Posts Tagged ‘Destinasi Wisata Kabupaten Berau’

Talisayan merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Talisayan berada di dekat laut dimana umumnya masyarakat sekitar berprofesi sebagai nelayan. Talisayan mulai banyak dilirik wisatawan karena kemunculan Hiu Paus (Whale Shark) di daerah tersebut. Berdasarkan penelitian gabungan yang dilakukan oleh BPSPL Pontianak bersama dengan DKP Berau, Universitas Mulawarman, dan WWF Indonesia pada tanggal 16-19 September 2014 berhasil mengidentifikasi 10 ekor hiu paus dengan komposisi 9 ekor jantan dan 1 ekor betina yang berukuran 2 sampai 7 meter (http://www.wwf.or.id/?35383/10-Ekor-Individu-Baru-Hiu-Paus-Diidentifikasi-di-Perairan-Talisayan). Di Indonesia, hiu paus ditemui di perairan Sabang, Kalimantan Barat, Berau, Situbondo, Probolinggo, Bali, Nusa Tenggara, Alor, Flores, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

Pelabuhan Nelayan Ds Talisayan

Pelabuhan Nelayan di Talisayan

 

Pada tanggal 11 Agustus 2015, berbekal informasi yang didapat, saya mengikuti trip bersama kolega perusahaan dengan itenary ke talisayan dan biduk-biduk. Kami berangkat dari Tanjung Redeb, ibukota kabupaten berau, pada pukul 02.00 wita dengan sewa kendaraan beserta pengemudinya. Rombongan sengaja berangkat pada jam tersebut dengan tujuan dapat tiba di talisayan bersamaan dengan para nelayan yang akan melaut mencari ikan.

Pukul 05.45 wita, rombongan pun tiba di pelabuhan talisayan. Setelah sampai, rombongan segera mencari kapal nelayan yang bersedia mengantarkan ke lokasi pencarian hiu paus. Beruntung sekali kami diperkenalkan dengan Bapak Iwan oleh pengemudi mobil yang kami sewa. Pak Iwan membantu kami untuk mendapatkan kapal yang dapat disewa. Sebagai informasi, biaya sewa kapal berkisar Rp500.000 – Rp700.000. Silahkan anda bernegosiasi dengan pemilik kapal.

Berangkat Mencari Hiu Paus (Whale Shark) di Talisayan

Menerjang Lautan Bersama Kapal Nelayan Yang Disewa Untuk Mencari Hiu Paus

Matahari pun telah menyingsing tinggi di langit, ketakutan kami adalah kami tidak dapat melihat hiu paus. Setelah hampir 1jam berkeliling mendekati perahu jukung besar satu per satu, sang juru mudi kapal pun menginformasikan penampakan hiu paus.

Terlihat Sirip Hiu Paus di Ds Talisayan

Tampak Sirip Hiu Paus di Perairan

Juru mudi kapal pun mulai memberhentikan kapalnya di dekat kapal jukung besar. Hiu paus sering menampakkan dirinya di dekat kapal jukung besar karena ikan besar ini mencari makan dimana para nelayan jukung besar sering membuang ikan-ikan kecil yang telah disortir dan menjadi santapan hiu paus.

Perasaan tegang, takut namun penasaran pun melingkupi diri sesaat kapal berhenti. Ada ketakutan bila terkena kibasan ekor hiu paus tersebut atau ketakuan diterkam oleh ikan besar ini. Nelayan jukung besar pun meyakini kami bahwa hiu paus itu tidaklah berbahaya, dan aman saja bila berenang bersama ikan besar ini. Bahkan pernah ada rombongan yang berenang memegang sirip hiu paus tersebut.

DSCN7489

Hiu paus di Talisayan

Kami pun mulai turun ke dalam air dan memulai pengalaman berkesan dengan berenang bersama hiu paus. Perasaan tegang dan takut masih saja hinggap sesaat memegang hiu paus tersebut atau saat ikan besar ini mendekat dan menyentuh bagian tubuh kami dengan tubuh licinnya. Perasaan takut juga hinggap dengan pemikiran bila terkena kibasan ekor hiu paus ini. Perasaan tersebut pun perlahan-lahan lenyap dan kami pun sangat menikmati perjumpaan dengan hiu paus, pengalaman yang tak terlupakan dan sangat berkesan.

