SEJARAH BETON
Beton telah dikenal sejak dahulu kala. Sejak pembuatan piramida oleh bangsa Mesir (memakai campuran batu kapur dan tanah liat yang dapat mengeras bila tercampur air, bersifat hidrolis). Bangsa Yunani, bangsa Etruria dan bangsa Romawi menggunakan semen dalam bangunan mereka seperti Koleseum (Roma), Pont du Gard (Nimes), Pantheon (Roma). Semen yang dipakai merupakan pembakaran campuran batu kapur dan debu volkanis (batuan tuff) dari daerah Pozzuoli (sekitar gunung berapi Vesuv dan Napoli).
Perkembangan penggunaan beton di abad modern dimulai dari John Smeaton (1756) menemukan adukan semen yang terbaik adalah campuran kapur Blue Lias dan tanah liat yang digiling di waktu membangun mercu suar Eddystone. James Parker  mengembangkan semen hidrolis yang dikenal dengan semen Romawi. Joseph Aspdin (1824) mematenkan semen Portland yang didapat dengan memanaskan campuran tanah liat halus dengan batu kapur di tungku sampai seluruh karbon dioksida (CO2) lenyap. Isaac Johnson (1845) menemukan semen yang merupakan prototip dari semen Portland yang sekarang yaitu dengan membakar batu kapur dan tanah liat hingga menjadi lahar yang mengeras (until clinkering), sehingga menghasilkan bahan semen yang berkualitas baik.

KELEBIHAN BETON
– Semua bahan mudah didapat (kecuali semen)
– Beton yang diawasi dengan teliti dapat sekeras batu
– Mudah dicetak dalam bentuk yang diinginkan
– Nilai kekuatan dan daya tahan (durability) beton adalah relatif tinggi
– Nilai kuat tekan beton adalah relatif tinggi
– Beton bersifat tahan api yang relatif tinggi

KELEMAHAN BETON
– Kekuatan tarik yang rendah
– Memerlukan sambungan untuk pemuaian dan penyusutan
– Beton yang dibebani terus menerus mengalami rayapan (creep)
– Beton tidak dapat secara sempurna kedap terhadap air dan kelembaban
– Beton biasa adalah relatif berat (2200 to 2600 kg/m3)

KUALITAS BETON
Beton memiliki kualitas yang bermacam-macam. Dahulu mutu beton yang dihasilkan hanya dapat mencapai mutu rendah sekitar ratusan MPa namun sekarang, mutu beton yang dihasilkan dapat mencapai ribuan MPa. Kualitas dari beton tergantung dari:
– Bahan-bahan pembuatnya
– Cara menakar dan mencampur
– Cara pelaksanaan pekerjaan

BAHAN-BAHAN PEMBUAT BETON
– Semen: Kualitas dan kecepatan pengerasan
– Aggregate halus
– Agregat kasar
– Air
– Bahan campuran: Modifikasi dari sifat-sifat beton

CARA MENCAMPUR DAN MENAKAR BETON
1. Dengan dasar volume:
a)  Kepadatan waktu menakar pasir mempengaruhi
perbandingan
b) Ketepatan pengukuran
2. Dengan dasar berat
a) Kadar air agregat
b) Ketepatan pengukuran
3. Bahan-bahan yang terbuang sewaktu dimasukkan ke dalam mesin pecampur
4. Effisiensi dari mesin pecampur

Advertisements
Comments
  1. alfonsus says:

    tolong jelasin kelebihan beton lebih detail lagi dong!!!?
    Mis kuat tekan beton relatif tinggi…tolong jelasin alasannya!!!???
    thanx….

    • jefrihutagalung says:

      Karena nilai beton itu kuat tekan. Nilai compressive strength beton tinggi dibanding nilai kuat tariknya.
      Beton memiliki ikatan yang kuat saat ditekan namun karena beton mempunyai sifat getas, beton tak kuat tarik makanya kuat tarik beton hanya 1/3 klo tak salah dari kuat tekan beton

  2. made yostiadi says:

    wah pejelasan kurang leng kap…!! lengkapin dunk bro,,1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s