ISTIRAHAT BERSAMA ALLAH

Posted: May 19, 2009 in Christian

Mazmur 62:5-8 berkata:
5. Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
6  Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
7  Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.
8  Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Mungkin banyak orang yang tentunya sudah mengenal perikop ini sebelumnya karena bukan suatu hal yang asing lagi. Sewaktu kita kecil, di sekolah minggu dulu pernah menceritakan perikop ini, atau saat ibadah minggu yang kita lakukan juga pernah. Namun perikop ini kembali teringat olehku saat ku melakukan saat teduh yang kulakukan beberapa hari yang lalu.
Perikop ini sangat pas sekali bagiku untuk beberapa hari belakangan ini karena untuk saat ini, banyak sekali tugas yang harus aku buat baik itu tugas besar, jumbo project, tugas mingguan (PR), atau tugas lainnya. Mungkin kalau yang kuliah di Teknik Sipil pastinya sudah mengetahui bagaimana kondisi tugas-tugas yang ada. Saat membaca renungan yang ada membuatku tersadar akan makna dari perikop ini. Kali ini, kuingin membagikannya ke anda. Berikut merupakan renungan yang kubaca.

“Ayah mengajakku berlibur bersama keluarga di salah satu pantai terindah dinegaraku. Aku tengah sibuk mengerjakan tugas semester, waktu dan energiku terfokus untuk menyelesaikan tugas akhir sekolah. Di lain pihak, liburan ini bisa menjadi kesempatan untuk melepas segala ketegangan, pikirku. Namun, di perjalanan aku tak henti memikirkan semua yang akan kulakukan sekembalinya ke sekolah.
Saat tiba, pantai itu ternyata sedang sepi pengunjung, seolah-olah Allah sudah menyiapkannya khusus untuk kami sekeluarga-aku ingat bahwa sejak awal, Allah sudah menyediakan waktu istirahat karena menganggap kita dapat jemu dan lelah. Terkadang kita tidak mau mengambil waktu beristirahat karena menganggap jika melakukannya, waktu akan terbuang percuma. Kita lupa di saat kita beristirahat, kita mendapatkan kekuatan di dalam Allah.
Di akhir perjalanan kami, aku sadar Allah memberi kita waktu istirahat bukan sekedar untuk relaksasi saja, melainkan juga kesempatan untuk membuka hati, berdoa, dan membaca firman-Nya. Waktu beristirahat, kita dapat benar-benar merasakan hadirat dan mukzijat Tuhan.”

Dari renungan di atas membuatku tersadar bahwa Allah pasti akan memberikan saya waktu untuk beristirahat untuk menjernihkan dan menyegarkan pikiran agar tidak menjadi jemu dan suntuk. Namun hal itu seringkali saya abaikan dengan tetap berusaha mengefektifkan dan mengefisienkan waktu agar tugas-tugas yang ada dapat selesai. Padahal, kebanyakan saatku tetap berjuang mengerjakan tugas-tugas tersebut, menjadi kurang efektif karena kesuntukkan telah melanda. Dan pada akhirnya progress yang dihasilkan tidaklah signifikan.
Mungkin adakalanya kesibukan yang kualami akibat tindakanku sendiri yang kurang dapat memanajemen tugas-tugas tersebut dari waktu yang kupunya dengan mulai mencicilnya dan kumengakui itu merupakan kesalahanku. Namun dibalik semuanya itu, disaat kondisiku yang saat ini, Tuhan sangat baik sekali dengan mengingatkanku akan perikop ini.

Dari renungan tersebut menyadarkanku bahwa di saat kesulitan menghadangku, ada banyak hal yang harus kukerjakan seperti banyaknya tugas-tugas kuliah yang menghimpitku, aku akan mendapatkan ketenangan saat berada pada hadirat Allah saja. Allah akan tetap memberikan waktu kepada ku untuk beristirahat. Namun kebanyakan waktu relaksasi yang ada, kugunakan hanya untuk merelaksasi tubuhku saja. Padahal Allah memberikan waktu relaksasi juga agar aku mempunyai waktu untuk berhubungan dengan-Nya. Hal ini menyadarkanku untuk benar-benar mempergunakan waktu istirahatku, tidak hanya untuk relaksasi tubuhku tetapi juga mempergunakan waktu istirahat yang ada dengan melakukan hubungan dengan-Nya. Dengan beristirahat bersama Allah, akan membuatku dekat dengan Allah dan merasakan hadirat-Nya.

Seperti pada Mazmur 23:2-3 yang berbunyi: “Ia membaringkan aku di padang rumput yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya”.

Dari perikop ini membuat perubahan yang cukup mendasar dari saat teduh yang sedang kulakukan dan kuperjuangkan beberapa hari belakangan ini setelah cukup lama mati-suri. Pada mulanya, aku melakukan saat teduh beberapa minggu belakangan ini dengan salah satu tujuan, mungkin menjadi tujuan utamaku, untuk meminta pertolongan Allah untuk mendoakan Pasangan Hidup yang sedang kugumuli. Aku meminta Allah untuk Dia menjamah orang yang sedang kugumuli ini dan mendoakannya agar dia dapat kembali sehingga setidaknya akan memudahkan langkah yang akan kulakukan selanjutnya, tentunya juga doa lainnya mengenai PH ini. Namun, dengan perikop ini membuat tujuanku berubah. Tujuan awalku semula itu, menjadi setelahnya dari tujuanku yang baru, yaitu untuk benar-benar merasakan hadirat Allah dan benar-benar memiliki waktu khusus bersama-Nya. Saat ini ku sedang berjuang dengan saat teduhku dan menjadi salah satu pergumulanku untuk memiliki kembali saat teduh setiap harinya. Sehingga dengan saat teduh yang kulakukan benar-benar dapat memperbaiki sikapku selama ini dan semakin menjauh dari dosa. Ada satu pergumulan mengenai dosa yang sedang kugumulkan. Kuharap dengan saat teduh ini dapat terjawab dan ku semakin jauh dari dosa tersebut. Dengan saat teduh yang kulakukan, kuharap bejana yang kupunya dapat kukosongkan dan kubersihkan agar dapat menampung air yang ada. Ku berdoa semoga postingan ini tidak hanya menjadi sekedar tulisan yang kubuat, semoga dapat selalu mengingatkanku untuk memperjuangkan kembali saat teduhku di waktu istirahat yang kupunya.

Mungkin saat ini anda sedang dalam kondisi yang sama atau setidaknya tak jauh beda dengan kondisi yang saya alami. Semoga postingan ini dapat menjadi berkat. Yang penting saat kita dalam kesibukan adalah seperti yang tertulis pada Mazmur 23:2-3, Allah akan membawa kiat ke padang rumput yang hijau dan ke air yang tenang dimana kita akan menemukan kedamaian dan ketentraman. Untuk itu, marilah kita berjuang untuk beristirahat bersama dengan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s