ROKOK

Posted: May 23, 2009 in News n Funs

Penulisan mengenai rokok ini saya dasari atas keprihatinan saya terhadap permasalahan yang ditimbulkan akibat rokok. Ditambah dengan semakin gencarnya iklan rokok yang ada dan kepedihan atas sponsoraship industri rokok terhadap acara-acara anak muda seperti olahraga dan musik.  Oh ya klo ada yg mau memakai tulisan ini sangat diperbolehkan tapi tolong saya diberitahu..terima kasih..Berikut merupakan ulasan mengenai rokok yang saya dapat dari berbagai sumber.
PENGERTIAN
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Cerutu adalah gulungan utuh daun tembakau yang dikeringkan dan difermentasikan, yang – mirip dengan rokok – salah satu ujungnya dibakar dan asapnya dihisap oleh mulut melalui ujung lainnya. Tembakau untuk cerutu terutama dibudidayakan di negara-negara seperti Brasil, Kamerun, Kuba, Republik Dominika, Honduras, Indonesia, Meksiko, Nikaragua, dan Amerika Serikat dengan cerutu dari Kuba dianggap merupakan ikon untuk cerutu.

Nikotin adalah sebuah senyawa kimia organik, sebuah alkaloid yang ditemukan secara alami di berbagai macam tumbuhan seperti tembakau dan tomat. Nikotin merupakan 0.3 sampai 5% dari berat kering tembakau yang berasal dari hasil biosintesis di akar dan diakumulasikan di daun. Nikotin merupakan racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan khususnya pada rokok. Nikotin memiliki kemampuan karsinogen terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker.

Partikel dan asap yang keluar dari rokok adalah campuran komplek yang terdiri dari ribuan bahan kimia, termasuk carcinogens. Di daerah perkotaan dan negara berkembang jumlah perokok semakin meningkat, oleh karena itu hal tersebut merupakan ancaman yang besar. Para ilmuan memperkirakan bahwa, untuk pertama kalinya jumlah kematian yang disebabkan karena merokok di negara berkembang sama dengan di negara yang maju. Kesimpulannya adalah bahwa pada tahun 2000, setengah dari 4.8 juta kematian yang disebabkan karena merokok terjadi di negara yang miskin. Anak-anak yang menjadi perokok pasif di dalam rumah merupakan masalah yang besar

RACUN PADA ROKOK
Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

TIPE PEROKOK
1. Perokok Aktif merupakan orang yang merokok
2. Perokok Pasif merupakan orang yang menghisap asap rokok di dekat orang yang merokok.
Ada dua macam asap rokok yang mengganggu kesehatan.
Asap utama (mainstream), adalah asap yang dihisap oleh si perokok
Asap sampingan (sidestream), adalah asap yang merupakan pembakaran dari ujung rokok, kemudian menyebar ke udara
Asap sampingan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi, karena tidak melalui proses penyaringan yang cukup. Dengan demikian pengisap asap sampingan memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita gangguan kesehatan akibat rokok.Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak merokok, namun menjadi korban perokok karena turut mengisap asap sampingan (di samping asap utama yang dihembuskan balik oleh perokok).
Perokok pasif memiliki resiko yang cukup tinggi atas kanker paru-paru dan jantung koroner, serta gangguan pernafasan. Bagi anak-anak di bawah umur, terdapat resiko kematian mendadak akibat terpapar asap rokok.
Setidaknya tercatat 4000 kematian perokok pasif per tahun di US.

