalnya didefinisikan pada term analisa pasar yang dibuat proyek yang ditujukan berprofit. Basis ekonomi pada banyak kasus, merekomendasikan waktu optimal untuk perencanaan konstruksi untuk mempertemukan pasar di tingkat yang lebih jauh. FS (feasibility study) biasanya menjadi pertimbangan, perencanaan lokasi proyek, kemudahan pekerja dan sumber daya penunjang seperti energi, air, dan koneksi pengiriman. Informasi tersebut perlu dikembangkan sehingga keputusan perencanaan oleh manajemen senior dapat dibuat. Pertimbangan dalam FS biasanya akan berbeda-beda tergantung dari tujuan konstruksinya. Untuk pelayanan publik dan masyarakat biasanya tidak berprofit sehingga perlu pertimbangan lainnya

Evaluasi Kebutuhan Formal
Ada tiga hal yang seharusnya dikembangkan selama porsi konseptual dari project cycle, yaitu analisa B/C, representasi grafis dari proyek dan diagram layout dari fasilitas, dan estimasi cost berdasarkan informasi level konseptual yang tersedia. Analisa B/C biasa digunakan untuk proyek profit dimana merupakan perbandingan dari estimasi cost dan revenue yang dapat dihasilkan, sedangkan untuk proyek non profit sulit karena bersifat intangible benefit.
Untuk mencari pendanaan untuk proyek perusahaan, akan lebih praktis membuat dokumentasi konseptual untuk sumber-sumber pendanaan. Analisa B/C, informasi grafis akan membuat investor lebih mengerti proyeknya. Estimasi cost berdasarkan gambar konseptual dan informasi desain lainnya juga perlu dipersiapkan. Untuk proyek pemerintah tingkat federal di US membutuhkan analisa penunjang dan diajukan dengan permintaan dana. Ditunjang dokumentasi termasuk sketsa layout dan outline spesifikasi. Misalkan dalam pembuatan kantor pos. karena pembangunannya tidak mungkin setahun, maka perlu dibuat proyeksi cost ke future date dimana konstruksi akan mulai dibutuhkan.proyeksi membutuhkan indeks ENR (Engineering News Record) dari pengeluaran konstruksi basic.
Jumlah dari dokumentasi disain konseptual bervariasi berdasarkan kompleksitas dari proyek. Akan simpel jika hanya akan membangun sekolah minggu atau kantor pos militer dibanding proyek petrochemical plants and fasilitas power generation yang membutuhkan dokumentasi lebih banyak karena lebih kompleks.

Desain Pendahuluan dan Desain Detail
Saat konsep proyek disetujui, owner memutuskan menahan engineer, arsitek, atao keduanya. Produk akhir dari fase disain adalah kumpulan rencana dan spesifikasi yang menentukan proyek akan dikonstruksi. Gambarnya berupa grafis atau indikasi schematic. Spesifikasinya berupa verbal atau deskripsi kata dari apa yang dikonstruksi dan kualitasnya. Ketika selesai mereka dimasukan sebagai binding element dari kontrak yang legal. Produksi dari perencanaan dan spesifikasi biasanya hasil dari dua langkah. Pertama, preliminary design dan menawarkan owner sebuah selaan untuk review konstruksi sebelum disain detail dimulai. Waktunya biasanya pada 40% pelaksanaan dari total desain. Preliminary design mempertambah dokumentasi konsep. Pada kebanyakan proyek, leader tim desain ditunjuk dengan fungsi untuk mengkoordinasikan arsitek dan engineer. Pada tahap preliminary ini, engineer sipil mengembangkan preliminary design dari struktur frame dan dukungan pondasi dibawah permukaan.
Ketika preliminary design disetujui owner, dilakukan langkah kedua, yaitu detail design. Detail dibutuhkan untuk menginstalisasi special finish item yang didisain. Lokasi presisi dibutuhkan untuk detail desain dari batang structural dan sambungan dapat dikerjakan. Setelah itu, arsitek dan engineer menghasilkan estimasi final ke owner menunjukkan total pengeluaran pekerjaan tanpa markup dengan akurasi ±3%. Estimasi yang ada ini dapat digunakan oleh owner untuk memastikan desain yang dihasilkan masih dalam kadar dana owner dan kedua untuk menjadikannya referensi dalam evaluasi bid diajukan oleh kontraktror-kontraktor yang berkompetisi. Pada beberapa kasus, ketika seluruh kontraktor bid terlalu tinggi melebihi estimasi owner, semua bid ditolak dan proyek di tarik kembali untuk di disain ulang atau dipertimbangkan kembali. Ketika disain selesai, owner sekali lagi menyetujui prior disain untuk mengiklankan proyek ke bidders prospektif.

Pemberitahuan ke Pelelang
Dokumen pengumuman ke bidders prospektif dimana dokumen disain tersedia untuk pertimbangan dan owner siap untuk menerima bids, yang disebut pemberitahuan lelang. Pemberitahuan lelangnya berupa penjelasan mengenai proyek dengan penjelasan bagi kontraktor yang dapat menyelesaikan proyek pada harga yang sesuai. Semua arsitek dan engineer menyiapkan mailinglist yang mengandung pelelang berkualifikasi. Ketika desain selesai, pemberitahuan lelang, dikirimkan ke setiap bidders prospektif. Pemberitahuannya mengandung penjelasan tipe umum dan skala proyek, availability dari rencana dan spesifikasi untuk peninjaun ulang, dan waktu, tempat, dan tanggal pembukaan lelang. Dapat juga dibuat di koran-koran pemberitahuan lelangnya.

