KEBUDAYAAN BATAK

Posted: September 3, 2009 in News n Funs
Tags:

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang mempunyai keanekaragaman suku, budaya, agama, bahasa dan lain-lain. Karena keanekaragaman inilah yang membuat Indonesia sangat menarik untuk dijadikan objek wisata. Dimana dari setiap daerah mempunyai budaya dan bahasa yang berbeda yang menjadi keunikkan Indonesia.
Namun keunikkan ini tidak begitu dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia, apalagi orang asing khususnya Jepang. Misalnya seperti keunikkan tradisi batak. Saudara-saudara, pernahkah anda mendengar suku batak ? mungkin ada yang pernah mendengar.

Batak adalah salah satu suku dari ratusan suku di Indonesia. Suku Batak terletak di propinsi sumatera utara yang beribu kota medan. Jika ditempuh dengan pesawat terbang memakan waktu kira-kira 2 jam. Oleh karena itu pada pada saat ini saya ingin mengenalkan budaya batak di Indonesia. Suku batak terkenal karena dialek orangnya keras dengan kontur mukanya yang sedikit kasar. Hal ini membuat suku batak sedikit ditakuti oleh suku lain di Indonesia. Tetapi budaya batak memiliki keunikkan tersendiri. Seiring dengan kondisi zaman yang berubah, budaya batak berkembang dengan adat istiadatnya yang kuat, membuat adat batak berbeda dengan adat lainnya.

Suku batak dibagi menjadi lima bagian yaitu : (1) batak toba menempati wilayah toba dengan nama marga seperti : Batak toba, simanjuntak, simatupang, aritonang, dll. (2) batak karo menempati wilayah karo dengan nama marga seperti Batak Karo: sembiring, ginting, tarigan, dll. (3) batak pak pak menempati wilayah induk dairi dengan nama marga seperti : Batak PakPak Dairi siadari dll. (4) batak mandailing menempati wilayah mandailing dengan nama marga seperti : Batak Mandailing nasution, tanjung, lubis dll. (5) batak simalungun menempati wilayah simalungun dengan nama marga seperti : Batak Simalungun girsang, damanik, dll.

Dari masing-masing bagian tersebut mempunyai marga yang berbeda dan agama yang berbeda, misalnya : simanjuntak depan dan simanjuntak belakang. Simanjuntak depan biasanya beragama islam dan simanjuntak belakang biasanya beragama Kristen, sehingga membuat marga orang batak sangat banyak. Budaya batak yang dapat dikatakan rumit mulai dari silsilah yang akhirnya menjadi sebuah marga, sampai adat istiadatnya secara khusus dalam hal perkawinan. Bagi orang batak, marga merupakan sesuatu hal yang penting karena marga adalah garis keturunan dari nenek moyang yang tidak dapat dipisahkan.

Dari marga jugalah setiap orang batak dapat mengetahui kedudukannya secara jelas. Mungkin menjadi amangboru, Amangboru?mungkin menjadi nangtulang mungkin menjadi tante, dll. Nangtulang Misalnya bertemu marga tambunan harus memanggil dengan sebutan apa begitu pun kalau bertemu dengan marga lainnya. Dalam adat batak, orang yang mempunyai marga yang sama tidak dapat menikah karena menurut adat batak kalau bermarga sama dianggap saudara, dimana yang dapat mewarisi marga itu sendiri adalah laki-laki.

Di batak juga ada istilah pariban yang merupakan seorang calon untuk menikah. Seperti saya, papa saya bermarga hutagalung dan ia mempunyai adik perempuan maka anak laki-lakinya adalah pariban saya sedangkan anak perempuannya adalah pariban adik laki-laki saya. Dan untuk semua laki-laki atau perempuan yang mempunyai marga yang sama dengan marga pariban saya adalah pariban saya juga. Tetapi apabila pariban laki-laki tidak menikah dengan pariban perempuannya maka pariban laki-laki harus datang kerumah pariban perempuan untuk meminta maaf dan memohon doa restu dengan membawa daging. Bisa daging babi, sapi, ataupun kerbau. Selain itu, ia harus membawa berbagai macam kue dan yang terutama adalah kue lappet yang merupakan kue khas suku batak yang selalu tersedia disetiap acara adat.