Memegang Sirip Hiu Paus (Whale Shark) di Ds Talisayan

Ketenaran hiu paus di talisayan, tidak hanya terdengar oleh wisatawan domestik yang biasanya berasal dari samarinda, bontang, sangata, atau jakarta saja, namun pernah ada juga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke talisayan untuk melihat hiu paus.

collage_20150811194552391

Matahari pun sudah semakin tinggi di langit dan kami pun menyudahi petualangan kami bersama hiu paus dengan rekomendasi sang nelayan kapal karena ditakutkan surutnya air yang dapat menyebabkan kapal tidak dapat bersandar di pelabuhan. Kami pun segera kembali ke pelabuhan nelayan. Setibanya di pelabuhan, banyak sekali nelayan yang membawa hasil tangkapan lautnya, mulai dari ikan pari, kepiting, sampai ikan tongkol dan sejenisnya.

Sebagai informasi, hiu paus di talisayan hanya akan muncul saat bulan terang dan direkomendasikan untuk berkunjung tidak pada musim hujan dan gelombang tinggi. Waktu yang pas melihat hiu paus adalah pukul 05.00-07.00. Setelah jam tersebut, akan kesulitan menemukan hiu paus di talisayan.

PERKIRAAN BUDGET

  1. Biaya sewa mobil innova+bensin+supir : Rp 1.800.000 / hari. Bila menggunakan avanza akan lebih murah
  2. Estimasi sewa mobil bila dibawa sendiri tanpa bensin: Rp 1jt -Rp 1,2jt/hari
  3. Sewa kapal nelayan di talisayan : Rp 500.000-Rp 700.000
  4. Bila anda menggunakan travel, tj redeb-talisayan: Rp 150.000/1xperjalanan.

 

Advertisements

Biduk-biduk! Nama daerah yang unik saat terdengar. Biduk memiliki makna perahu sehingga biduk-biduk adalah perahu-perahu. Berdasarkan informasi yang didapatkan, dulu banyak perahu yang melintasi daerah ini, sehingga akhirnya daerah ini disebut biduk-biduk.

Biduk-biduk merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kemilau biduk-biduk sudah mulai banyak dilirik wisatawan untuk menikmati keindahan alamnya, termasuk saya sendiri. Pada mulanya yang saya ketahui hanyalah danau labuan cermin yang memukau, namun ternyata ada beberapa spot lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Biduk-biduk memiliki destinasi wisata berupa danau labuan cermin (danau dua rasa), teluk sulaiman (snorkling di pulau kaniungan besar dan kaniungan kecil), dan teluk sumbang (menikmati air terjun).

Going to Biduk-Biduk…

Pada bulan Oktober 2014, memanfaatkan libur hari raya Idul Adha, saya mengikuti ajakan teman untuk melihat biduk-biduk dari dekat. Setelah mencari makan malam berupa nasi+lalapan ayam di tenda makan pinggir jalan dekat pasar sanggam adji dilayas dan menjemput sepasang anggota rombongan lainnya, rombongan yang total berjumlah 8 orang berangkat dari tanjung redeb, ibukota kabupaten berau, menuju kecamatan biduk-biduk sekitar pukul 21.30 WITA.

Perjalanan dari tanjung redeb menuju biduk-biduk adalah sekitar 6-8 jam. Dengan mobil sewaan, rombongan memulai perjalanan dengan rute tanjung redeb – sambaliung – suaran – tabalar – biantan – talisayan – batu putih – biduk-biduk. Selama perjalanan, anda akan berjalan dibawah jembatan dimana jalan di atas jembatan merupakan jalan hauling PT. Berau Coal, melewati hutan kalimantan, dan melintasi area perkebunan sawit yang cukup panjang.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 04.00 WITA, mobil pun ditepikan di dekat masjid di area desa labuan kelambu, kecamatan biduk-biduk. Karena konsep perjalanan kali ini adalah one-day-trip, rombongan tidak melakukan check in di penginapan melihat waktu kedatangan subuh. Sebagian ada yang tidur di selasar masjid, sebagian lagi ada yang tidur dalam mobil. Sekitar pukul 06.45, kami menuju rumah salah satu kolega kerja yang sedang cuti setelah melakukan hubungan telepon untuk meminta bantuan mencarikan perahu yang dapat digunakan menyebrang dari teluk sulaiman. Hari ini adalah hari raya Idul Adha, setelah sampai di rumah kolega, sebagian orang dari rombongan melakukan shalat
id di masjid terdekat.

