CANDU

Posted: June 26, 2009 in SAY NO TO DRUGS

Salah satu jenis narkotika adalah candu atau opium. Dari candu ini dapat dihasilkan norphine, heroin, dan codein. Sejak zaman dahulu, masa pemerintahan Hindia Belanda, candu sudah dikenal di Indonesia yang dipergunakan orang-orang tua teruatama keturunan cina dengan cara menghisap atau madat.
Candu adalah getah dari tanamanan Papaver Soniferum. Tanaman ini dapt dipelilahara dan diperkebunkan. Termasuk tumbuhan semak, tingginya antara 70-110 cm. Berbunga merah putih dan ungu. Pohon ini berdaun lebar, bertangkai besar. Dalam waktu 10-15 hari setelah berbunga, bunga Papaver akan berjatuhan sehingga tinggal buahnya saja. Kemudian dari buah yang hampir masak ini digores atau disadap mulai dari pangkal hingga ujung buah. Getah yang keluar dari luka goresan itu dibiarkan mengalir dan mengering diatas kulit buah.
Getah inilah sebagai bahan mentah candu (raw opium) berwarna cokelat tua, baunya tidak enak (langu) dan rasanya pahit. Produkasi candu mentah ini bukan untuk diisap, dan untuk memenuhi kebutuhan para pemadat atau penghisap candu, candu mentah tersebut diproses lebih dahulu melalui cara pemasakan tertentu sehingga diperoleh candu masak yang dapat diperdagangkan. Dari bahan mentah candu ini akan dapat dibuat berbagai jenis obat-obatan mengandung narkotika.
Negara-negara penghasil candu yang cukup besar pada saat ini terutama adalah Segi Tiga Emas (The Golden triangle) yaitu Birma, Thailand, dan Laos ditambah Pakistan, India, Afganistan, Asia Tengah, Turki, Iran, Eropa Timur, Afrika Utara, Australia, Meksiko, dan Amerika Selatan.
Perdagangan candu di daerah Golden Triangle per tahunnya dapat mencapai 700 ton, sebagian digunakan sendiri dan sisanya dilempar ke perdagangan internasional. Produksi cndu tersebut akan dikirim ke Bangkok dan Hongkong. Di dalam laboratorium-laboratorium Bangkok dan Hongkong inilah diproduksi heroin putih yang mempunyai kualitas tinggi.
Dalam perdagangan gelap candu biasanya dipasarkan dalam bentuk Candu mentah (Raw Opium), Candu masak (Processed Opium), Basis Morphine, Garam Morphine, Crude Heroin, Purple Heroin, dan White Heroin.
Akibat pemakaian candu yang terus menerus akan mempengaruhi perubahan fisik dan mental mereka. Karena susunan saraf mereka menjadi rusak dan otak sebagai pusat pengendali tidak dapat bekerj dengan normal. Sifat toleransi terhadap candu menuntut terus, yaitu kecenderungan untuk menambah dosis pada tingkat berikutnya karena dosis yang digunakan sebenarnya tidak lagi memberikan kepuasan baginya. Pemakaian candu yang menimpa penderit yang sangat tergantung sekali akan menimbulkan perilaku panthologis dan terjadinya keracunan serius dan secara fisik mupun psikis sepertinya tidak bisa hidup tanpa candu. Dalam keadaan seperti ini, pecandu dapat berbuat apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Apalagi ia tidak mampu lagi untuk mengatasi ketegantungannya, maka kematianlah yang akan ditemuinya.

sumber:

berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s