JEREMY SHU-HOW LIN, LINSPIRED AND “LINSANITY”

Posted: February 11, 2014 in Christian, News n Funs
Tags: , , ,

Pada suatu malam baru-baru ini di awal Februari, saya sedang membaca sebuah artikel yang dimuat pada renungan harian “Hikmat +” mengenai “Iman di Dalam Tuhan yang Memulai Semuanya: JEREMY SHU-HOW LIN”. Dari judul yang dimuat membuat saya tertarik untuk membaca artikel tersebut. Dalam artikel tersebut, disebutkan bahwa Assosiated Press mengatakan Lin merupakan kisah mengejutkan dalam NBA dan popularitasnya telah mengundang banyak pihak untuk mewawancarainya termasuk majalah “TIME” dan Lin sendiri menduduki peringkat pertama dalam daftar dari seratus nama yang diumumkan oleh majalah “TIME”, jauh melebihi kepopuleran Barack Obama dan Lionel Messi.Lin telah mencetak skor 136 poin dalam 5 pertandingan awalnya bersama New York Knicks, melebihi semua orang dalam sejarah penggabungan NBA dan ABA pada 1976. Lin juga membawa timnya New York Knicks menang 7 kali beruntun Jadi, siapakah Jeremy Lin ini sebenarnya? Bagaimana bisa seorang Asian-American lulusan Sarjana Ekonomi dari Harvard bisa masuk dunia NBA dan sukses dengan profesinya tersebut? Dan ketertarikan saya ini membuat saya pun juga ingin membuat suatu tulisan mengenai “Linsanity”.

 

BIOGRAFI SINGKAT JEREMY LIN

Image

No Punggung            No. 7
Klub                             Houston Rockets
Posisi                          Point guard
Liga Basket              NBA
TTL (Lahir)            Los Angeles, California, 23 Agustus 1988
Kebangsaan           Amerika
Tinggi                      6 ft 3 in (191 cm)
Berat                        200 lb (91 kg)
Informasi Karir :
SMA                         Palo Alto (Palo Alto, California)
Kuliah                     Harvard (2006–2010)
NBA draft              2010 / Undrafted
Karir Pro                2010–present
Sejarah Karir :
2010–2011          Golden State Warriors
2010–2011          →Reno Bighorns (D-League)
2011                        Dongguan Leopards (China)
2011–2012          New York Knicks
2012                       →Erie BayHawks (D-League)
2012                       –present Houston Rockets
Penghargaan :
NBA Rising Star (2012)
ABA Club Championship MVP (2011)
2× All-Ivy League First Team (2009, 2010)

LATAR BELAKANG JEREMY LIN
Jeremy Shu-How Lin lahir pada tanggal 23 Agustus 1988 di Los Angeles, California. Orang tuanya adalah Shirley dan Gie-Ming, abang tertuanya adalah Josh dan adiknya adalah Joseph. Keluarga Lin datang ke Amerika Serikat dari Beidou, Changhua, Taiwan pada tahun 1970-an. Lin muda didorong ayahnya untuk belajar olahraga bola basket di YMCA. Tim NBA favorit Lin muda adalah Golden-State Warriors

LINSPIRED DI PALO ALTO
Lin merupakan siswa setingkat SMA di Palo Alto dimana saat masa seniornya (tahun terakhir SMA), Lin mengemas rata-rata 15.1 poin, 7.2 assist, 5 steal per pertandingan dan membawa rekor kemenangan Palo Alto 32-1. Lin sendiri mendapatkan penghargaan dari Divisi II California sebagai Player of The Year

