DESA TOMOK : PINTU GERBANG PULAU SAMOSIR – SIGALE-GALE, MAKAM RAJA SIDABUTAR, DAN MUSEUM BATAK SAMOSIR (SAMOSIR ISLAND PART 3)

Posted: February 24, 2014 in News n Funs
Tags: , , , , ,

Desa tomok merupakan salah satu desa yang terletak di daerah Pulau Samosir, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Tomok adalah pintu gerbang untuk memasuki pulau samosir melalui Pelabuhan Ajibata, Parapat. Selain Tuktuk, Tomok merupakan destinasi favorit di daerah Samosir. Pada bulan November 2013, saya berkesempatan mengunjungi Desa Tomok. Di Desa Tomok, terdapat beberapa tempat wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Pada kesempatan itu, banyak sekali wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan India yang berkunjung di Desa Tomok, selain wisatawan mancanegara lainnya yang terlihat asal Belanda, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

MUSEUM BATAK SAMOSIR

Museum Batak Samosir

Museum Batak terdapat di berbagai tempat di Sumatera Utara, yaitu Museum Batak di Balige, Museum Huta Bolon Simanido, dan Museum Batak Samosir. Museum tersebut belum termasuk berbagai museum batak lainnya seperti museum ulos dan museum lainnya. Begitu banyaknya museum mengenai budaya batak di Provinsi Sumatera Utara dan hal ini menggambarkan bahwa PemProv cukup baik untuk melestarikan peninggalan adat dan budaya batak sehingga setiap orang dapat mengenal budaya batak lebih luas.

Museum Batak Samosir sendiri berbentuk Rumah Bolon. Rumah Bolon adalah rumah adat khusus para raja dan keluarganya. Rumah adat ini merupakan model rumah adat yang tidak ada kamar dan bila ingin membuat sebuah ruangan, dulu disekat dengan menggunakan ulos. Saat anda memasuki Museum Batak Samosir ini, anda harus membungkuk yang menandakan bahwa setiap tamu harus hormat/tunduk terhadap tuan rumah. Saat menaiki anak tangga bila anda perhatikan, anak tangga tersebut akan bernilai ganjil. Hal ini disebabkan kepercayaan adat batak bahwa angka ganjil merupakan angka keberuntungan. Di dalam Museum Batak Samosir, anda akan menemukan dua buah patung pria dan wanita dengan mangkuk diatas kepalanya. Maksud dari patung ini adalah di saat ada pasangan yang ingin menikah, maka pasangan ini diharuskan menari dengan mangkuk di atas kepalanya, dan apabila mangkuk tersebut jatuh, maka mereka batal menikah. Makna dari tidak jatuhnya mangkuk tersebut saat menari menandakan orang batak tersebut telah dewasa/matang.

Tempat Tidur Raja Batak Dahulu

Setelah itu, anda juga akan melihat tempat tidur yang telah berumur sekitar 450 tahun. Di dalam Museum Batak, anda pun dapat melihat segala perlengkapan dan peralatan suku batak yang digunakan zaman dahulu mulai dari perlengkapan berburu (tombak, martil, kampak, dll),  perlengkapan memasak (tungku, piring, dll), alat tenun untuk membuat ulos, dan barang-barang seni lainnya. Di samping dari ruangan tersebut, anda akan menemukan berbagai benda seni ukir dan barang lainnya yang dijual.

Untuk mengetahui lebih jauh audio visual mengenai Museum Batak Samosir dapat anda lihat pada audio visual dibawah ini yang diambil dari situs youtube dan diunggah oleh akun id MSahidin.

SIGALE-GALE

Cerita di balik Patung Sigale-gale

Dahulu kala, sigale gale adalah anak seorang raja. Putra tunggal dari raja Rahat yang memiliki wajah tampan dan satu satunya penerus keturunan. Anak raja tersebut, Manggale, meninggal di medan perang. Kematian sigale gale inilah yang menyebabkan raja Rahat mengalami ganguan kejiwaan. Penasihat kerajaan lalu mencari tabib di seluruh negeri. Seorang tabib mengatakan bahwa raja sakit rindu. Dan untuk mengobatinya sang tabib mengusulkan kepada penasehat kerajaan untuk dibuat suatu upacara di kerajaan itu dan memahat sebuah kayu menyerupai wajah anaknya Sigale-gale. Dalam upacara itu, sang tabib memanggil roh Si Gale-Gale dan rohnya dimasukkan ke dalam kayu yang dipahat menyerupai wajahnya, kemudian boneka Si Gale-Gale itu manortor dengan iringan khas musik Batak Toba, yaitu gondang Mula-mula, gondang Somba dan gondang Mangaliat.

Dalam bahasa batak, sigale-gale berarti lemah gemulai. Saat ini, sigale-gale telah menjadi salah satu identitas dalam pariwisata Provinsi Sumatera Utara secara umum, dan Samosir secara khususnya.

Sumber foto : http://bendixtus.blogspot.com/2011/05/semilir-angin-di-pulau-samosir.html

Untuk mengetahui lebih jauh audio visual mengenai sigale-gale, berdasarkan siaran kompas tv yang diupload di situs youtube oleh akun id Holmesngl, dapat anda lihat pada audio visual dibawah ini.