Selesai sebagian rombongan menunaikan ibadah shalat id, pembicaraan mengenai pencarian kapal pun dimulai. Beruntung sekali, kolega tersebut sangat bersedia menjadikan rumahnya sebagai “base camp” kami dan juga bersedia mencarikan perahu untuk menyebrang dari teluk sulaiman. Setelah pembicaraan dilakukan, kami sepakat untuk pergi ke danau labuan cermin terlebih dahulu sambil menunggu kabar perahu yang akan mengantarkan kami ke teluk sulaiman.

Danau Labuan Cermin hanya sejengkal lagi

Welcome to Labuan Cermin

Dermaga di Labuan Cermin

Kapal yang digunakan menuju Labuan Cermin

Di labuan cermin terdapat tempat penyewaan alat snorkling dan life jacket. Sangat disayangkan harga sewa yang ditawarkan saat kami ke sana sangat berbeda dari informasi yang telah kami dapatkan sebelumnya. Harga sewa alat snorkling (hanya kacamata dan alat bantu pernafasan) sebesar Rp50ribu bila digunakan hanya di labuan cermin dan Rp100ribu bila digunakan diluar labuan cermin. Life jacket disewakan dengan harga Rp15ribu bila digunakan di labuan cermin dan Rp30ribu bila digunakan di luar labuan cermin. Sangat berbeda dari informasi sebelumnya yang didapatkan sebelumnya dimana harga sewa alat snorkling lengkap hanya Rp20-35 ribu. Harga sewa ini sangat jauh lebih mahal dibanding harga sewa alat snorkling lengkap (kacamata, alat bantu pernafasan, dan fin) di kepulauan derawan, dimana hanya disewakan seharga Rp 50ribu/hari. Saya tidak mengetahui apakah dikarenakan “aji mumpung” di hari raya idul adha sehingga harga naik. Padahal harga sewa alat snorkling di kepulauan derawan adalah harga saat hari raya Idul Fitri.

Toko Sewa Alat Snorkling

Di dermaga labuan cermin, rombongan harus kecewa karena perahu yang akan mengantarkan ke danau labuan cermin baru akan dibuka pukul 12.00. Setelah menunggu satu jam, rombongan pun memutuskan untuk balik ke base camp, menanyakan kembali mengenai perahu yang akan mengantarkan ke teluk sulaiman.

Jamuan santap siang mantab

Jamuan makan siang mantab

Di base camp, kami disuguhkan oleh hidangan masakan laut oleh sang tuan rumah. Ikan merah bakar, ikan merah goreng, dan ikan kerapu dengan sambal belimbing menjadi menu santap siang untuk mengisi perut yang kosong. Sungguh jamuan makan yang sangat nikmat, menghilangkan sejenak kekecewaan sebelumnya karena tidak bisa menyebrang ke labuan cermin.

Kemilau Teluk Sulaiman

Ragu-ragu, balik arah

Puas dengan menu makan siang dan istirahat sebentar, kami pun diantar ke dermaga di teluk sulaiman. Di dermaga, kami ada plang yang sangat menarik di pos penjagaan TNI AL. “Ragu-Ragu Kembali”. Melihat plang yang ada, membuat senyum pun melebar. Setelah menunggu sekitar 15 menit di dermaga, kami pun mendapatkan perahu yang mengantarkan kami menyebrang di teluk sulaiman menuju pulau kaniungan besar setelah melakukan negosiasi harga sewa perahu. Kami menawar Rp 400 ribu untuk sewa perahu tersebut.

Pulau kaniungan

Perjalanan menuju pulau kaniungan besar memakan waktu sekitar 30-45 menit. Sesampainya di kaniungan besar, kami mulai mencari spot snorkling dan mengitari pulau. Karena tidak menemukan spot yang cukup menarik, kami pindah spot. Di spot baru yang ditawarkan, cukup menarik walau tidak seindah di kepulauan derawan.

Bawah Laut Teluk Sulaiman

Bawah laut kaniunganDari Teluk Sulaiman, kami pun kembali ke base camp untuk pamitan dengan tuan rumah dan kembali menuju danau labuan cermin. Sayangnya sesampainya disana, pengelola tidak bersedia mengantarkan rombongan menyebrang ke danau labuan cermin karena perahu terakhir berangkat pukul 16.00. Kami sampai sekitar pukul 16.45. Negosiasi yang dilakukan pun tidak membuahkan hasil. Kekecewaan pun kembali terasa. Untuk menghilangkan kekecewaan yang ada, rombongan pun berfoto ria di dermaga.