PROSES PEREKRUTAN LINSANITY
Lin mengirimkan DVD yang berisi highlight permainan basketnya dimasa SMA ke semua sekolah tinggi Ivy League yaitu Universitas Brown di Providence, Rhode Island; Universitas Columbia di New York City, New York; Universitas Cornell di Ithaca, New York, Universitas Dartmouth di Hanover, New Hamsphire; Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts; Universitas Pennsylvania di Philadelphia, Pennsylvania; Universitas Princeton di Princeton, New Jersey; Universitas Yale di New Haven, Connecticut; dan tim California Golden Bears (Cal) di Universitas California, Barkeley, tim Cardinal di Universitas Standford serta tim Bruins di UCLA.
Semua sekolah tinggi di Amerika Serikat mengingingkannya sebagai pemain namun hanya tim Bears di Universitas Brown dan tim Crimson di Universitas Harvard yang menjamin posisi dalam tim bola basket mereka. Sayangnya, sekolah-sekolah Ivy League tidak menyediakan beasiswa olahraga. Setelah gagal mendapatkan beasiswa olahraga, Lin masuk Universitas Harvard.
Di tahun keduanya, Lin menghasilkan rata-rata 12.6 poin dan diberi penghargaan sebagai pemain “All Ivy League Second Team”. Di tahun ketiganya dalam Divisi I NCAA, Lin menjadi satu-satunya pemain yang masuk 10 besar untuk skor 17.8 poin, 5.5 rebound, 4.3 assist, 2.4 steal, 0.6 block dan rata-rata 0.502 field goal, 0.744 free throw dan 0.4 3-poin shoot. Sedangkan di tahun terakhirnya, Lin menghasilkan rata-rata 16.4 poin, 4.4 rebound, 4.5 assist, 2.4 steal, 1.1 block, dan dipilih menjadi pemain “All Ivy League First Team”. Lin sendiri menjadi salah satu dari 30 kandidat “midseason” untuk John R. Wooden Award.
Lin lulus dari Universitas Harvard pada tahun 2010 dengan gelar di bidang ekonomi dengan IPK 3.1 (skala 4.0).

DRAFT NBA
Setelah lulus dari Universitas Harvard, Lin tidak masuk dalam draft NBA karena tryout di NBA tidak menggunakan sistem bermain lima lawan lima melainkan satu lawan satu, dua lawan dua, atau tiga lawan tiga dimana Lin mengakui ia tidak bermain bagus dengan cara bermain tersebut karena ia tidak pernah bermain basket seperti itu.
Kemudian Donnie Nelson dari Dallas Mavericks mengundang Lin bergabung untuk skuad Summer League. Lin bermain sangat baik dan melakukan lebih dari 50% tembakan dari lima pertandingan. Di akhir pertandingan, Lin mendapatkan tawaran dari Dallas Mavericks, Los Angeles Lakers, dan Golden State Warriors. Dari ketiga tim tersebut, Lin memilih menandarangani kontrak dengan Golden State Warriors karena merupakan tim favoritnya sewaktu remaja dan dekat dengan rumahnya.

KARIR PROFESIONAL JEREMY LIN DI NBA
Pada tanggal 21 Juli 2010, Jeremy Lin menandatangani 2 tahun kontrak dengan Warriors dengan nilai kontrak US$ 500.000. Lin juga menandatangi kontrak dengan Nike selama 3 tahun. Di tahun 2014 sendiri, Lin menandatangi kontrak dengan Adidas untuk menjadi duta marketing adidas untuk footwear dan apparel bola basket bersama dengan atlet lainnya seperti WNBA MVP Candace Parker, Pemain terbaik FIFA Lionel Messi, enam kali juara grand slam Novak Djokovic.
Pertama kali pertandingan NBA profesional yang dimainkan Lin adalah saat Warriors menang atas Los Angeles Clippers dimana ia melakukan 1 steal dan tidak melakukan tembakan. Poin pertama Lin di bidang pro dilakukan saat melawan Lakers dimana saat itu, Lin juga melakukan 4 steal. Performa terbaik yang ia lakukan adalah saat melawan Lakers dimana ia membukukan 13 poin dalam 17 menit dimana Warriors menang 117-89. Ia bermain sebanyak 29 pertandingan dengan rata-rata 2.6 poin per pertandingan sebagai rookie.
Walaupun ia melakukan hal yang baik di tahun pertamanya bersama Warriors di NBA, hal itu tidaklah cukup untuknya tetap bertahan di Warriors terutama dengan adanya Guard lainnya seperti Monta Ellis dan Stephen Curry. Lin pun dipindahkan ke tim D-League Warriors yaitu tim Reno Bighorn. Awalnya, ia merasa diturunkan tingkatannya. Namun ia sadar bahwa ia masih harus belajar sehingga ia bekerja keras dan mendapatkan waktu lebih banyak bermain. Lin pun memperbaiki kemampuannya.
Warriors merasa bahwa mereka memiliki banyak pemain bagus di guards namun lemah di center dan juga karena Lin tidak masuk draft NBA tahun 2011, Lin tidak memiliki kesempatan bergabung dengan pelatih Warriors yang baru yaitu Mark Jackson. Lin pun pindah ke Houston Rockets. Namun pada preseason 2011-12, Lin tidak menunjukkan permainan yang baik di mata pelatih Kevin McHale, akhirnya Rockets pun melepas Lin sebelum gelaran NBA tahun tersebut dimulai. Namun, banyak tim yang mengincar Lin untuk meminta Lin bergabung, termasuk Lakers. Karena merasa ia cocok dengan gaya kepelatihan Mike D’Antoni, Lin pun menandatangani kontrak dengan New York Knicks. Pertandingan pertama Lin bersama Knicks saat Knicks melawan Warriors dimana ia hanya bermain satu menit dan gagal melakukan satu kali tembakan. Lin pun pernah bermain selama dua minggu bersama tim D-League Knicks yaitu Erie BayHawks. Bersama BayHawks, permainan Lin mengesankan dan ia pun dipanggil kembali ke Knicks pada 23 Januari 2012.

