MUSEUM MULAWARMAN : MENGENAL SEJARAH KERAJAAN KUTAI KARTANEGARA BESERTA WARISAN BUDAYANYA DI KALIMANTAN TIMUR

Posted: April 14, 2014 in News n Funs
Tags: , , , , , ,

Museum Mulawarman merupakan salah satu destinasi wisata paling banyak dikunjungi di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara. Museum Mulawarman terletak di Tenggarong, yang merupakan ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Museum Mulawarman merupakan kompleks museum yang terdiri dari Museum Mulawarman, Kompleks Makam Sultan, dan Pusat Oleh-oleh / Pusat Cinderamata.

MUSEUM MULAWARMAN

Foto Patung Lembuswana Museum Mulawarman

How to Get There?

Museum Mulawarman terletak di Tenggarong, Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk mencapai Museum Mulawarman, anda dapat melalui dua jalur. Jalur pertama adalah dari Samarinda dan bontang melalui Jalan Pangeran Antasari, Samarinda lurus saja mengikuti jalan sampai tenggarong seberang. Setelah sampai tenggarong seberang, anda harus nyebrang. Sewaktu jembatan tenggarong belum runtuh, anda dapat menyebrang dengan jembatan. Namun saat ini, anda harus menyebrang menggunakan moda kapal baik berbayar (biasanya dikenakan biaya Rp 20.000 / mobil) maupun angkutan kapal gratis. Setelah menyebrang, anda dapat langsung menuju Jalan Diponegoro, lokasi Museum Mulawarman. Estimasi waktu yang ditempuh bila lewat Samarinda adalah sekitar 60 menit. Jalur kedua adalah jalur dari Balikpapan, Samboja, dan Loa Janan. Dari Balikpapan, anda dapat menempuh Jalan Soekarno-Hatta menuju Samarinda sampai pertigaan Loa Duri. Dari pertigaan tersebut, silahkan ambil jalur kiri langsung menuju Tenggarong. Silahkan jalan lurus sampai menemukan simpang tiga Jl. Diponegoro, dan anda dapat belok kanan. Tidak jauh dari situ, anda akan menemukan Museum Mulawarman. Estimasi waktu yang ditempuh bila dari Balikpapan adalah dua setengah jam dan dari Loa Janan sekitar 60-90 menit.

Sejarah Museum Mulawarman

Prasati Peresmian Museum Mulawarman

Pada mulanya, Bangunan Museum Mulawarman merupakan Istana Sultan Kutai atau Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Bangunan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara ini didirikan pada tahun 1932 oleh Pemerintah Belanda yang menyerahkan Keraton kepada Sultan Adji Muhammad Parikesit pada tahun 1935. Bangunan Keraton Kesultanan Kutai ini mengalami prombakan atau renovasi besar setelah terjadi kebakaran di dalamnya. Renovasi dan pembangunan ini dilaksanakan pada tahun 1963. Berdasarkan situs Visit Indonesia, setelah pemerintahan Kesultanan Kutai berakhir pada tahun 1960, istana dengan luas 2.270 m2 ini kemudian diduduki oleh Sultan A.M Parikesit sampai tahun 1971. Istana ini kemudian diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kalimantan Timur pada tanggal 25 November 1971. Pada tanggal 18 Februari 1976, pemerintah provinsi kemudian menyerahkan istana ini kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk dikelola sebagai sebuah museum negara. Kemudian museum ini diberi nama Museum Mulawarman dan saat ini Sultan Aji Muhammad Salehudin II tercatat sebagai raja ke-20 Kesultanan.

Harga Tiket Masuk dan Jadwal Buka Museum Mulawarman

Untuk memasuki area museum, pengunjung diharuskan membayar tiket masuk dengan harga

Dewasa : Rp 3.500 / orang

Anak-anak / pelajar : Rp 1.500 / orang

Warga negara Asing : Rp 5.000 / orang

Harga Tiket Masuk Museum Mulawarman

Museum Mulawarman sendiri tidak dibuka setiap hari, tutup pada hari jumat. Untuk hari senin-kamis/sabtu-minggu/hari libur nasional, Museum Mulawarman dibuka mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00.