EFEK ROKOK
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):
14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
4x menderita kanker esophagus
2x kanker kandung kemih
2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

ROKOK DAN KEHAMILAN
Masa Kritis
Kehamilan adalah masa kritis bagi janin yang sedang dikandung. Janin menerima pasok zat makanan hanya dari tubuh ibunya melalui placenta. Selama waktu kehamilan, terjadi masa kritis yang berbeda-beda dengan efek yang berbeda pula.
Efek Rokok
Racun rokok yang diserap oleh ibu (baik sebagai perokok maupun terutama sebagai perokok pasif), meningkatkan resiko sebagai berikut pada janin:
– pertumbuhan terhambat
– omplikasi selama pertumbuhan
– lahir prematur
– berat badan rendah
– kesulitan bernafas saat lahir
– sakit dalam hari-hari pertama setelah lahir
– meninggal mendadak dalam hari-hari pertama setelah lahir

ROKOK DAN KANKER KULIT
Iwan S. Handoko menulis di Satumed: rokok dan kanker kulit rupanya sudah menjadi karib yang tidak terpisahkan. Ini merupakan hasil temuan dari para peneliti Belanda. Para perokok memiliki kemungkinan 3,3 kali lebih besar untuk mengidap karsinoma sel skuamosa dibandingkan mereka yang tidak merokok. Menghisap 21 batang rokok atau lebih per hari meningkatkan risiko penyakit tersebut empat kali lipat.
Mungkin terdengar aneh hubungan diantara keduanya. Kanker kulit biasanya dihubungkan dengan paparan sinar matahari, sedangkan rokok dihubungkan dengan gangguan di saluran pernafasan. Rokok memang luar biasa. Ia sudah dihubungkan dengan berbagai macam kanker bagian tubuh lainnya. Tapi ini merupakan penelitian pertama yang menghitung besarnya risiko substansial bagi kebiasaan merokok.
Dr. Jan Nico Bouwes Bavinck, beserta timnya dari Leiden University, membandingkan kehidupan 580 pasien dengan berbagai jenis kanker kulit yang berbeda dan 386 orang tanpa kanker kulit. Mereka mendapatkan rokok terkait dengan karsinoma sel skuamosa tapi tidak terkait dengan karsinoma sel basal dan melanoma. Penemuan ini dilaporkan dalam Journal of Clinical Oncology.
Para mantan perokok memiliki kemungkinan 1,9 kali lebih besar untuk menderita karsinoma sel skuamosa dibandingkan mereka yang bukan perokok. Mereka yang menghisap satu hingga sepuluh batang rokok per hari mengalami peningkatan risiko 2,4 kali, sedangkan menghisap 11 hingga 20 batang rokok per hari meningkatkan risiko tersebut hingga tiga kali lipat. Para penghisap pipa juga mengalami peningkatan risiko, namun para perokok cerutu tidak.

ROKOK DAN TUMOR SERTA PLAK ARTERI
Kompas memaparkan: Nikotin Percepat Pertumbuhan Pembuluh Darah Baru
Dalam suatu riset terhadap sel manusia dan binatang, para ahli di Universitas Stanford menemukan, nikotin ternyata dapat merangsang pembentukan pembuluh darah baru — suatu proses yang dipercaya dapat membantu tumor dan plak pada arteri tumbuh dan berkembang. Peneliti melakukan publikasi atas temuannya dalam Jurnal Nature Medicine edisi Juli.
Peneliti juga menyarankan, nicotine-replacement therapy atau terapi penggantian nikotin sebaiknya tetap hanya dijadikan sebagai tindakan jangka pendek dalam menghentikan kebiasaan merokok –dan bukannya terapi jangka panjang untuk mengobati kecanduan nikotin.

PERATURAN-PERATURAN MENGENAI ROKOK
Di indonesia sudah ada peraturan-peraturan mengenai rokok. Namun semuanya baru hanya PP (peraturan pemerintah) atau SK gubernur.
– PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 81 TAHUN 1999
TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN
– PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR  19  TAHUN  2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN
– SK-GUBERNUR Provinsi DKI Jakarta NO 11-2004 TENTANG LARANGAN MEROKOK