Bid Package
Dokumen yang tersedia ke kontraktor dan dimana kontraktor harus mengambil keputusan untuk bid atau tidak semuanya ada pada bid packages. Bid package dibuat oleh arsitek/engineer terdiri dari formulir proposal, kondisi umum yang cover prosedur standard untul setiap kontrak konstruksi, dan kondisi special. Semua dokumen penunjang disertakan dengan referensi di formulir proposal. Formulir proposal yang didesain dan layout oleh arsitek/engineer merupakan dokumen yang mengindikasikan keputusan kontraktor untuk melaksanakan proyek dan harga untuk setiap apa yang dikerjakan.

Kondisi umum itu menyangkut ketetapan bagaimana sebuah kontrak diadministrasi dan hubungan antara keterlibatan parties sering sama untuk setiap kontrak. Tipe topik biasanya menyangkut:
– Definitions
– Preliminary matters
– Contract documents
– Bonds & insurance
– Contractor’s responsibility
– Engineer’s responsibility
– Change in the work
– Change of contract price
– Change of contract time
– Test and inspection
– Payments to contractor & completion
– Suspension of work & termination
– Dispute resolution

Setiap ketetapan dari sebuah set standard kondisi umum merupakan implikasi legal dan kata-kata tidak dapat diubah tanpa pertimbangan yang hati-hati. Bahasa kontrak diwujudkan pada kondisi umum. Perkataan harus melibatkan keseimbangan, fair, untuk proteksi setiap kandidat yang mengambil bagian.

Kondisi pendukung merupakan aspek dari hubungan kontrak yang diberikan untuk proyek yang unik. Hal-hal mengandung kondisi pendukung ada dua tipe, yaitu:
– modifikasi dari artikel basic kondisi umum pada formulir penambahan, penghapusan, atau pensubstitusian
– artikel tambahan dari contractual-legal yang mungkin diputuskan atau kebutuhan untuk proyek tertentu
Dokumen kontrak harus menyertakan kebutuhan proyek ke bidder potensial dan mendirikan gambar legal presisi atau aspek teknis dari pekerjaan yang akan dilakukan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk gambar. Penjelasan verbal dari kebutuhan teknis perlu dibuat pada spesifikasi teknis.standard pekerja dan material ditentukan. Untuk material dan peralatan biasanya menggunakan merek nama dan nomor model. Perlu juga referensi dari spesifikasi kualitas atau kemudahan dari asosiasi yang bersangkutan, dapat AASHTO, ASTM, dll. Tipe spesifikasi yang ada berupa clearing dan grubbing, pemindahan struktur eksisting, excavation dan fill, sheet steel piling, stone protection, beton, bermacam-macam hal dari pekerjaan, pembuatan metal, fasilitas suplai air, pengecatan dan seeding.
Setiap perubahan pada detail, penambahan, koreksi, kondisi kontrak yang dibuat sebelum lelang dibuka yang disertakan dalam bid package melalui addenda. Oleh karena itu addendum menjadi bagian dari dokumen kontrak.
Setelah menyelidiki rencana dan spesifikasi, kontraktor harus membuat keputusan besar, apakah harus ikut lelang atau tidak. Estimasi merupakan proses melihat ke masa depan dan mencoba memprediksi pengeluaran proyek dan berbagai macam kebutuhan sumber daya. Estimasi didasarkan pada pengalaman masa lalu dan kemampuan dari estimator untuk merasakan masalah ponsial yang akan mempengaruhi pengeluaran lapangan. Kuantitas material harus dibuat berdasarkan gambar. Setelah kuantitas material dibuat, estimator membuat estimasi direct cost untuk setiap pelaksanaan tugas proyek. Lalu menambahkan indirect cost dan pengeluaran manajemen sehingga menjadi harga lelang.
Kemudian prakualifikasi dilakukan untuk memilih kontraktor yang mampu menjalankan proyek sesuai ketentuan oleh owner. Jika owner merasa kontraktor tidak mampu untuk menyelesaikan proyek secara berhasil, owner dapat tidak memilih kontraktor tersebut.
Personil bagian estimasi akan menghasilkan biaya langsung untuk tiap barang yang akan dikonstruksi oleh kontraktor utama. Untuk bagian tertentu seperti pekerjaan elektrikal, penyelesaian interior, dan atap, kontraktor utama dapat meminta pertimbangan subkontraktor yang pernah bekerjasama dengannya sebelumnya. Harga material juga didapat dari vendor melalui telepon dan dimasukkan dalam tawaran.
Ada hubungan antara kontraktor, owner,dan bonding company. Bonding company (surety party) menyediakan proteksi jika kesepakatan antara dua pihak terjadi kerusakan. Selama proses lelang, owner biasanya membutuhkan sekuritas lelang. Hubungan ketiganya dapat digambarkan sebagai berikut.

Performance Bonds dan Payments Bonds
Performance bond merupakan kegiatan untuk menjamin owner dimana pekerjaan kontraktor akan diselesaikan dan hal itu akan dipatuhi sesuai project spec. Jika gagal, surety harus menyediakan penyelesaian dari pekerjaan berdasarkan rencana dan spesifikasi. Payment bond merupakan kegiatan untuk menjamin proteksi owner melawan setiap kemungkinan yang dapat membuat proyek tidak dapat dibayar karena kesalahan kontraktor. Jika kontraktor tidak membayar subkontraktor atau supplier, surety harus melindungi owner dari klaim mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s