Foto Bersama di Dermaga Labuan Cermin

Sangat disayangkan rombongan tidak dapat menyebrang ke danau labuan cermin. Dari foto yang ditunjukkan oleh teman yang sudah pernah ke danau labuan cermin, pemandangan didalam sangatlah memukau. Air yang berwarna hijau sangatlah jernih, bahkan di siang hari, anda seolah bisa bercermin saat memandang ke air danau. Dari informasi yang didapat, bila ingin melihat ikan, pengunjung harus mendekati pompa PDAM yang ada.

Labuan CerminArea dalam Labuan Cermin

Foto oleh Alvin

Rombongan pun sempat melihat aksi anak-anak yang sedang bermain di dermaga labuan cermin. Anak-anak yang sangat hebat dan berani bergelantungan di tali penambat kapal dan melompat dari atas kapal nelayan yang sedang berlabuh, menjadi suguhan yang sangat menarik untuk diabadikan.

Kegembiraan anak-anak di Labuan Cermin Foto oleh Heni

Waktu pun sudah mulai malam, kami pun mandi dan santap malam di warung hijau dekat dermaga labuan cermin. Kembali menu ikan menjadi pilihan santap malam yang ada. Puas makan malam, rombongan harus segera bergegas kembali ke tanjung redeb karena esok pagi harus kembali bekerja.

Teluk Sumbang

Sebagai tambahan, sebenarnya biduk-biduk memiliki destinasi lain, selain labuan cermin dan teluk sulaiman, yaitu air terjun yang berada di teluk sumbang. Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami juga tidak dapat berkunjung ke teluk sumbang. Pemandangan air terjun di teluk sumbang sangat bagus, seperti foto yang ditunjukkan oleh teman.

Air terjun teluk sumbang

Berharap di lain kesempatan dapat kembali berkunjung ke biduk-biduk untuk menikmati lebih lama keindahan dan keramahan masyarakat sekitar. Selamat menikmati kemilau biduk-biduk bagi anda yang telah merencanakan berwisata kesini. Selamat berwisata!

Berau adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi kalimantan timur. Kabupaten Berau, memiliki luas sekitar 34.127 km2 dengan jumlah penduduk hanya 179.079 jiwa, beribukota di Tanjung Redeb. Saat kita mendengar Kabupaten Berau, yang terlintas di benak kita untuk daerah tujuan wisata, pastinya adalah Kepulauan Derawan (terdiri atas pulau derawan, pulau maratua, pulau sangalaki, dan pulau kakaban). Sesungguhnya, ada destinasi wisata lainnya yang patut dikunjungi saat anda berada di Berau. Kecamatan Biduk-Biduk adalah destinasi wisata lainnya yang patut dikunjungi.

Cara Menuju Kecamatan Biduk-Biduk

Bila anda dari luar Kabupaten Berau, anda dapat mengambil jalur udara menuju Bandara Kalimarau yang berada di Tanjung Redeb. Banyak maskapai yang bisa menjadi pilihan anda untuk sampai ke ibukota Kabupaten Berau ini. Mulai dari Wings Air, Kalstar, Sriwijaya, hingga Garuda Indonesia dengan pesawat jenis Bombardier-nya. Bila anda dari luar provinsi Kalimantan Timur, anda akan melakukan transit terlebih dahulu di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (dulu biasa disebut Bandara Sepinggan) yang berada di kota Balikpapan. Bagi anda yang berasal dari Jakarta, harga tiket yang ditawarkan bervariasi dengan berkisar antara 1,2juta – 2 juta, tergantung peak season dan maskapai yang anda pilih.

Bila anda memiliki waktu lebih luang dan ingin mengirit ongkos perjalanan, dari Balikpapan, anda bisa melalui perjalanan darat dengan menggunakan jasa travel menuju Tanjung Redeb. Biaya travel menuju Tanjung Redeb sekitar 350-400 ribu dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 15-18 jam.

