DANAU PURBA PULAU KAKABAN, DANAU UBUR -UBUR UNIK DAN LANGKA

Posted: August 21, 2014 in News n Funs
Tags: , , , ,

Kakaban merupakan salah satu pulau yang termasuk ke dalam kepulauan derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kakaban memiliki luas sekitar 774.2 Ha. Kakaban terkenal sampai ke mancanegara karena danau seluas 5km2 menjadi habitat Stingless Jellyfish (ubur-ubur). Stingless Jellyfish, dengan ekosistem dan karakteristik yang sama, hanya dapat ditemukan di dua tempat di dunia, yaitu Danau Kakaban dan Pulau Palau, Kepulauan Micronesia.

Asal Mula Terbentuknya Danau Kakaban

Mangrove Pulau KakabanBerdasarkan informasi yang didapatkan, danau kakaban sebelumnya merupakan laguna dari sebuah atol berupa karang lebih dari 2juta tahun yang lalu dumana pada jaman itu terjadi proses pengangkatan selama beberapa ribu tahun yang membuat terumbu karang disekelilingnya naik di atas permukaan laut. Air laut pun terperangkap di dalam pematang dengan ketnggian 50 m. (Disadur dari Terangi – Yayasan Terumbu Karang Indonesia). Batuan karang yang keras dan tebal menyebabkan air tersebut tidak dapat keluar dan membentuk danau kakaban. Hujan yang berlangsung selama ribuan tahun tertampung di danau dan menyebabkan danau kakaban yang mulanya asin menjadi payau. Danau kakaban sendiri dikelilingi oleh berbagai pohon bakau yang sangat asri.

Jalan Menuju Dermaga Pulau KakabanKemahsyuran danau ubur-ubur yang berada di Pulau Kakaban menarik perhatian banyak peneliti dan wisatawan termasuk rombongan trip yang saya ikuti. Ya, rombongan pun melanjutkan perjalanannya ke Pulau Kakaban setelah puas melihat tukik dan keindahan bawah laut Pulau Sangalaki. Pulau Kakaban sendiri termasuk kedalam kampung payung-payung, seperti dengan Pulau Maratua. Mendekati Pulau Kakaban, sang juru mudi kapal motor meminta rombongan untuk berjalan kaki menuju dermaga karea surutnya air laut tidak memungkinkan kapal motor yang ditumpangi bersandar langsung di dermaga. Rombongan pun harus turun dan berjalan kaki melintasi batuan karang untuk menuju ke dermaga.

Gerbang Pulau Kakaban

Tiket Masuk Pulau KakabanSesampainya di Dermaga, terpampang gerbang pintu masuk Pulau Kakaban dengan loket tiket masuk berada di sebelah kiri. Untuk memasuki kawasan Pulau Kakaban, setiap pengunjung domestik dikenakan biaya Rp 20.000 / org, harga tiket masuk ini mengalami kenaikan per tanggal efektif 01 April 2014 sesuai dengan surat pengumuman kepala kampung payung-payung bulan Februari 2014. Harga tiket yang tergolong murah untuk menikmati keindahan danau kakaban.

Setiap tempat wisata memiliki peraturan dan tata tertib yang berlaku. Begitu pula dengan tata tertib di Pulau Kakaban. Setiap wisatawan yang datang dipinta untuk mematuhi konsep “2U dan 3J” yaitu :
2U
1. Usahakan berenang dahulu di danau baru di laut. Biota-biota laut (plankton, larva hewan, dll) dapat terbawa masuk ke dalam danau dan menjadi pesaing hidup ubur-ubur di habitatnya sendiri
2. Usahakan membawa kembali sampah ke tempat pembuangan sampah di daerah asal
3J
1. Jangan memakai tabir surya saat berkunjung di danau. Bahan-bahan kimia pada tabir surya dapat mencemari perairan danau
2. Jangan membuang sampah di Pulau Kakaban. Sampah hanya akan mencemari keaslian dan keunikan Pulau Kakaban
3. Jangan menangkap atau membawa ubur-ubur keluar dari habitatnya. Habitat asli ubur-ubur Kakaban adalah di Danau Kakaban. Memindahkannya sama dengan mengusir dari rumahnya
Selain peraturan yang terpampang, selama berada di danau kakaban, setiap wisatawan dilarang menggunakan fin (kaki katak) karena ditakutkan akan melukai ubur-ubur danau kakaban.