KEBANGKITAN JEREMY LIN – LINSANITY
Keadaan Knicks sangat buruk di Februari dimana banyak pemainnya yang cedera dan tidak dapat bermain seperti Davis yang cedera dan Stoudemire yang tidak dapat bermain karena kematian saudara lelakinya. Jeremy pun ditunjuk D’Antoni bermain. Lin bermain sebanyak 9 pertandingan bersama Knicks dan membuat 8 kali tembakan masuk. Keadaan Lin pun berubah saat musim dingin tahun 2012 dimana saat itu merupakan awal cerita “Linsanity”. Lin mengubah ritme pertandingan dan Knicks memenangkan pertandingan melawan Nets dengan skor 99-92 dimana Lin mencetak 25 poin dalam 36 menit. Pertandingan selanjutnya, Lin pun dimainkan sebagai starting line up saat melawan Utah Jazz. Dalam 44 menit, Lin membuat 10 dari 17 tembakan dan mengumpulkan 28 poin dan 8 assist. Knicks pun menang 99-88 atas Jazz. Saat melawan Washington Wizards, Lin pun bermain sangat apik dimana ia memasukan 9 dari 14 tembakan dengan memasukan 23 poin dan 10 assist sehingga Knicks pun menang 107-93 atas Wizards. Pertandingan besar lainnya adalah saat Knicks menjamu Lakers dimana Kobe Bryan pun mengakui kehebatan Lin. Lin membukukan 13 tembakan dari 23 tembakan dengan 38 poin dan 7 assist dimana akhirnya Knicks menang 92-85 atas Lakers. Korban selanjutnya adalah Minnesota Timberwolves dimana Lin pun membawa timnya menang atas Timberwolves dan mencetak 20 poin. Kemenangan Knicks selanjutnya adalah saat menjamu Toronto Raptors dimana sama seperti saat melawan wolves, Lin pun melakukan poin kemenangan.
Lin merupakan pebasket NBA pertama, sejak enam tahun lalu, yang merupakan alumnus Universitas Harvard dan menjadi pebasket pertama Amerika keturunan China yang berkiprah di NBA. Lin pun tercatat sebagai pemain yang paling dahsyat sepanjang sejarah NBA dengan mengemas rata-rata minimal 20 poin di lima partai awal.
Dengan adanya Linsanity, pengikut Lin di facebook pun kini sudah mencapai lebih dari 1.7 juta dan fan page sekitar 1.3 juta. Di twitter sendiri, pengikut/follower Lin sudah mencapai 1.2 juta. Pada Februari 2012, Linsanity telah berkontribusi besar terhadap penjualan Jersey Knicks dan pengunjung yang menonton pertandingan Knicks di kandangnya, Madison Square Garden.