Jarak antara Kecamatan Biduk-Biduk dengan Ibukota Tanjung Redeb adalah sekitar 250km dan bisa ditempuh melalui perjalanan darat dengan waktu tempuh sekitar 6-8 jam. Dari Tanjung Redeb, anda bisa melalui jalur Sambaliung – Suaran – Tabalar – Biantan – Talisayan – Batu Putih – Biduk-biduk. Kondisi jalan menuju Biduk-Biduk sendiri tergolong cukup mulus dengan kontur perbukitan dan sedikit meliuk-liuk. Namun tidak semuanya mulus karena di beberapa titik, jalan berlubang sehingga tidak memungkinkan melaju dengan cepat. Sepanjang perjalanan, anda akan melewati hutan kalimantan dan area tanaman sawit yang sangat luas, dan bahkan melewati underpass dimana jalan bagian atasnya merupakan jalan hauling PT. Berau Coal. Biaya travel dari Tanjung Redeb – Biduk-biduk sekitar Rp 130-150 ribu.

Destinasi Wisata di Biduk-Biduk

Di Biduk-biduk, ada beberapa tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berikut merupakan sedikit ulasan dari destinasi wisata yang ada.

1. Labuan Cermin

Labuan Cermin merupakan suatu danau dua rasa yang terletak di Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Di danau Labuan Cermin, air tawar berada hanya sampai kedalaman 2 meter dari permukaan, sedangkan selebihnya merupakan air asin. Air di Labuan Cermin sendiri sangat jernih, bagaikan cermin, dengan dominasi warna hijau. Untuk sampai ke danau Labuan Cermin, dari dermaga penyebrangan, dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10-15 menit dengan biaya sewa sekitar 20.000/orang atau 100.000/kapal.

Labuan Cermin

2. Teluk Sulaiman (Snorkling di Pulau Kaniungan Besar – Kaniungan Kecil)

Keindahan bawah laut kaniungan besar dan kaniungan kecil mungkin tidak sebaik dengan gugusan pulau derawan, namun tetap saja, pulau kaniungan besar dan pulau kaniungan kecil memiliki nuansa indah tersendiri yang patut dikunjungi. Air yang sangat jernih dengan terumbu karang yang menawan merupakan suguhan yang memanjakan mata yang memandang.

P1010761

Foto oleh Didin

3. Air Terjun di Teluk Sumbang

Dari pinggir teluk sumbang menuju air terjun hanya memakan waktu 15 menit dengan berjalan kaki. Pemandangan air terjun yang ditawarkan sangat mempesona. Jangan sampai anda lewatkan menikmati keindahan air terjun yang menawan ini.

??????????

 

Foto oleh Alvin

Jadi, jangan lupa untuk mengunjungi Biduk-biduk untuk merasakan sensasi danau dua rasa (red: Labuan Cermin) sampai pemandangan air terjun yang menawan. Selamat berlibur!

Gerbang Masuk Pulau MaratuaMaratua merupakan salah satu dari 31 pulau dari Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Maratua berada di Laut Sulawesi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Pulau yang memiliki luas sekitar 384 km2 ini, merupakan pulau berpenghuni seperti halnya pulau derawan. Berdasarkan informasi yang diterima, ada sekitar 3168 jiwa yang menghuni pulau eksotis ini. Pulau Maratua dibagi menjadi empat kampung, yaitu Kampung Tanjung Harapan, Teluk Alulu, Bohesilian, dan Payung-payung. Pulau Maratua memiliki dua objek atraksi yaitu atraksi wisata daratan dan atraksi wisata perairan. Untuk atraksi wisata daratan, anda dapat mengunjungi gua-gua (sambat, tangkapa, angkal-angkal, dll), hutan bakau (teluk pea, teluk alulu, dll), batu payung, dan berbagai spot pantai yang menarik. Atraksi wisata perairan terdiri dari spot terumbu karang (boat jetty, lumantang, light house, dll), spot berbagai ikan besar dan kecil (big fish country, leo’s point, second channel, dll), spot penyu (turtle parade,turtle point), spot manta, dan berbagai spot lainnya.

Spot Wisata Pulau Maratua dan Pulau Kakaban

Bibir Pantai Pulau MaratuaPulau Maratua adalah pulau terakhir yang dikunjungi rombongan di Kepulauan Derawan. Setelah sampai di dermaga Maratua, rombongan dengan siaga menaruh seluruh barang bawaan terlebih dahulu di homestay tempat menginap. Untuk tinggal di homestay, anda cukup mengeluarkan Rp150rb-Rp200rb/malam. Biaya yang tentunya cukup terjangkau. Spot selanjutnya adalah menikmati Maratua Paradise Resort. Untuk mencapai spot tersebut, rombongan harus menyewa motor dan menyusuri jalan di pulau maratua yang tidak lebar, hanya sekitar 3m, selama kurang lebih 15 menit.

