WikipediaAkhir-akhir ini, banyak beredar berita mengenai kenaikan peringkat utang Indonesia dari berbagai lembaga pemeringkat utang internasional. Terbesit dalam benak untuk hal ini, apa makna dari peringkat utang yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga pemeringkat utang tersebut. Oleh karena itu, mari kita kupas bersama.

LEMBAGA PEMERINGKAT KREDIT

Lembaga Pemeringkat Kredit (Credit Rating Agency) merupakan suatu perusahaan yang menerbitkan peringkat kredit bagi para penerbit obligasi (Wikipedia).  Penerbit dari obligasi yang dapat diperdagangkan pada pasa sekunder tersebut biasanya merupakan perusahaan, kota, lembaga nirlaba, ataupun pemerintahan suatu Negara. Peringkat kredit tersebut biasanya mengukur kelayakan kredit, kemampuan pembayaran kembali utang dan berpengaruh pada suku Bunga yang dibebankan pada utang tersebut.

Berikut merupakan beberapa lembaga pemeringkat kredit , yaitu :

  • Fitch Ratings
  • Moody’s
  • Standard n Poor’s
  • Capital IQ
  • Pemeringkat Efek Indonesia

Saya akan mencoba mengulas sedikit kategori dari tiga lembaga pemeringkat kredit, yaitu Fitch Rating, Moody’s, dan Standard n Poor’s.

A. FITCH RATING

Fitch’s memberikan peringkat kepada perusahaan berdasarkan skala mulai dari “AAA” hingga “D”, skala ini pertama kalinya dipergunakan pada tahun 1924 yang kemudian digunakan pula oleh S&P. Moody’s also uses a similar scale, but names the categories differently. Like S&P, Fitch also uses intermediate modifiers for each category between AA and CCC (i.e., AA+, AA, AA-, A+, A, A-, BBB+, BBB, BBB- etc.).

Peringkat Investasi

  • AAA : perusahaan berkwalitas terbaik, layak dan stabil
  • AA : perusahaan berkwalitas,sedikit lebih beresiko dibanding AAA
  • A : situasi ekonomi dapat berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan
  • BBB : Perusahaan kelas menengah, dimana saat ini dalam kondisi memuaskan

Peringkat Non-Investasi (dikenal juga sebagai junk bonds)

  • BB : kecenderungan mengalami perubahan dalam situasi ekonomi
  • B : diperhatikan adanya variasi situasi keuangan
  • CCC : saat ini goyah dan tergantung pada kondisi ekonomi yang menguntungkan agar dapat memenuhi kewajibannya
  • CC : sangat goyah, obligasi yang sangat spekulatif
  • C : sangat goyah sekali, kemungkinan pailit atau menunggak pembayaran tetapi tetap melanjutkan pembayaran obligasinya
  • D : gagal bayar dalam kewajibannya dan S&P meyakini bahwa akan terjadi gagal bayar atas sebagian besar atau seluruh kewajibannya
  • NR : tidak diberikan peringkat

B. MOODY’S

Peringkat investasi

  • Aaa : obligasi berperingkat Aaa merupakan obligasi berkwalitas “terbaik” dengan risiko yang “amat kecil”.
  • Aa1, Aa2, Aa3 : obligasi berperingkat Aa adalah obligasi berkwalitas “baik” dengan risiko yang “kecil”.
  • A1, A2, A3 : obligasi berperingkat A adalah obligasi peringkat menegah atas dengan risiko yang “kecil”.
  • Baa1, Baa2, Baa3 obligasi berperingkat Baa merupakan obligasi dengan risiko moderat dan oleh karenanya memiliki karakteristik spekulatif.
Peringkat spekulatif
  • Ba1, Ba2, Ba3 : obligasi berperingkat Ba merupakan obligasi dengan elemen spekulatif dan dapat berisiko.
  • B1, B2, B3 : obligasi berperingkat B adalah obligasi yang dianggap spekulatif dan dapat berisiko tinggi
  • Caa1, Caa2, Caa3 : obligasi berperingkat Caa merupakan obligasi yang “tidak kokoh” dan memiliki risiko yang amat tinggi.
  • Ca : obligasi berperingkat Ca adalah obligasi dengan tingkat spekulatif yang tinggi dan kemungkinan atau amat mungkin sekali terjadi gagal bayar namun masih ada harapan atas pengembalian bunga dan pokok hutang.
  • C : obligasi berperingkat C adalah obligasi dengan peringkat terendah dan biasanya gagal bayar dengan kecil kemungkinannya atas pengembalian pokok hutang maupun bunganya.
Khusus
  • WR : Withdrawn Rating atau menarik kembali peringkat yang diberikan.
  • NR : Not Rated atau tidak diperingkat.
  • P : Provisional atau peringkat sementara.