Jam Buka Museum Mulawarman

Jam Kunjungan Museum Mulawarman

Benda-Benda Sejarah Museum Mulawarman

Di dalam Museum Mulawarman ini tersimpan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah/seni yang tinggi yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti :

  • Singgasana, sebagai tempat duduk Raja dan Permaisuri. Kursi ini terbuat dari kayu, dudukan dan sandarannya diberi berlapis kapuk yang berbungkus dengan kain yang berwarna kuning, sehingga tempat duduk dan sandaran kursi tersebut terasa lembut. Kursi ini dibuat dengan gaya Eropa, penciptanya adalah seorang Belanda bernama Ir. Vander Lube pada tahun 1935.

Singgasana Raja Kutai

  • Patung Lembu Swana, Lambang Kesultanan Kutai, dibuat di Birma pada tahun 1850 dan tiba di Istana Kutai pada tahun 1900. Lembu Swana diyakini sebagai Kendaraan Tunggangan Batara Guru. Nama lainnya adalah Paksi Liman Janggo Yoksi, yakni Lembu yang bermuka gajah, bersayap burung, bertanduk seperti sapi, bertaji dan berkukuh seperti ayam jantan, berkepala raksasa dilengkapi pula dengan berbagai jenis ragam hias yang menjadikan patung ini terlihat indah.
Foto Patung Lembuswana di Museum Mulawarman

Patung Lembuswana

  • Kalung Uncal, benda ini merupakan atribut dan benda kelangkapan kebesaran Kesultanan Kutai Kartanegara yang digunakan pada waktu penobatan Sultan Kutai menjadi Raja atau pada waktu Sultan merayakan ulang tahun kelahiran dan penobatan Sultan serta acara sakral lainnya.
  • Meriam Sapu Jagad Peninggalan VOC, Belanda
Meriam VOC Museum Mulawarman

Meriam VOC

  • Prasasti Yupa, yang trdapat di Museum ini adalah tiruan dari Yupa yang asli yang terdapat di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti Yupa adalah prasasti yang ditemukan di bukit Brubus Kecamatan Muara Kaman. ke-7 prasasti ini menadakan dimulainya zaman sejarah di Indonesia yang merupakan bukti tertulis pertama yang ditemukan berupa aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta.
  • Seperangkat Gamelan dari Keraton Yogyakarta 1855
  • Arca Hindu
  • Seperangkat Meja Tamu peninggalan Kesultanan Bulungan
  • Ulap Doyo, hasil kerajinan Suku Dayak Benuaq

  • Minirama tentang sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara. Minirama kelahiran Aji Batara Agung Dewa Sakti (Raja pertama Kutai Kartanegara) dan minirama kelahiran Puteri Karang Melenu (Permaisuri Raja Kutai Pertama)
  • Koleksi Numismatika (mata uang dan alat tukar lainnya)
  • Koleksi Keramik dari Cina, Jepang, Vietnam dan Thailand
  • Minirama pertambangan batu bara, industri kayu, tanaman khas kalimantan, pesut mahakam, dll
  • Miniatur Candi Borobudur, Candi Prambanan, Tenunan Sumatera, Pakaian adat dan senjata tradisional
  • Koleksi senja
  • Dan lain-lain.

 

KOMPLEKS MAKAM RAJA-RAJA KUTAI

Di area Museum Mulawarman, terdapat juga bangunan makam raja-raja kutai mulai dari Sultan Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut), Sultan Kutai ke-16 hingga Sultan AM Parikesit (Aji Enje), Sultan Kutai ke-21. Di kompleks Makam Sultan Kutai, terdapat dua bangunan utama, yaitu bangunan pertama khusus untuk makam Sultan Aji Muhammad Muslihuddin (Aji Imbut) dan bangunan kedua yang lebih besar untuk makam Sultan Muhammad Salehuddin (Aji Kuncur) hingga makam Sultan AM Parikesit (Aji Enje).