Maratua Paradise ResortMaratua Paradise Resort merupakan resort yang dimiliki oleh warga negara berkebangsaan Malaysia. Resort ini memiliki dua jenis tempat untuk menginap yaitu water villa dan beach villa. Tarif per orang untuk dapat menginap di water villa adalah Rp 770.000/malam dan beach villa adalah Rp 605.000/malam. Tarif sewa tersebut sudah termasuk dengan makan tiga kali. Resort yang sangat menawan tentunya sesuai dengan tarif per malam yang menguras kantong. Namun bagi anda yang tidak memiliki masalah dengan hal tersebut, Maratua Paradise Resort merupakan tempat terbaik untuk menginap di Pulau Maratua. Namun bagi anda yang ingin backpacker dan lebih dekat dengan masyarakat lokal, silahkan menginap di homestay yang tarifnya lebih hemat di kantong.

Sunset Pulau Maratua           Sunset di Pulau Maratua

Sunset di Pulau MaratuaSang surya pun mulai terbenam. Menikmati sunset di Maratua Paradise Resort merupakan pemandangan yang begitu luar biasa indahnya. Resort yang berada diatas perairan pulau maratua tampak begitu indah dengan background tenggelamnya sang surya. Tenggelamnya sang surya membuat rombongan untuk segera kembali ke tempat menginap, membersihkan diri dan menyantap makan malam yang telah disediakan oleh sang tuan rumah. Malam pun dihabiskan di Maratua. Sebagian orang ada yang langsung tidur, sebagian orang lagi ada yang lari ke dermaga untuk mencari sinyal telekomunikasi. Tidak seperti di Derawan, sinyal telekomunikasi di sebagian wilayah Pulau Maratua tidaklah bagus karena jangkauan pemancar tidak menyeluruh pulau maratua.

 

Dermaga Pulau Maratua   Mengejar Penyu

Penyu di Samping Dermaga MaratuaPukul 06.00, saya dibangunkan oleh kawan untuk pergi menikmati pagi hari di dermaga. Sayang sang fajar sudah menyingsing. Namun menikmati pagi hari di dermaga mengobati hal tersebut. Dari dermaga, air laut yang sangat jernih membuat penyu di sekitar dermaga terlihat sangat jelas. Beberapa orang kawan berusaha untuk dapat menangkap penyu tersebut untuk dapat difoto, namun tak berhasil karena penyu-penyu tersebut sangat lihai, menjauh saat didekati. Sang surya pun semakin naik ke atas menerangi angkasa, kerumunan orang baik warga lokal dan wisatawan semakin banyak datang ke dermaga untuk menikmati keindahan yang ditawarkan.

Gerbang Masuk Pulau Maratua

Waktu pun menunjukkan pukul 08.00, kami harus segera kembali ke homestay untuk segera packing karena rombongan akan dijemput satu jam lagi oleh kapal motor yang mengantarkan rombongan selama berada di Kepulauan Derawan. Perjalanan ini pun harus segera berakhir seiring libur lebaran telah usai dan sebagian orang dalam rombongan ada yang sudah harus masuk bekerja shift malam. Liburan yang singkat namun sangat berkesan. Menikmati keindahan Kepulauan Derawan yang menawan. Semoga kelak di kemudian hari dapat kembali lagi kesini.

Kakaban merupakan salah satu pulau yang termasuk ke dalam kepulauan derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kakaban memiliki luas sekitar 774.2 Ha. Kakaban terkenal sampai ke mancanegara karena danau seluas 5km2 menjadi habitat Stingless Jellyfish (ubur-ubur). Stingless Jellyfish, dengan ekosistem dan karakteristik yang sama, hanya dapat ditemukan di dua tempat di dunia, yaitu Danau Kakaban dan Pulau Palau, Kepulauan Micronesia.