MAKAM RAJA SIDABUTAR

Sebelum anda memasuki Makam Raja Sidabutar, anda diharuskan memakai ulos (kain adat batak). Begitu anda masuk kompleks Makam Raja Sidabutar, terlihat beberapa peti batu berukir kepala manusia dan berbagai makam. Peti batu dan makam itu tidak tertanam di dalam tanah, tetapi berada di atas permukaan tanah.

???????????????????????????????

Bila anda melihat makam batu yang memiliki rambut panjang. Hal ini dikarenakan rambut tersebut merupakan kekuatan Raja dan tidak diperbolehkan dipotong. Ada  3 Raja beserta beberapa kerabatnya yang dimakamkan di kompleks ini. Raja pertama dan kedua masih belum memeluk agama  tetapi menganut aliran kepercayaan animisme dan dinamisme yang dikenal dengan Parmalin. Makam raja pertama yang terbuat dari batu dimana dibagian kepala digambar sang raja memanggul anak. Hal ini menunjukkan bahwa orang batak sangat menghargai anaknya dan menginginkan anaknya memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding dengan orangtuanya. Hal ini sesuai dengan kondisi kenyataan saat ini dimana orangtua batak akan segenap kekuatan untuk mendorong anak-anaknya sekolah setinggi-tingginya sehingga kehidupan anaknya lebih baik. Selain itu, anda juga akan melihat ada patung perempuan cantik bernama Anting Malela Boru Sinaga. Karena kecantikannyalah perempuan ini  banyak dipinang oleh para raja yang ada di daerah batak. Namun hanya Raja yang kedualah yang berhasil memikat hati  gadis cantik ini. Namun karena banyak lelaki yang kecewa, konon ada yag meng-gunaguna sehingga perempuan ini kehilangan akal. Dan akhirnya tidak diketahui dimana keberadaannya.

Makam Raja Sidabutar Part 2

Selain itu di bawah kepala raja ada patung seorang ulama’ dari Takengon Aceh yang bernama Syech Said. Syech Said yang beragama islam ini selain berguru kepada raja yang kedua, juga menjadi panglima perangnya. Konon ada sebuah cerita dimana Syech Said memimpin perang dan membawa beberapa pasukan. Di saat pihak lawan menyerang, pasukan syech said menyuruh pasukannya untuk membuka celananya sehingga lawannya pergi tunggang langgang. Musuh tunggang langgang karena adanya kepercayaan “sial” bila melihat sesama jenis telanjang dan bila ada seseorang yang memiliki “kekuatan magic” maka akan kehilangan magic tersebut.

Pada makam tersebut, anda akan melihat semacam kain selendang dengan warna merah, hitam, dan putih. Ketiga warna itu menjadi simbol spiritual orang Batak. Putih menandakan warna surga (kesucian), merah menandakan warna bumi (ketenangan), dan hitam menandakan warna bawah tanah (kematian)

Bila diperhatikan pada salah satu makam yang ada, anda akan melihat ukiran cicak menghadap ke empat payudara. Arti dari ukiran tersebut adalah cicak merupakan lambang bahwa orang Batak harus bisa hidup seperti cicak, mudah beradaptasi dengan menempel di mana-mana. Sementara payudara merupakan simbol bahwa orang batak harus memiliki banyak anak. Jadi tidak heran bahwa keluarga orang batak dahulu memiliki banyak anak karena dahulu orang batak mempercayai bahwa semakin banyak anak akan semakin banyak rezeki. Arti dari keempat payudara tersebut adalah kemana pun orang batak pergi, ia tidak akan melupakan ibunya/istrinya, termasuk tanah kelahirannya.

Raja ketiga bernama Solompoan Sidabutar sudah beragama kristen setelah kedatangan seorangan misionaris dari Eropa yang bernama Nomensen.

Sekilas mengenai Nomensen

Ludwig Ingwer Nommensen (6 February 1834 – 23 May 1918) merupakan misionaris dari Jerman yang menyebarkan agama kristen di tanah batak. Nomensen datang ke tanah batak sekitar tahun 1862. Nomensen selesai menterjemahkan Kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa batak pada tahun 1878.  Nomensen dihadiahi gelar Dokter Honoris Causa (Dr HC) dari Univeristas Bonn Jerman dan pada tahun 1911, Nomensen diberi gelar Dutch Order of Orange-Nassau.

Untuk mengetahui lebih jauh audio visual mengenai Makam Raja Sidabutar dapat anda lihat pada audio visual dibawah ini yang diambil dari situs youtube dan diunggah oleh akun id MSahidin.

Setelah anda puas berkeliling Desa Tomok, anda pun dapat membeli berbagai pernak-pernik pulau samosir dan danau toba di sepanjang jalan. Banyak sekali barang-barang menarik seperti kaos/t-shirt, pakaian, gantungan kunci, tas, asbak, batik, dan pernak-pernik lainnya. Pastikan anda dapat menawar untuk mendapatkan harga terbaik.

Selamat berkunjung ke Desa Tomok yang berada di Pulau Samosir

Comments
  1. […] di hotel tuktuk bisa menyewa sepeda dan pergi ke Tomok untuk melihat Makam Raja Sidabutar  (Raja Tomok yang terkenal dengan kesaktiannya). Akses  Menuju Danau Toba dan Pulau Samosir Nah, bagi  Anda yang ingin berkunjung ke DANAU […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s