BATAS AMAN
Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

LELUCON MENGENAI ROKOK
Ada beberapa lelucon mengenai mengenai rokok yang kudapat dari sumber internet. Berikut adalah lelucon mengenai rokok tersebut:
1. Karakteristik Perokok
– Perokok awet muda, karena sebelum tua sudah pada mati.
– Perokok rumahnya aman, karena tiap malam batuk melulu.
– Perokok paling dermawan, karena rajin nyumbang ke dokter dan rumah sakit untuk pengobatan paru-paru, jantung, ginjal, dan lain-lain.
– Perokok mengurangi persaingan kerja, karena wanita perokok anaknya pada idiot.
– Perokok tempat mengumpulkan amal bagi orang, karena menyiksa orang dengan asapnya di bis, mikrolet, atau tempat umum lainnya.
– Perokok adalah orang yang kaya (uang dibakar)
– Perokok mempunyai musik seumur hidupnya (suara nafasnya ngik-ngiiik).
– Perokok hidup bebas, nggak pernah baca doa sebelum ngerokok.
– Perokok membuat suasana bioskop lebih rame. Yang tadinya full-ac, jadi full-asep.
2. Rokok di surga
Konon ada seorang kyai yang hobby ngerokok. Tapi karena kasih sayang menghapuskan banyak dosa, maka sang kyai diampuni dosa-dosanya, dan dimasukkan ke surga.
Cuman di surga, pak kyai masih resah. Jadi dia manggil oom malaikat: “Oom Malaikat, kalau di surga saya boleh minta apa aja, saya minta rokok donk.”
Malaikat langsung menyediakan rokok berbagai cita rasa. Sang kyai dengan suka cita membuka kemasannya, meraba-raba, menciuminya, mengambil rokok sebatang, lalu …
“Om Malaikat, apinya gimana?”
Dan kata malaikat, “Apinya ada di neraka.”
Pak Kyai langsung beristighfar.
3. Rokok itu konyol karena bikin hidup lebih redup

WALLPAPER KONYOL ROKOK

TIPS BERHENTI MEROKOK
Bila anda ingin berhenti merokok, ada beberapa langkah yang dapat anda lakukan. Berikut ini adalah tips untuk dapat berhenti merokok.
1. Analisis Kebiasaan
Lakukan analisis atas kebiasaan-kebiasaan merokok yang telah dilakukan selama ini. Misalnya:
Kapan waktu tersering Anda untuk merokok
Kapan Anda secara otomatis ingin merokok
Hasil analisis ini akan membantu dalam mengerem keinginan merokok.
2. Susun Daftar Alasan
Lakukan segala hal yang membuat Anda tidak kembali merokok. Selalu ingat alasan-alasan yang mendasari Anda untuk tidak merokok. Jika perlu susun daftar alasan itu.
Menghindari kanker, gagal jantung, gangguan pencernaan
Kehidupan sosial yang lebih baik
Ingat kesehatan dan kepentingan anak / keluarga
Makan lebih enak
3. Langsung Berhenti
Pilihlah sebuah hari di mana Anda akan berhenti. Dan pada hari itu, langsung berhenti total tanpa melakukan tahapan-tahapan. Umumkan rencana Anda kepada orang-orang dekat Anda agar mereka bisa membantu.
4. Waspada Pada Hari-Hari Awal
Hari-hari awal akan terasa sangat berat. Cobalah mengalihkan perhatian dengan mengkonsumsi permen atau permen karet tanpa gula. Sementara waktu, kurangilah kegiatan yang berkaitan dengan rokok, seperti pergi ke bar.
5. Nikmati Hidup
Uang yang seharusnya dipakai untuk membeli rokok dapat dipakai untuk membeli hadiah bagi diri sendiri, seperti membeli buku, membeli kaset, nonton bioskop, dan hal-hal menyenangkan lainnya.
6. Konsumsi Rendah Kalori
Selama minggu-minggu pertama (sampai kira-kira empat minggu), makanlah makanan yang mengandung kalori rendah. Juga minumlah banyak air.