Jalan Masuk di Pulau KakabanJalan Menuju  Danau Kakaban

Setelah membeli tiket masuk, dengan langkah yang pasti, rombongan pun menyusuri jalan berupa konstruksi jembatan kayu ulin menuju Danau Pulau Kakaban. Konstruksi jembatan kayu ini tergolong kokoh dan aman, namun tetap harus waspada terutama saat musim hujan, karena lantai jembatan basah dan licin. Setelah berjalan kurang lebih 5menit, danau kakaban pun terlihat.

Melihat Lebih Dekat Ubur-Ubur di Danau Kakaban

Danau Ubur-Ubur Pulau KakabanSesampainya di tepi danau, tanpa membuang banyak waktu, setelah meletakkan berbagai barang bawaan ditepi danau, satu per satu dari rombongan menyeburkan diri ke danau kakaban. Pengalaman yang sangat luar biasa dapat melihat ubur-ubur dari dekat, bahkan dapat memegangnya (dengan halus) tanpa harus merasa takut disengat. Tempat yang sangat menakjubkan!
Di danau kakaban sendiri, terdapat empat jenis ubur-ubur, yaitu
1. Aurelia Aurita : berbentuk seperti piring transparan
2. Tripedalia Cystophora : berukuran paling kecil dibandingkan ketiga spesies ubur-ubur dan sulit ditemukan karena ukurannya yang kecil dan jumlahnya yang sedikit
3. Mastigias Papua : banyak terlihat di danau air asin
4. Cassiopeia Ornata : banyak terlihat di dasar danau dalam posisi terbalik dimana tentakelnya diarahkan menghadap sinar matahari supaya alga simbiotik yang berada di tentakelnya dapat berfotosintesis.

Ubur-Ubur Pulau KakabanUbur-Ubur Danau Kakaban

Selama berada di Pulau Kakaban, berbagai dokumentasi pun diabadikan untuk menjadi tanda jejak langkah kaki di pulau yang memiliki danau eksotis ini. Sebagai saran saat melakukan dokumentasi, usahakan melakukan dokumentasi jauh dari tepi danau untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih jernih karena semakin jauh dari tepi danau, air danau lebih jernih sehinggan pandangan lebih jelas.

Keterbatasan waktu kembali menjadi penghambat rombongan untuk berlama-lama menikmati pengalaman luar biasa ini. Pengalaman melihat bahkan memegang ubur-ubur (dengan halus) Pulau Kakaban tak akan terlupakan. Keindahan dan ekosistem Pulau kakaban yang menawan ini patut dijaga dan dilestarikan, terutama oleh setiap wisatawan yang datang. Marilah setiap wisatawan mematuhi tata tertib yang berlaku selama berkunjung di Pulau Kakaban (2U & 3J). Selamat berlibur! Selamat merasakan pengalaman tak terlupakan di danau ubur-ubur Pulau Kakaban

Advertisements
Comments
  1. mesakh says:

    Hahaha…Mantab broooo! kerennnn…gak sia2 kerja di berau ya..

  2. Istanamurah says:

    indonesia harus bisa membuat sumber daya alam dan ekosistem yang lebih baik lagi, biar tidak ada kepunahan dan kelangkaan hewan.. 😀

  3. shaepy says:

    sepertinya menyenangkan bisa berenang disitu….Pulau Kakaban…baru denger namanya…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s