MAKSIMALISASI KELAPA (PART 1)

Posted: August 30, 2009 in PROMOTE MIANGAS-K2N

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kelapa memiliki dua pengertian, yaitu: 1. Tumbuhan Palem yang berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yang keras, didalamnya terdapat daging yang mengandung santan dan air, merupakan tumbuhan serbaguna; Cocos Nucifera; 2. Buah kelapa.  Tanaman kelapa sendiri dapat tumbuh di daerah tropis, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Namun tanaman ini akan tumbuh dan berbuah dengan baik di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-450 m dari permukaan laut. Pada ketinggian 450-1000 m dari permukaan laut, walaupun pohon ini dapat tumbuh, waktu berbuahnya lebih lambat, produksinya lebih sedikit dan kadar minyaknya rendah. Pulau Miangas sendiri memiliki 116.890 pohon kelapa dengan spesifikasi 20.506 pohon belum menghasilkan, 84.992 pohon telah produktif (menghasilkan), dan 11.392 pohon telah tidak produktif.
Kelapa merupakan tanaman perkebunan/industri dengan  batang lurus dan termasuk dalam keluarga Palmae. Ada dua pendapat mengenai asal usul kelapa, yaitu: pandangan D.F. Cook, Van Martius Beccari dan Thor Herjardahl yang melihat bahwa kelapa pada dasarnya berasal dari Amerika Selatan; dan pandangan Berry, Werth, Mearil, mayurathan, Lepesma, dan Pureseglove yang melihat bahwa kelapa merupakan tanaman yang berasal dari Asia atau Indo-Pasifik. Ditinjau dari asal katanya, kata coco pertama kali digunakan oleh Vasco da Gama, dan atau dapat juga disebut Nux Indica, Al djanz al kindi, ganz-ganz, nargil, narlie, tenga, temuai, coconut. Kelapa juga disebut pohon kehidupan.  Tanaman kelapa (Cocos nucifera) ini pada dasarnya merupakan tanaman serbaguna yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Jika dilihat dari komposisi tanaman, buah kelapa terdiri dari sabut, tempurung, daging buah dan air kelapa dengan berat buah kelapa yang telah tua kira-kira dapat mencapai 2 kg per butir. Hampir seluruh bagian pohon, dari akar, batang, daun, sampai buahnya dapat digunakan untuk kebutuhan manusia sehari-hari. Daun yang masih muda dapat digunakan sebagai bungkus ketupat, hiasan  ataupun bahan baku obat tradisional. Daun tua dapat dianyam dan digunakan sebagai atap. Lidinya dapat digunakan untuk membuat sapu. Batang kelapa pun berguna sebagai bahan baku perabotan, mebel, dan bahan bangunan. Hingga akar kelapa pun baik untuk digunakan sebagai bahan baku bir atau zat warna.  Airnya terkenal sebagai minuman segar, dapar diproses lebih lanjut menjadi nata de coco, sirop, atau kecap. Sabut kelapa dapat menjadi bahan baku tali, anyaman keset, matras, jok kendaraan. Dari sabut kelapa ini dapat diperoleh serat matras, serat berbulu dan sekam/dedak atau gabus.  Serat matras digunakan untuk pengisi jok, penyaring dan matras. Serat berbulu digunakan untuk sikat pembersih, sapu, dan keset. Sedangkan sekam/gabus digunakan sebagai media tanam dan pupuk kalium.  Tempurung kelapa dapat diolah menjadi menjadi gayung air, mangkuk, atau diolah menjadi bahan baku obat nyamuk bakar, arang, briket arang, dan karbon aktif .  Daging buahnya dapat langsung dikonsumsi, bahan bumbu masakan, diproses  menjadi santan kelapa, kelapa parut kering, minyak goreng atau minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil).  Daging buah dapat dikeringkan menjadi kopra kemudian diproses menjadi minyak goreng, sabun, lilin, es krim, produk Oleokimia seperti asam lemak (fatty acid), fatty alcohol dan glycerin. Bahkan ampas kelapa atau bungkil kelapa dapat diolah menjadi bahan baku pakan ternak. Ketandan buahnya yang baru tumbuh pun dapat diambil cairannya untuk menghasilkan nira. Nira tersebut kemudian dapat langsung diminum atau dibuat gula kelapa.
Dapat dilihat bahwa tanaman kelapa ini sangat berguna bagi kehidupan manusia dan hampir seluruh bagian dari tanaman ini dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan kondisi Pulau Miangas yang kaya akan tanaman kelapa, budidaya kelapa secara optimal dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman tersebut akan sangat potensial bagi pengembangan masyarakat, terutama dari segi ekonomis. Diharapkan melalui program Kuliah Kerja Nyata ini masyarakat Miangas dapat lebih melihat nilai tambah dari tanaman kelapa ini dan dapat mengoptimalisasikannya sebagai produk ekonomis yang dapat diproduksi dan dipasarkan.

sumber: Proposal Makalah Kelompok 6 (Christina Marthatiahu) – K2N UI 09

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s