SEJARAH PULAU MIANGAS (PART 1)

Posted: September 6, 2009 in PROMOTE MIANGAS-K2N

Pulau Miangas adalah pulau terluar di Indonesia. Pulau Miangas merupakan salah satu pulau yang terletak dalam wilayah kecamatan Nanusa, kabupaten kepulauan Talaud di Sulawesi Utara. Pulau Miangas sendiri hanya memilki luas wilayah sebesar 3.15 km 2. Adapun Pulau Miangas memang memiliki banyak potensi ekonomi. Indahnya pantai, birunya laut serta melimpah ruahnya kekayaan alam dapat kita jumpai di Pulau Miangas. Oleh karena itu, tak mengherankan jikalau banyak pihak yang menginginkan untuk memiliki pulau tersebut. Salah satu pihak yang dimaksud adalah Filipina. Sesungguhnya sengketa perebutan Pulau Miangas antara Indonesia dengan Filipina telah ada pada tahun 1979. Akan tetapi sesungguhnya, perebutan wilayah Pulau Miangas sudah sejak dahulu sebelum adanya Indonesia dan Filipina. Pada tahun 1928, Amerika sebagai penguasa Filipina dan Belanda sebagai penguasa Indonesia khususnya Sulawesi Utara tengah memperebutkan pulau Miangas. Akhirnya pada tanggal 4 April 1928, Pulau Miangas resmi menjadi milik Belanda.  Beruntunglah berkat putusan arbiter internasional yang bernama DR. Max Huber , maka Pulau Miangas sah ditetapkan menjadi milik Belanda. Sehingga secara otomatis pasca kemerdekaan Indonesia atas Belanda maka Pulau Miangas secara resmi menjadi bagian dari wilayah Indonesia.
Sesungguhnya, sejarah keberadaan Pulau Miangas tidak hanya sampai disitu. Sejarah keberadaan Pulau Miangas memang panjang dan penuh perjuangan. Apalagi mengingat bahwa Pulau Miangas sebagai bagian dari kabupaten kepulauan Talaud. Maka dalam pembahasan sejarah keberadaan Pulau Miangas pun tidak dapat dipisahkan dari sejarah keberadaan kabupaten kepulauan Talaud itu sendiri.
Pada tahun 1421, kawasan Sulwesi Utara memiliki pulau besar terkenal yang bernama Sangihe, Talaud dan Sitaro. Menurut ahli sejarah F. Valentijn, kawasan Sangihe, Talaud dan Sitaro dikuasai oleh dua kerajaan yakni kerajaan tabukan dan kerajaan kalongan. Akan tetapi pada tahun 1670, dalam wilayah Sangihe, Talaud dan Sitaro telah terdapat sembilan kerajaan yaitu kerajaan kendahe, kerajaan taruna, kerajaan kolongan, kerajaan manganitu, kerajaan sawang (saban), dan kerajaan tamako. Selanjutnya, pada tahun 1900-an, di wilayah Sangihe, Talaud dan Sitaro hanya tersisa empat kerajaan yakni kerajaan tabukan, kerajaan manganitu, kerajaan siau dan kerajaan kendahe-taruna (gabungan kerajaan kendahe dan taruna). Baik kerajaan tabukan maupun kerajaan kendahe-taruna ternyata memang menjalin hubungan yang baik dengan kerajaan sulu mindanau di Filipina. Oleh karena itu, tidak mengherankan jikalau pada saat itu sudah mulai terjadi perkawinan campuran antara pihak kerajaan tabukan ataupun kendahe-taruna dengan pihak kerajaan sulu mindanau, Filipina. Adapun kerajaan kendahe-taruna selanjutnya lebih dikenal dengan nama kerajaan taruna. Kerajaan taruna merupakan kerajaan yang menguasai pulau Miangas saat itu.
Pada tahun 1677 sampai dengan 1800an, kawasan Sangihe dan Talaud berada dalam satu wilayah administrasi yakni berada dibawah kesultanan Ternate. Akan tetapi dalam praktek pemerintahan sehari-hari, baik kawasan Sangihe maupun Talaud tetap dipimpin oleh raja-raja lokal di daerah masing-masing. Kemudian pada tahun 1800 an, saat pemerintah Belanda tengah menguasai wilayah Hindia Belanda termasuk kawasan Sangihe, Talaud dan Sitaro maka sebagai penguasa wilayah, pemerintah Belanda pada tahun 1825 telah menetapkan wilayah Sangihe, Talaud dan Sitaro sebagai bagian wilayah keresidenan Manado namun tetap dalam sistem gubernemen Ternate. Selanjutnya, pada tahun 1859, kawasan Sangihe, Talaud dan Sitaro mulai terpisah dari sistem gubernemen Ternate.

Sumber: Papaer Kelompok Gatot Subroto – K2NUI09
Referensi:
Kawasan Sangihe-Talaud-Sitaro, (http://www.thesatasconnection.org/2008/07/kawasan-sangihe-talaud-sitaro.html), tanggal akses : 8 Juni 2009.
Paulus Londo, Majalah Cakrawala TNI-AL : Status Pulau Miangas dalam Perspektif Sejarah, (http://beta.tnial.mil.id/cakrad_cetak.php?id=447), tanggal akses : 8 Juni 2009.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s