Asal Mula Terbentuknya Danau Kakaban

Mangrove Pulau KakabanBerdasarkan informasi yang didapatkan, danau kakaban sebelumnya merupakan laguna dari sebuah atol berupa karang lebih dari 2juta tahun yang lalu dumana pada jaman itu terjadi proses pengangkatan selama beberapa ribu tahun yang membuat terumbu karang disekelilingnya naik di atas permukaan laut. Air laut pun terperangkap di dalam pematang dengan ketnggian 50 m. (Disadur dari Terangi – Yayasan Terumbu Karang Indonesia). Batuan karang yang keras dan tebal menyebabkan air tersebut tidak dapat keluar dan membentuk danau kakaban. Hujan yang berlangsung selama ribuan tahun tertampung di danau dan menyebabkan danau kakaban yang mulanya asin menjadi payau. Danau kakaban sendiri dikelilingi oleh berbagai pohon bakau yang sangat asri.

Jalan Menuju Dermaga Pulau KakabanKemahsyuran danau ubur-ubur yang berada di Pulau Kakaban menarik perhatian banyak peneliti dan wisatawan termasuk rombongan trip yang saya ikuti. Ya, rombongan pun melanjutkan perjalanannya ke Pulau Kakaban setelah puas melihat tukik dan keindahan bawah laut Pulau Sangalaki. Pulau Kakaban sendiri termasuk kedalam kampung payung-payung, seperti dengan Pulau Maratua. Mendekati Pulau Kakaban, sang juru mudi kapal motor meminta rombongan untuk berjalan kaki menuju dermaga karea surutnya air laut tidak memungkinkan kapal motor yang ditumpangi bersandar langsung di dermaga. Rombongan pun harus turun dan berjalan kaki melintasi batuan karang untuk menuju ke dermaga.

Gerbang Pulau Kakaban

Tiket Masuk Pulau KakabanSesampainya di Dermaga, terpampang gerbang pintu masuk Pulau Kakaban dengan loket tiket masuk berada di sebelah kiri. Untuk memasuki kawasan Pulau Kakaban, setiap pengunjung domestik dikenakan biaya Rp 20.000 / org, harga tiket masuk ini mengalami kenaikan per tanggal efektif 01 April 2014 sesuai dengan surat pengumuman kepala kampung payung-payung bulan Februari 2014. Harga tiket yang tergolong murah untuk menikmati keindahan danau kakaban.

Setiap tempat wisata memiliki peraturan dan tata tertib yang berlaku. Begitu pula dengan tata tertib di Pulau Kakaban. Setiap wisatawan yang datang dipinta untuk mematuhi konsep “2U dan 3J” yaitu :
2U
1. Usahakan berenang dahulu di danau baru di laut. Biota-biota laut (plankton, larva hewan, dll) dapat terbawa masuk ke dalam danau dan menjadi pesaing hidup ubur-ubur di habitatnya sendiri
2. Usahakan membawa kembali sampah ke tempat pembuangan sampah di daerah asal
3J
1. Jangan memakai tabir surya saat berkunjung di danau. Bahan-bahan kimia pada tabir surya dapat mencemari perairan danau
2. Jangan membuang sampah di Pulau Kakaban. Sampah hanya akan mencemari keaslian dan keunikan Pulau Kakaban
3. Jangan menangkap atau membawa ubur-ubur keluar dari habitatnya. Habitat asli ubur-ubur Kakaban adalah di Danau Kakaban. Memindahkannya sama dengan mengusir dari rumahnya
Selain peraturan yang terpampang, selama berada di danau kakaban, setiap wisatawan dilarang menggunakan fin (kaki katak) karena ditakutkan akan melukai ubur-ubur danau kakaban.

Jalan Masuk di Pulau KakabanJalan Menuju  Danau Kakaban

Setelah membeli tiket masuk, dengan langkah yang pasti, rombongan pun menyusuri jalan berupa konstruksi jembatan kayu ulin menuju Danau Pulau Kakaban. Konstruksi jembatan kayu ini tergolong kokoh dan aman, namun tetap harus waspada terutama saat musim hujan, karena lantai jembatan basah dan licin. Setelah berjalan kurang lebih 5menit, danau kakaban pun terlihat.