C. STANDARD N POOR’S

S&P memberikan peringkat kepada perusahaan berdasarkan skala dari AAA hingga D. Peringkat tengah terdapat pada setiap tingkat di antara AA dan CCC (misalnya :BBB+, BBB and BBB-). Untuk beberapa perusahaan, S&P dapat juga mengeluarkan petunjuk yang disebut “credit watch” (kredit yang harus diawasi) yaitu kredit yang dapat saja berubah peringkatnya menjadi naik (positif) ataupun turun (negatif) ataupun tetap (netral).

Peringkat investasi

  • AAA : perusahaan berkualitas terbaik, layak dan stabil
  • AA : perusahaan berkualitas,sedikit lebih berisiko dibanding AAA
  • A : situasi ekonomi dapat berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan
  • BBB : Perusahaan kelas menengah, di mana saat ini dalam kondisi memuaskan.

Peringkat Non-Investasi (dikenal juga sebagai junk bonds)

  • BB : kecenderungan mengalami perubahan dalam situasi ekonomi
  • B : diperhatikan adanya variasi situasi keuangan
  • CCC : saat ini goyah dan tergantung pada kondisi ekonomi yang menguntungkan agar dapat memenuhi kewajibannya.
  • CC : sangat goyah, obligasi yang sangat spekulatif
  • C : sangat goyah sekali, kemungkinan pailit atau menunggak pembayaran tetapi tetap melanjutkan pembayaran obligasinya
  • CI : gagal bayar pada kewajiban pembayaran bunga yang lalu
  • R : berada di bawah pengawasan yang berwenang sehubunhgan dengan kondisi keuangannya.
  • SD : beberapa kewajibannya mengalami gagal bayar.
  • D : gagal bayar dalam kewajibannya dan S&P meyakini bahwa akan terjadi gagal bayar atas sebagian besar atau seluruh kewajibannya
  • NR : tidak diberikan peringkat

 

MANFAAT PEMERINGKAT KREDIT

Peringkat kredit ini digunakan antara lain bagi :

  • investor: dengan adanya lembaga pemeringkat kredit ini maka akan memperluas pilihan investasi dan menjamin kemandirian, mudah untuk menggunakan ukuran risiko kredit secara relatif, menurunkan biaya baik bagi kreditur maupun debitur, juga meningkatkan total sediaan serta membuka pasar modal bagi para debitur kecil seperti pemerintah negara kecil, perusahaan baru, rumah sakit dan universitas.
  • Penerbit obligasi mempercayai peringkat kredit tersebut sebagai suatu verifikasi independen terhadap kelayakan kredit / utang mereka. Dalam beberapa kasus, untuk suksesnya suatu penerbitan obligasi maka paling tidak harus memiliki sekurangnya 1 peringkat dari lembaga pemeringkat kredit yang diakui, dimana tanpa adanya peringkat ini maka minat investor terhadap obligasi ini akan rendah. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Asosiasi Pasar Obligasi maka saat ini banyak investor institusi yang mensyaratkan obligasi tersebut mendapatkan sekurangnya 3 pemeringkatan kredit.
  • Pialang dan bank investasi : menggunakan pemeringkatan ini untuk menghitung risiko portofolio mereka . Bank dan pialang yang besar membuat sendiri perhitungan risiko namun tetap mempercayai peringkat yang dibuat oleh lembaga pemeringkat kredit ini sebagai suatu “pemeriksaan” dan sebagai “pembanding kedua” ataupun ketiga terhadap analisis mereka.
  • Regulator pemerintah : menggunakan pemeringkatan ini untuk kepentingan pengaturan dan pengawasan bursa. Sebagai contoh misalnya, berdasarkan ketentuan perjanjian Basel II dari Basel Committee on Banking Supervision, badan pengawas perbankan dapat mengizinkan bank untuk menggunakan beberapa lembaga pemeringkat kredit yang disetujui ataupun lembaga penilaian kredit external dlam melakukan perhitungan cadangan kebutuhan modal bersih .

 

Sumber : Wikipedia

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s