BERITA-BERITA TERKUMPUL MENGENAI ROKOK
1. DAMPAK ORANGTUA PEROKOK PADA ANAK dari waspada online
Sekali lagi, sebuah studi memperlihatkan bahwa merokok tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri namun juga bagi lingkungan sekitar mereka. Laporan dari Dr Paolo Vineis seperti yang dilansir oleh The British Medical Journal menyatakan anak-anak memiliki resiko paling besar dari para orangtua perokok.
Dampak perokok pada non perokok (perokok pasif) sudah lama diketahui. Namun bahaya mengenai orangtua perokok pada kesehatan anak-anak baru kini mengemuka. Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi.
Yaitu sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainya dari orangtua yang perokok. Dr Paolo menyebut hasil penelitiannya kali ini sangat berbeda dengan penelitian dampak rokok pada kesehatan manusia.
Dr. Paolo Vineis merupakan seorang profesor dari Imperial College London (Inggris). Selama hampir tujuh tahun, Dr Paolo melakukan penelitian atas 123.000 orang dari 10 negara Eropa yang diketahui menjadi perokok pasif. Dalam kurun itu, 97 orang kemudian diketahui terkena kanker paru-paru, 20 terkena masalah dengan pernafasan dan 14 meninggal.
Resiko anak-anak terkena kanker paru-paru mengalami kenaikan sampai 3.6 kali dari orangtua perokok karena anak-anak ini telah menjadi seorang perokok pasif. Secara keseluruhan penelitian juga menunjukan resiko terkena penyakit yang berhubungan dengan paru-paru akan mencapai 30% bagi anak-anak perokok pasif ini.
Angka itu akan lebih tinggi dibandingkan dengan resiko para perokok yang sudah pensiun dari merokok. Di AS ditengarai 1900 hingga 2700 kasus kematian pada jabang bayi disebut-sebut karena mereka merupakan perokok pasif. Tidak heran Dr Paolo pun menyarankan agar sejumlah negara mulai memperkenalkan hukum untuk melindungi para perokok pasif ini.
Merokok di rumah memang tidak dilarang namun Dr Paolo menyarankan orang tua seharusnya tidak merokok di rumah saat anak-anak mereka berada disekitarnya. Dr. Norman Edelman memberikan saran lain bahwa seandainya harus merokok disarankan untuk tidak merokok diruangan tertutup
2. RUU Pengendalian Dampak Tembakau: Antara Cukai, Investasi dan Kesehatan dari hukumonline.com
Seminar yang dilaksanakan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia bertajuk Uji Publik RUU Pembatasan Rokok� di Depok beberapa hari lalu sekilas terlihat tidak seimbang. Satu wakil dari Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok dikerubungi empat kaum anti rokok: Anggota Komisi IX DPR, Direktur Blora Institute, anggota DPRD DKI Jakarta, dan Prof. Eko Prasodjo.
Profesor Eko Prasojo melihat gejala ini sebagai pertanda masyarakat dan pelaku usaha rokok belum melihat pengesahan undang-undang yang membatasi rokok dan mengendalikan dampak merokok sebagai masalah yang mendesak untuk dipecahkan.
Bertentangan dengan pengamatan Eko, anggota Komisi IX DPR Hakim Sorimuda Pohan berpendapat RUU Pengendalian Dampak Tembakau (PDT) sangat mendesak untuk disahkan. Anggota DPR yang juga dokter ini menekankan pada tidak berimbangnya cukai yang masuk ke keuangan negara dengan dana yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi dampaknya. �Indonesia salah satu negara yang menetapkan cukai rokok terendah, katanya.