JEREMY LIN – IMANNYA KEPADA ALLAH – LINSPIRED

Image

Kesuksesan Lin adalah karena imannya. Lin merupakan seorang Kristen Evangelis dan menjadi pemimpin Harvard’s Asian American Christian Fellowship saat ia berkuliah di Universitas Harvard. Berdasarkan berita yang diturunkan oleh San Jose Mercury News, Lin berkata bahwa iman kepada Allah telah memicu Linsanity. Disamping kesuksesannya, Lin berpikir bahwa bagaimana ia mempercayai Allah lebih lagi, bagaimana ia berserah kepada Allah lebih lagi dan bagaimana ia membawa kemuliaan lebih lagi bagi Allah. Kesuksesan Lin ini didapatkan bukan hanya karena iman biasa, melainkan imannya dihasilkan melalui kesabaran dan latihan. Banyak cobaan dan tantangan yang membuatnya hampir menyerah terhadap karirnya, namun ia melanjutkan dan bahkan membuat imannya semakin kuat. Menjadi seorang point guards dalam sebuah tim dimana setiap orang mengandalkannya, membutuhkan kemampuan luar biasa dalam mengontrol postur dan konsentrasi serta mengatasi tekanan berat. Namun Lin seperti samudera biru yang dalam, diam, menenangkan, namun bertenaga.
Tidak seperti pemain NBA lainnya, Lin merupakan tidak hanya seorang pemimpin dalam mencetak poin, namun juga pemain yang tidak egois dimana ia melakukan banyak assist. Hal ini menunjukkan bahwa disamping beriman dalam dirinya, ia pun mempercayai rekan setimnya dan membuat seluruh tim memiliki kepercayaan satu dengan lainnya.

Image

Berdasarkan berita yang diterbitkan oleh mercury news mengenai Jeremy Lin, banyak hal yang dapat dilihat mengenai iman Lin. Jika melihat Jeremy Lin tersenyum di lapangan, bukan karena kemenangan timnya melainkan karena Lin merasa ia adalah sang delivered”. Lin berkata bahwa “terkadang kamu merasa melawan gunung dan membuat gunung tersebut seperti lebih besar dibanding Tuhan. Dulu, saya duduk di cadangan dan tidak dibutuhkan. Saya membuat tekanan yang tidak perlu di diri saya. Sekarang, saya merasa seperti bebas. Lin pun berkata bahwa “saya tidak bermain untuk membuktikan apa-apa kepada orang lain. Hal itu dulu mempengaruhi permainan dan sukacita saya. Dengan segala perhatian media, cinta dari semua fans. Dulu saya rasa harus membuktikan diri saya. Membuktikan bahwa saya bukan alat marketing. Saya bukan alat untuk meningkatkan penonton. Membuktikan bahwa saya dapat bermain di liga ini. Saya menyerahkan semuanya kepada Allah. Saya tidak berpikir kembali mengenai apa yang dipikirkan orang”.
Di saat Lin berada di Warriors, ia merasa kecewa dengan masanya sebagai rookie. Lin pun harus pindah dari Warriors karena alasan bisnis dimana membutuhkan dana untuk mencari pemain center. Lin pun berpindah ke Rockets. Namun pertandingan preseason tidaklah menampilkan permainan bagus Lin sehingga sempat membuatnya patah semangat untuk karirnya di basket.Di Rockets pun Lin harus angkat kaki dengan alasan yang sama saat ia harus pindah dari Warriors. Lin pun berkata bahwa “hal tersebut merupakan pertarungan konstan. Kedagingan saya terus menerus menarik saya. Whine. Mengeluh. Whine. Mengeluh. Tapi sisi lain saya berpikir ‘Tuhan saya adalah maha kuat’.. Itulah bagian yang menyedihkan. Ketika saya melihat kembali, ada begitu banyak kali dalam hidup saya dimana saya pernah mempertanyakan Tuhan. Mengapa saya bahkan meragukan Tuhan? Pada saat yang sama, itu adalah proses pertumbuhan. Ini merupakan sesuatu yang saya jadikan sebagai dasar. Saya ingin menjadi nyata, saya tidak ingin memiliki citra palsu. Saya ingin orang melihat siapa saya dan apa yang telah dilakukan Allah dalam hidup saya. Jika orang-orang tidak menyukai saya atau menunggu saya gagal, itu pada mereka. Aku tidak ingin menyinggung siapapun. Aku tidak ingin menjadi sombong. Tapi aku harus menjadi diri saya”.

Ada beberapa poin pelajaran yang dapat diambil dari kisah Jeremy Lin yaitu :
– Lin selalu beriman kepada Allah
– Dia percaya kepada dirinya dengan terus berlatih dan pantang menyerah
– Dia menunjukkan kepercayaan kepada rekan setimnya dengan memberikan assist

Romans 5:3-5
New International Version (NIV)
3 Not only so, but we[a] also glory in our sufferings, because we know that suffering produces perseverance; 4 perseverance, character; and character, hope. 5 And hope does not put us to shame, because God’s love has been poured out into our hearts through the Holy Spirit, who has been given to us.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s