DERAWAN, SURGA ALAM DALAM MIMPI YANG MENJADI KENYATAAN

Posted: August 17, 2014 in News n Funs
Tags: , , ,

(Sumber : derawanku.blogspot.com)

Pada bulan Juli 2014, bermodal ajakan teman sekerja untuk menghabiskan libur lebaran dengan suasana yang berbeda, saya gabung bersama rombongan yang berjumlah 20 orang menuju Kepulauan Derawan yang terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Jaraknya sangat dekat dengan tempat kerja, hanya membutuhkan waktu sekitar 1-1.5 jam perjalanan darat dari Desa Sambakungan ke Dermaga Tanjung Batu, tempat menyebrang ke Pulau Derawan dan pulau-pulau sekitarnya. Bila anda dari Bandara Kalimarau (Bandara Kabupaten Berau), waktu tempuh menuju Dermaga Tanjung Batu sekitar 2.5-3.5 jam, tergantung laju kendaraan anda. Bila anda ingin mengendarai kendaraan pribadi sendiri, anda harus berhati-hati karena banyak jalan berlubang dan area longsoran di berbagai titik.

Dermaga di Tanjung Batu

(Sumber : beraukab.go.id)

Seatruck Nouri 3Waktu menunjukkan sekitar pukul 17.40 WITA, kami berangkat dari Desa Sambakungan dan sampai di Dermaga Tanjung Batu sekitar pukul 18.45 WITA. Selama perjalanan, pandangan yang disuguhkan adalah tanaman pertanian dan perkebunan (termasuk sawit), hutan tropis kalimantan, dan lahan yang habis dibakar untuk dijadikan area perkebunan sawit. Sesampainya di dermaga, rombongan harus menunggu kapal yang akan menyebrangkan rombongan menuju Pulau Derawan, tempat menginap di hari pertama. Sambil menunggu kapal, mayoritas teman santap malam terlebih dahulu berbekal nasi kotak malam yang telah dibawa. Sekitar pukul 20.00, kapal yang dinanti pun tiba di dermaga. Kapal dengan nama lambung Nouri 3 mengantarkan rombongan dari Dermaga Tanjung Batu menuju Dermaga Pulau Derawan. Perjalanan menuju Pulau Derawan dari Dermaga Tanjung Batu adalah 30-60 menit, tergantung faktor ombak yang mempengaruhi kecepatan kapal dan jenis kapal. Waktu pun menunjukkan pukul 20.40 saat rombongan tiba di Dermaga Pulau Derawan. Dengan estafet dan semangat gotong royong, setiap orang mengambil posisi menurunkan seluruh barang bawaan dari kapal untuk dinaikkan ke Dermaga.

Pintu Gerbang Pulau Derawan

Selanjutnya, kami langsung meluncur ke tempat penginapan. Mandi dan bersih-bersih menjadi hal yang wajib dilakukan untuk membersihkan diri dari keseharian bekerja di hari terakhir puasa yang melelahkan. Sehabis bersih-bersih diri, rombongan pun langsung berpencar dan terbagi menjadi beberapa kelompok untuk menikmati malam di Pulau Derawan. Pulau Derawan sendiri sudah cenderung ramai dengan berbagai penginapan, rumah makan, tempat jual beli souvenir, tempat sewa sepeda dan alat snorkling, dan tentunya perumahan warga dengan segala fasilitas umum dan fasilitas khususnya, layaknya permukiman lainnya. PAUD, lapangan olahraga, masjid, dan puskesmas pembantu adalah sebagian fasum dan fasus yang tampak dalam penglihatan mata saya. Di Pulau Derawan, telah terdapat kantor cabang Bank Kaltim. Jadi anda tidak perlu khawatir bila kehabisan uang, dengan bermodalkan atm bersama, anda bisa menarik uang anda untuk membeli berbagai souvenir dan menikmati berbagai kuliner dalam memenuhi hasrat anda selama berada di kawasan nan eksotis ini. Sebagai informasi, harga penginapan di Pulau Derawan berkisar Rp 150.000 – Rp 600.000 dengan biaya makan rata-rata sekitar Rp 35.000 – Rp 50.000/ porsi. Biaya sewa sepeda adalah Rp 10.000 dan biaya penyewaan alat snorkling adalah Rp 50.000 / hari. Biaya minuman dan snack di Pulau Derawan berkisar 1.2-1.5 kali lipat dari harga barang yang sama di Jakarta dan cenderung lebih mahal dibandingkan harga jual di Samarinda/Balikpapan.

Bank Kaltim KK Pulau Derawan

Tempat Sewa Sepeda di Pulau Derawan

Malam hari yang indah dengan hiasan bintang – bintang memancarkan cahayanya di langit tampak begitu sempurna diiringi oleh gema takbir dan berbagai bunyi petasan, memantapkan langkah saya dan beberapa kawan untuk menjelajahi sepanjang jalan di Pulau Derawan yang banyak diisi oleh berbagai tempat penginapan, toko souvenir, dan tempat rental sepeda. Langkah pun terhenti di salah satu toko souvenir, Angel Collection, yang menjual berbagai macam pernak-pernik. Setelah memilih dan membayar beberapa T-Shirt dan pernak-pernik lainnya, kami pun melanjutkan jalan-jalan malam di Pulau Derawan. Kami pun pergi dan menikmati Derawan Dive Resort (BMI) yang menawan. Waktu pun menunjukkan pukul 00.00, saya dan teman-teman memutuskan kembali ke penginapan untuk merehatkan tubuh untuk aktivitas esok hari yang akan padat.

Souvenir di Pulau DerawanPernak-Pernik Pulau Derawan
Sang surya pun terbit. Sebagian orang berangkat ke masjid yang ada di Pulau Derawan untuk mengikuti Shalat Ied yang diadakan sekitar pukul 07.00. Sebagian orang lainnya lari ke pantai dan dermaga untuk menikmati sang fajar yang menyongsong tinggi di langit. Saya sendiri mencari sarapan pagi dan menemukan nasi kuning dengan lauk ayam dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp 15.000 / porsi. Sehabis sarapan, saya pun persiapan barang untuk check out. Rasanya tidak puas di dalam hati ini karena belum menikmati keindahan bawah laut di Derawan. Namun beberapa jepretan foto cukup memuaskan hati menandakan jejak langkah yang telah diabadikan di Derawan.

Action di Pulau Derawan

Seatruck & Speedboat Pulau DerawanAkhirnya, rombongan pun meninggalkan Pulau Derawan untuk menjelajahi pulau lainnya yang tergabung ke dalam Kepulauan Derawan. Pulau Derawan, pengalaman singkat namun membekas di hati. Ingin rasanya dapat kembali dan memiliki kesempatan menikmati keindahan bawah laut pulau ini. Wonderful Indonesia! Cintai Negerimu Sayangi Negerimu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s