Mengambil contoh bayi kembar dempet di RSCM, biaya untuk memisahkannya jauh lebih tinggi dari pada cukai yang dibayarkan oleh ibu bapak si kembar yang merupakan first hand smoker. Hakim menuduh pelaku usaha rokok mengambil keuntungan dari sifat adiktif rokok terhadap masyarakat yang tidak tahu dan tidak berdaya. Dalam pandangannya, industri rokok tidak akan bangkrut dan menyebabkan pengangguran besar-besaran dengan pembatasan ini. Berdasarkan pengamatannya, sejak terakhir cukai rokok dinaikan, pekerja tembakau justru naik sejalan dengan kenaikan konsumen.
Hal ini disebabkan karena telah berakarnya rokok sebagai gaya hidup atau norma sosial. Fakta ini merupakan jaminan industri rokok tidak akan bangkrut karena hanya karena kenaikan cukai dan pembatasan dampak tembakau. Sehingga, RUU Pengendalian Dampak Tembakau diancer-ancer berisi pembatasan terhadap produksi dan penjualan, pengemasan dan pelabelan, harga dan cukai, kawasan tanpa rokok, pelarangan total terhadap iklan, promosi dan pemberian sponsor.
Tapi Direktur Blora Institute Taufik Rahzen memperingatkan akan adanya kendala pemberlakuan RUU tersebut. Taufik mengkhawatirkan cepat atau lambat, RUU pada akhirnya harus berhadapan dengan tradisi dan terpaksa menegosiasikan kembali pemberlakuan RUU tersebut. Pemerintah juga disinyalir tidak akan berdaya menghadapi keresahan sosial yang dapat muncul tak terduga. Karena itu pemberlakuan secara gradual berserta adanya penyelesaian yang komprehensif sangat penting. �Perlu menarik tumbukan lokal antara pro-rokok dan anti-rokok ke dimensi baru dan pembentukan etik baru, simpul Taufik.
Pendapat Taufik juga disetujui oleh Prof Eko Prasojo. Pemberlakuan yang gradual komprehensif harus diinisiasikan oleh pemerintah, tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga wajib menyedikan infrastruktur yang memadai. Prof Eko juga menambahkan suara masyarakat harus didengar tanpa melupakan suara pengusaha tembakau karena mereka semua adalah pembayar pajak. Jadi RUU ini, jika disahkan kelak akan menjadi pengejawantahan pasal 1 ayat (3) dan 28 H UUD45 yang merupakan jaminan konstitusional untuk orang yang tidak merokok.
Sebenarnya, Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara hanya mengatur satu pasal mengenai kawasan dilarang merokok. Satu pasal itupun mengadopsi dari Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2003 yang secara keseluruhan  mengatur hal-hal seperti persyaratan penerapan peringatan kesehatan pada setiap kemasan dan setiap bentuk iklan, pembatasan jam tayang pada media elektronik, persyaratan tentang materi iklan, persyaratan pencantuman tar dan nikotin pada setiap kemasan, dan penentuan kawasan tanpa rokok.
Tapi penegakan hukumnya sulit sekali, keluh anggota DPRD DKI Jakarta, H. Mukhayar RM yang juga hadir sebagai pembicara. Tadinya alasan perda tersebut diterbitkan adalah untuk mengurangi pencemaran udara DKI Jakarta yang telah menembus tiga besar kota yang paling tercemar udaranya setelah Mexico City dan Bangkok. Tapi perda tersebut kemudian lebih dikenal sebagai Perda Dilarang Merokok dan mempelopori perda-perda sejenis di daerah lain.
Bandung belakangan mengeluarkan Perda Kota Bandung No. 3 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan. Bogor dilain kota mengenakan pajak billboard khusus rokok dan alkohol berupa pajak tambahan 25%. Di tingkat nasional, selain dengan peraturan pemerintah di atas, kebijakan pemerintah di bidang cukai dianggap eksesif dan tidak dapat diprediksi. Selain itu di tingkat internasional, adanya Konvensi Internasional Pengendalian Produk Tembakau juga dirasakan Ismanu Soemiran, Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok semakin mempersulit industri rokok.