Unikknya dalam perkawinan suku batak, perempuan itu seperti dibeli. Jadi, setiap laki-laki yang ingin menikahi perempuan batak harus negosiasi dengan orang tua perempuan tentang berapa banyak uang yang harus diberikan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Seaming tinggi kedudukan dan pendidikan perempuan yang akan dinikahinya maka harganya semakin mahal. Apabila dari kedua belah pihak sudah ada persetujuan dengan penetapan harga maka perkawinan pun dapat segera dilaksanakan.

Setelah itu dilakukan acara pertunangan yang biasa disebut Marhusip. Dalam acara tersebut pihak laki-laki menyerahkan Tumor yang merupakan uang yang telah disepakati. Seaming bear harga yang dibayarkan semakin baik karena itu menunjukkan bahwa derajat laki-laki itu tinggi. Biasanya untuk acara pernikahan, pihak laki-laki menyembelih babi, sapi, ataupun kerbau. Hewan yang akan disembelih pun bukan hewan sembarangan tetapi hewan dengan keadaan fisik yang baik dan gemuk.
Setelah hewan ini dipotong dan dibakar, maka kepala hewan ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian sebelah kanan diberikan kepada kaum perempuan yang hadir dalam pesta pernikahan tersebut  dan bagian sebelah kiri diberikan kepada kaum laki-laki yang hadir. Tujuannya bahwa acara tersebut direstui kedua belah pihak. Biasanya dalam pernikahan adat batak maka pasangan yang menikah dipakaikan ulos lalu dari kelurga mereka menari tor tor yang merupakan tarian daerah batak.
Untuk hadiah pernikahan yang akan diberikan oleh keluarga kepada pengantin juga ada adatnya.

Apabila anak laki-laki yang menikah maka seluruh kelurga memberikan uang tetapi kalau anak perempuan yang menikah maka seluruh keluarga memberikan ulos.
Pada saat pesta pernikahan penyajian makanan dibagi menjadi dua tempat makan yaitu tempat makan untuk batak depan yang beragama islam dan tempat untuk batak belakang yang beragama Kristen. Ini dilakukan karena agama islam tidak boleh makan daging babi.

Acara makanpun diiringi dengan musik gondang yang merupakan musik khas batak. Setelah pesta pernikahan biasanya kalangan kelurga mengadakan pesta pernikahan kelurga. Dipesta itu ada tumpeng yang besar dan di dalam nasi tumpeng itu terdapat berbagai macam daging dan sayuran. Dan kaum kelurga saling berebut mengambil nasi tumpeng tersebut. Karena menurut kepercayaan orang batak kalau mengambil lebih banyak maka akan banyak mendapat rejeki. Dari semua yang telah saya kemukakan ada satu hal lagi yang membuat adat batak berbeda dengan adat lainnya yaitu bahwa pada suku batak sangat sulit sekali untuk bercerai.

Apabila seseorang bersuku batak ingin bercerai, seluruh kelurga harus dikumpulkan dan dipinta persetujuan mereka. Dalam perceraian adat batak sudah ada ketentuan-ketentuan tersendiri. Misalnya, dari pihak wanita yang mengajukan cerai maka pihak wanita harus mengganti seluruh biaya pernikahan yang telah dikelurkan oleh pihak laki-laki tetapi apabila pihak laki-laki yang mengajukan cerai maka diberikan sanksi oleh pihak wanita. Semua inilah yang membuat adat batak sangat kuat karena antara satu marga dengan marga lainnya mempunyai ikatan persaudaraan yang sangat erat yang tidak dapat dipisahkan.

Begitulah adat batak. Begitu unik dan begitu menarik. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda.

Comments
  1. Hello, I enjoy reading all of youur article.

    I like to write a little comment too suport you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s