NATAL

Posted: December 20, 2010 in Christian

Perayaan natal adalah pesta untuk menghormati kelahiran Yesus. Perayaan natal sudah menjadi tradisi gereja sejak tahun tiga ratusan, ketika Kaisar Constantine dari Roma meninggalkan agama nenek moyangnya (menyembah dewa matahari) lalu menjadi Kristen. Demi kepentingan politik banyak penyembah dewa matahari mengikuti jejak kaisar. Kemudian kaisar memasukkan perayaan kelahiran dewa matahari ke dalam gereja sebagai perayaan kelahiran Yesus atau perayaan natal. Bertahun-tahun sesudah kaisar Constantine meninggal, terbiasalah orang Kristen merayakan hari natal sampai sekarang di seluruh dunia. Perayaan natal bahkan menjadi peristiwa yang besar dalam kalender gereja masa kini.

Natal artinya kelahiran Yesus. Cerita natal atau cerita kelahiran Yesus adalah kisah yang nyata dimana Yesus sunguh telah lahir di kota kecil Bethlehem sekitar dua ribu tahun yang lalu. Kelahiran Yesus adalah suatu mukjizat Allah karena Ia dikandung fari Roh Kudus dan dilahirkan oleh seorang dara, Maria.

Saat Yesus lahir, dikatakan ada orang-orang majus dari timur yang membawa persembahan, yaitu emas, kemenyan, dan mur. Sedikit orang yang memperhatikan persembahan yang diberikan orang-orang majus itu. Persembahan yang diberikan memiliki makna.

Emas melambangkan kemuliaan Yesus sebagai Raja, sebab Dia adalah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan (Wahyu 19:16b). Ia sudah menjadi Raja sejak semula, seorang Raja Damai seperti yang dinubuatkan Yesaya: “Seorang anak telah lahir untuk kita; seorang putera telah diberikan untuk kita; lambing pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (Yesaya 9:5). Matius 2:2 berkata: Dimanakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?…”

Kemenyan melambangkan penyembahan, karena setelah Yesus bangkit dan naik ke sorga, Kristus adalah Allah yang patut disembah.

Mur menubuatkan kematian Yesus, karena mur adalah rempah-rempah yang dipakai untuk mengurapi mayat. Dari persembahan mur ini dapat dimengerti bahwa Yesus lahir untuk mati menebus dosa-dosa manusia. Dia mati sebagai manusia guna menggantikan manusia berdosa. Manusialah yang harus mati karena dosanya. Setelah Ia bangkit dan naik ke sorga, kuasa kebangkitan-Nya itulah yang menyebabkan orang yang percaya kepada-Nya lahir kembali. Seperti yang tertulis pada 1 Petrus 1:3, “ Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.”

Jadi makna dari persembahan yang diberikan orang majus bermakna Kristus sebagai Raja Kekal (emas), Kristus sebagai Allah yang kita sembah (kemenyan), dan Kristus sebagai Anak Manusia yang telah mati dan bangkit bagi kita (mur).

 

Natal bukanlah perayaan natal. Perayaan natal tidak diberitakan di dalam alkitab. Perayaan natal bukanlah suatu kebenaran, dimana tidak pernah ada tertulis atau diperintahkan untuk merayakan hari kelahiran-Nya. Jika natalan tidak tertulis, mengapa sampai sekarang natalan masih saja ada?

Menurut saya, Natalan janganlah dipandang sebagai suatu perayaannya namun kita harus memandang natalan sebagai peringatan akan kebaikan Allah yang telah memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk lahir di dunia. Di hari tersebut, seharusnya kita merenungkan bahwa dengan kelahiran Yesus ke dunia dan dengan kematiannya di kayu salib, apakah Allah benar-benar telah hadir di dalam hidup kita?

Menurut hemat saya, perayaan natal diperkenankan asalkan tidak berlebihan dan kita dapat mengerti makna natal itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s