Memang, Hakim di awal acara menyatakan pabrik rokok mustahil bangkrut, tapi Ismanu tetap memperingatkan akan dibahayakannya nasib 10.150.000 orang tenaga kerja dari hulu ke hilir produksi rokok dan terancamnya pendapatan negara dari cukai yang terus naik tiap tahun. Pada akhirnya Ismanu hanya mengharapkan undang-undang yang komprehensif dan berimbang, yang mana industri juga dilibatkan sebagai stakeholder dalam proses perumusannya sesuai dengan ketentuan pada UU No. 10 tahun 2004. industri haruslah diperlakukan sebagai subjek, seru Ismanu.
Walau begitu, tampaknya para stakeholder harus sabar menunggu karena RUU Pengendalian Dampak Tembakau belum menjadi agenda dari DPR-RI. Sejak Februari 2006 sudah sampai di tangan kepala Badan Legislatif dan DPR, terang Hakim sambil memaklumi keterbatasan kapasitas DPR.
Reaksi dari pemerintah sendiri secara informal, Hakim mendengar Menteri Kesehatan telah membentuk Tim Penanggulangan Masalah Tembakau. Tapi, sebagian besar personel pemerintah masih menganut paradigma yang salah mengenai akibat undang-undang semacam itu membahayakan investasi. Kita sambut investasi asal tidak mencelakakan,� ujarnya.
Lain soal masalah kenaikan cukai. Tidak perlu menunggu lama lagi, akan segera disahkan Undang-Undang Perpajakan dan Bea Cukai. Undang-undang tersebut nantinya akan menaikan 65 persen cukai terhadap tembakau, �Sejalan dengan RUU Pengendalian Dampak Tembakau, tambah Hakim.
Sebagai tambahan, Hakim mengingatkan bahwa Phillip Morris, industri tembakau terbesar di Indonesia, telah menandatangani perjanjian International Tobacco Product Marketing Standard 2001 yang berisi kesepakatan tidak akan melakukan pengiklanan secara massal, stop segala sponsorship terhadap kegiatan-kegiatan olahraga, dan tidak akan mengiklankan kepada anak-anak. Berdasarkan perjanjian ini, walaupun belum ada undang-undang yang mengatur, Phillip Morris harus tunduk pada perjanjian yang dibuatnya. Pada kenyataannya, ujar Hakim, Phillip Morris menerapkan standar ganda di Indonesia dan Thailand. Tanya Kenapa!
3. ROKOK DAN POTENSI SEKSUAL PRIA dari Suara MErdeka Cyber Online
Penyakit akibat rokok bertebaran, korban juga berjatuhan. Namun, para nikotinis alias perokok tetap mengabaikan. Serangan jantung? Stroke? Kanker? Anggaplah itu risiko. Namun kalau risiko itu juga harus ditanggung janin di dalam kandungan, juga mengancam potensi seksual kaum laki-laki, para perokok harus memikirkan kembali kesetiaannya.
Nah, soal ancaman rokok bagi kesuburan dan potensi seksual kaum pria, agaknya cukup efektif karena terbukti meresahkan laki-laki perokok. Kampanye yang diawali di Thailand sekitar 1995 itu dianggap berhasil menurunkan jumlah perokok walau tidak signifikan. Namun, sekurang-kurangnya bidikan yang langsung tertuju pada harkat dan martabat kelaki-lakian itu telah menciptakan kegundahan tersendiri.
Di dalam asap rokok terdapat tak kurang dari 4.000 molekul, sebagian besar berdampak buruk. Komponen yang paling jelek adalah CO (karbon monoksida) dan nikotin. Nikotin kalau diisap menyebabkan hilang atau berkurangnya rasa kantuk. Bahkan banyak perokok merasakan nikotin mampu meredam nafsu makan. H. Arjatmo Tjokronegoro. “Memang, disfungsi seksual tidak selalu disebabkan oleh rokok. Namun, di antara banyak sebab, rokok menjadi faktor risiko yang cukup besar bagi aneka gangguan, termasuk disfungsi ereksi.
Berkurangnya rasa kantuk akibat nikotin yang merangsang sekresi hormon-hormon di dalam tubuh, antara lain adrenalin. Hormon ini mengganggu metabolisme lemak sehingga darah menjadi lebih kental. Pengentalan darah bisa mengakibatkan terjadinya arteriosklerosis (penyempitan pembuluh darah).
