PERKERETAAPIAN

Posted: June 10, 2009 in Civil Engineering

Berdasarkan PP RI No 81 Tahun 1998
Perkeretaapian merupakan salah satu moda transportasi yang memiliki peranan yang penting dan strategis sehingga penyelenggaraannya dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah serta pengoperasian/pengusahaan prasarana dan sarana kereta api dilakukan oleh badan penyelenggara yang dibentuk khusus untuk itu. Pembinaan di bidang lalu lintas dan angkutan kereta api yang meliputi aspek-aspek pengaturan, pengendalian dan pengawasan lalu lintas dilaksanakan dengan mengutamakan dan memperhatikan pelayanan kepentingan umum atau masyarakat pengguna jasa kereta api, kelestarian lingkungan, tata ruang, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut juga dimaksudkan untuk mewujudkan lalu lintas angkutan kereta api yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur serta terpadu dengan moda transportasi lain. Dalam rangka memenuhi kepentingan Pemerintah sebagai pembina lalu lintas dan angkutan kereta api serta memenuhi kepentingan masyarakat pengguna kereta api, maka diwujudkan dalam berbagai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini antara lain mengenai jaringan pelayanan kereta api, pengoperasian kereta api, pengangkutan orang dan barang dengan kereta api, struktur dan golongan tarif, tanggung jawab pengangkut dan tata cara pengangkutan penumpang dan barang serta pelayanan untuk orang cacat dan orang sakit.

Berkaitan dengan Pasal 23, barang yang diangkut bersama kereta penumpang, maka mengutamakan keamanan dan keselamatan berikut barang-barang yang dilarang naik ke atas kereta api:
a. barang aneka;
b. barang curah;
c. barang cair;
d. kiriman pos;
e. tumbuh-tumbuhan;
f. hewan;
g. peti kemas;
h. kendaraan;
i. jenazah.
Kemudian terdapat penjelasan mengenai angkutan barang berbahaya
Pasal 25
(1) Angkutan barang berbahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) huruf c diklasifikasikan atas angkutan bahan :
a. mudah meledak;
b. gas mampat, gas cair, gas terlarut pada tekanan atau pendinginan tertentu;
c. cairan mudah menyala;
d. padatan mudah menyala;
e. oksidator, peroksida organik;
f. racun dan bahan yang mudah menular;
g. radio aktif;
h. korosif;
i. berbahaya lain.

Berdasarkan fasilitas produksi PT KAI memiliki beberapa klasifikasi kereta api, berikut penjabarannya dan salah satu contoh:
A. LOKOMOTIF
1. LOK DIESEL ELEKTRIC (DE)
CC.204 Pabrik GE (LOKINDO), Tenaga/(HP) : 2150
Kecepatan Maks 120 km/jam
Mulai Dinas 2004.

2. LOK DIESEL HIDRAULIK (DH)
D.301 KRUPP (GERMAN), Tenaga/(HP) :340
Kecepatan Maks 50 km/jam,
Mulai Dinas 1961.

3. KERETA REL DIESEL (KRD)
KD.2/3 Pabrik NIPPON SHARYO(JEPANG), Tenaga/(HP) : 350
Kecepatan Maks 80 km/jam.
Mulai dioperasikan 1978, 1980, 1982.

B. KERETA
1. KELAS ARGO
ANGGREK Pabrik ALSTOM + INKA, Mulai Dinas, 1997,2001
Jenis Bogie BOLSTERLESS, Kecepatan Maks 120 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 50.
GEDE Pabrik INKA, Mulai Dinas 1995, 1998, 2002
Jenis Bogie NT-11, NT-60, Kecepatan Maks 80-120 km/jam
Jumlah tempat duduk 50.
TAKSAKA I Pabrik INKA, Mulai Dinas 1953, 1965, 1966
Jenis Bogie NT-11, NT-60, Kecepatan Maks 90-120 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 50.

2. KELAS EKSEKUTIF
TURANGGA Pabrik INKA, Mulai Dinas 1999, 1982, 1967
Jenis Bogie TB 398, Kecepatan Maks 80-100 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 52.
GAJAYANA Pabrik INKA, Mulai Dinas 1999
Jenis Bogie TB 398, Kecepatan Maks 80-100 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 52.

3. KELAS EKSEKUTIF + BISNIS
GUMARANG Pabrik INKA, Mulai Dinas 1953, 1978, 1980, 1981, 1982
Jenis Bogie NT-11, NT-60, Kecepatan Maks 90-120 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 52/64.
PARAHYANGAN
Pabrik NIPPON SHARYO, INKA
Mulai Dinas 1964, 1967, 1986, 1983, 1982
Jenis Bogie NT-11, Kecepatan Maks 90-120 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 52/64.

4. KELAS BISNIS
KUTOJAYA Pabrik NIPPON SHARYO, GORLITZ, Mulai Dinas 1964, 1965
Jenis Bogie NT-11, SIG, GORLITZ,
Kecepatan Maks 90 km/jam,Jumlah Tempat Duduk 106.

5. KELAS EKONOMI
LOKAL JAKARTA
Pabrik NIPPON SHARYO, FUJU, KINSI SHARYO,
Mulai Dinas 1976, 1978, 1981
Jenis Bogie NT-11, Kecepatan Maks 90 km/jam
Jumlah Tempat Duduk 106.

6. KERETA MAKAN
M 1 Pabrik INKA, Mulai Dinas 1996
Jenis Bogie NT-60, Kecepatan Maks 120 km/jam
M 1 Pabrik INKA, Mulai Dinas 1997
Jenis Bogie BOLSTERLESS, Kecepatan Maks 120 km/jam
M 1 Pabrik INKA, Mulai Dinas 1998
Jenis Bogie NT-11, Kecepatan Maks 90 km/jam
M 1 Pabrik INKA, Mulai Dinas 2001
Jenis Bogie BOLSTERLESS, Kecepatan Maks 120 km/jam
M 1 Pabrik INKA, Mulai Dinas 2002
Jenis Bogie BOLSTERLESS, Kecepatan Maks 120 km/jam

7. KERETA POWER
BP Pabrik INKA, Mulai Dinas 2002
Jenis Bogie BOLSTERLESS.

8. KRL
GGW/GGLU NSSK, (JEPANG), Mulai Dinas 1979
Jenis Bogie R.C, Berat Muat 30 ton,
Kecepatan Maks 70 km/jam.
TTW ARAD, (RUMANIA), Mulai Dinas 1984
Jenis Bogie R.C, Berat Muat 30 ton,
Kecepatan Maks 50-70 km/jam.

Advertisements
Comments
  1. ARSA says:

    PERTAMAX GAN,,,,,
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s