Makam Sultan Kutai ke-16

Makam Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Saat pertama kali megninjakkan kaki di Kompleks Makan Raja Kutai, anda akan melihat silsilah raja kutai periode pertama yang masih memeluk agama hindu hingga raja kutai saat ini yang memeluk agama islam. Raja pertama Kerajaan Kutai adalah Maharaja Kudungga atau dengan gelar Raja Naladwipa.

Silsilah Raja Kutai Part 1 (hindu)

 

Silsilah Raja Kutai Part 2 (islam)

Di area makam sultan ini, tidak hanya dikhususkan untuk sultan saja, kompleks makam ini juga merupakan tempat peristirahatan terakhir keluarga dan kerabat kerajaan.

Kompleks Makam Keluarga Sultan Kutai

Makam Keluarga Kerajaan Kutai

Di kompleks makam sultan, pengunjung tidak dikenakan biaya, namun terdapat kotak sumbangan seikhlasnya yang dipergunakan untuk merawat kompleks makam sultan.

Makam Raja Kutai

PUSAT OLEH-OLEH / PUSAT CINDERAMATA MUSEUM MULAWARMAN

Pusat Oleh-oleh Museum Mulawarman Part1

Pusat Souvenir Museum Mulawarman

Tidak hanya Museum dan Kompleks Makam Sultan yang ditawarkan pada tempat ini, disini juga disediakan area yang cukup luas untuk pusat oleh-oleh atau pusat cinderamata bagi para pengunjung. Di tempat ini, anda akan menemukan berbagai pernak-pernik kaltim mulai dari kaos oblong bermotifkan kaltim, kain batik motif kaltim, kemeja batik motif kaltim, pernak-pernik seperti gelang, batu cincin, dsb, miniatur rumah adat lamin, miniatur lembuswana, tombak, perisai khas kaltim, dan berbagai barang-barang cinderamata lainnya.

Pusat Oleh-oleh Museum Mulawarman

Harga yang ditawarkan ditempat ini pun bervariatif dan cukup bersaing bila dibandingkan dengan pusat oleh-oleh lainnya seperti Citra Niaga Samarinda ataupun Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Di tempat ini, anda pun dapat mencoba berbagai pernak-pernik yang ada, tentunya seijin dari penjual, dan mengabadikan diri anda dengan pernak-pernik yang ada.

Pusat Oleh-oleh Museum Mulawarman

Foto Pusat Oleh-Oleh Museum Mulawarman Part 1

SITUS TERKAIT MUSEUM MULAWARMAN DAN KERAJAAN KUTAI KARTANEGARA

Berikut ini merupakan situs yang dapat anda kunjungi mengenai Museum Mulawarman dan Kerajaan Kutai Kartanegara

Indonesia Travel : http://www.indonesia.travel/id/destination/230/istana-sultan-kutai-museum-mulawarman

Kerajaan Kutai Kartanegara : http://www.kerajaannusantara.com/id/kutai-kartanegara

Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara : http://www.kutaikartanegara.com/wisata/museum_mulawarman.html

Advertisements
Comments
  1. KIA says:

    Semoga artikel Ini Bermanfaat Untuk Adik-Adik Penerus Bangsa, Jangan Lupakan Sejarah Kita Sendiri…

  2. […] Museum mulawarman : mengenal sejarah kerajaan kutai […]

  3. […] Museum mulawarman : mengenal sejarah kerajaan kutai […]

  4. […] Museum mulawarman : mengenal sejarah kerajaan kutai […]

  5. […] Museum mulawarman : mengenal sejarah kerajaan kutai […]

  6. […] Museum mulawarman : mengenal sejarah kerajaan kutai […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s