Menurut ahli kedokteran olahraga dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp. KO., risiko rokok terhadap penyakit sedikit-banyak ditentukan oleh jumlah rokok yang diisap dalam sehari. Semakin banyak tentu semakin tinggi risikonya. Walaupun hal-hal lain seperti kadar lemak darah yang tinggi (kolesterol) dan kurang aktivitas fisik, berat badan, tekanan darah tinggi, serta stres dan ketegangan ikut menunjang terjadinya arteriosklerosis penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK).
Hasil penelitian yang pernah dilakukan dr. Joseph Brennan dan koleganya dari Johns Hopkins University, Maryland, terhadap pasien penderita kanker menunjukkan, para perokok cenderung mengalami kerusakan gen p53 yang melindungi tubuh dari kanker.   Mereka menduga bahan penyebab kanker dari asap tembakau melekat pada material sel genetik dan kemudian menonaktifkan gen p53. Dari pengamatan terhadap 129 orang penderita kanker kepala dan leher, diketahui bahwa perokok cenderung mengalami mutasi gen p53 dua kali lebih besar ketimbang bukan perokok. Mutasi tiga kali lebih lazim pada orang yang sehari-hari merokok dan menenggak minuman beralkohol. Mutasi gen p53 terjadi pada 17% dari para penderita kanker yang tidak merokok ataupun tidak minum alkohol, 33% pada mereka yang merokok, dan 58% pada mereka yang mengonsumsi gabungan rokok dan minuman beralkohol. Para ahli yakin, sepertiga dari seluruh kanker ada hubungannya dengan asap rokok.
Efek rokok itu benar-benar akan membuat disfungsi ereksi pada pria. Hal ini ditegaskan dari pernyataan Prof. dr. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.d. “Bagaimana tidak,” komentar Prof. dr. H. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D, Sp.And., spesialis andrologi dari FKUI. “Seseorang yang terus-menerus merokok selama bertahun-tahun, tentu saja darahnya akan tercemar oleh nikotin yang melalui pembuluh darah akan dibawa ke mana-mana, termasuk ke organ reproduksi. Racun nikotin akan berpengaruh terhadap spermatogenesis atau terjadinya pembelahan sperma para pria. Padahal pembelahan itu sangatlah kompleks, yang kemudian bisa menjadi gen dari si pemilik sperma.” Padahal syarat untuk dapat membuahi sel telur, sperma harus berkualitas baik. Artinya, jumlahnya cukup, kualitas yang meliputi bentuk, gerakan, dan kecepatannya harus baik. “Sperma yang teler mustahil mampu membuahi sel telur yang sarangnya cukup jauh dari vagina. Ejakulasi yang kuat saja tidak cukup, sebab kemampuan membuahi tergantung pada kuantitas dan kualitas sperma,” tambah Arjatmo.

Kesimpulannya adalah ayo semuanya berhenti merokok. Manusia diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupa Allah. Allah memberikan manusia akal pengetahuan untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Kalau kita mengetahui bahwasanya rokok adalah sesuatu yang tidak baik maka untuk apa kita melakukannya. Kalau kita tetap merokok karena dasar naluri dan keinginan pribadi, hal ini tidak ada bedanya dengan hewan yang diciptakan Allah hanya dengan instingnya saja. Maaf kalau perkataannya agak keras. Lagipula, bagi yang merokok ingatlah dan sayangi diri anda dan orang-orang di sekeling anda dan jauhilah efek yang ditimbulkan akibat rokok. ingatlah hal ini bahwa:

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.

SOURCE: Berbagai Sumber

Advertisements
Comments
  1. rap says:

    wow, artikel yang cukup menarik..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s