Melihat Lebih Dekat Ubur-Ubur di Danau Kakaban

Danau Ubur-Ubur Pulau KakabanSesampainya di tepi danau, tanpa membuang banyak waktu, setelah meletakkan berbagai barang bawaan ditepi danau, satu per satu dari rombongan menyeburkan diri ke danau kakaban. Pengalaman yang sangat luar biasa dapat melihat ubur-ubur dari dekat, bahkan dapat memegangnya (dengan halus) tanpa harus merasa takut disengat. Tempat yang sangat menakjubkan!
Di danau kakaban sendiri, terdapat empat jenis ubur-ubur, yaitu
1. Aurelia Aurita : berbentuk seperti piring transparan
2. Tripedalia Cystophora : berukuran paling kecil dibandingkan ketiga spesies ubur-ubur dan sulit ditemukan karena ukurannya yang kecil dan jumlahnya yang sedikit
3. Mastigias Papua : banyak terlihat di danau air asin
4. Cassiopeia Ornata : banyak terlihat di dasar danau dalam posisi terbalik dimana tentakelnya diarahkan menghadap sinar matahari supaya alga simbiotik yang berada di tentakelnya dapat berfotosintesis.

Ubur-Ubur Pulau KakabanUbur-Ubur Danau Kakaban

Selama berada di Pulau Kakaban, berbagai dokumentasi pun diabadikan untuk menjadi tanda jejak langkah kaki di pulau yang memiliki danau eksotis ini. Sebagai saran saat melakukan dokumentasi, usahakan melakukan dokumentasi jauh dari tepi danau untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih jernih karena semakin jauh dari tepi danau, air danau lebih jernih sehinggan pandangan lebih jelas.

Keterbatasan waktu kembali menjadi penghambat rombongan untuk berlama-lama menikmati pengalaman luar biasa ini. Pengalaman melihat bahkan memegang ubur-ubur (dengan halus) Pulau Kakaban tak akan terlupakan. Keindahan dan ekosistem Pulau kakaban yang menawan ini patut dijaga dan dilestarikan, terutama oleh setiap wisatawan yang datang. Marilah setiap wisatawan mematuhi tata tertib yang berlaku selama berkunjung di Pulau Kakaban (2U & 3J). Selamat berlibur! Selamat merasakan pengalaman tak terlupakan di danau ubur-ubur Pulau Kakaban

Pulau Sangalaki

Ketentuan di Pulau SangalakiPulau Sangalaki adalah tujuan pertama rombongan setelah semalam menginap di Pulau Derawan. Sangalaki adalah salah satu pulau dari 31 pulau yang termasuk ke dalam Kepulauan Derawan. Pulau Sangalaki memiliki luas sekitar 15.9 Ha dengan bentang pantai yang cenderung datar. Bila anda ingin mengelilingi pulau ini, hanya dibutuhkan waktu 30 menit untuk menikmati jernihnya air laut dengan gradasi warna menawan, pasir pantai berwarna putih dan bergradasi kasar dengan berbagai satwa liar yang terdapat didalamnya seperti biawak, elang bondol, dan berbagai jenis burung. Perlu diingatkan selama kunjungan di Pulau Sangalaki untuk mematuhi beberapa peraturan yang berlaku seperti tidak membuang sampah di pantai dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Sangalaki Manta ParadisePulau Sangalaki tergolong sangat sepi dan tenang, berbeda dengan Pulau Derawan dan Pulau Maratua yang sudah ramai dengan berbagai resort dan tempat penginapan serta pemukiman warga. Namun di area Pulau Sangalaki ini terdapat sebuah resort yang dapat dijadikan tempat menginap. Sangalaki Dive Lodge Resort yang dikelola oleh PT. Sangalaki Manta Paradise memiliki 12 cottage, kafetaria, dan kios cinderamata dimana harga sewa cottage per malam adalah US$ 50 atau sekitar Rp 500.000 / malam. Didalam cottage terdapat dua buah tempat tidur dan kamar mandi dengan view cottage mengarah ke pantai pasir putih khas Pulau Sangalaki.

Pulau Sangalaki, Tempat Konservasi Penyu Hijau
Tukik di Pulau SangalakiPulau Sangalaki terkenal dengan konservasi penyu hijaunya. Berdasarkan informasi yang didapatkan bahwa setiap malam sepanjang tahun, terdapat 10-30 ekor penyu bersarang di Pulau Sangalaki. Pada malam hari, banyak ditemukan penyu yang naik ke darat untuk bertelur. LSM Turtle Foundation mengawasi setiap aktivitas ini dimana para petugas akan memindahkan telur yang letaknya terlalu dekat dengan laut ke tempat penetasan telur penyu semi alami. Sayangnya saat rombongan datang kesana, saat pagi hari sehingga tidak ditemukan aktivitas penyu hijau yang sedang bertelur. Namun hal tersebut sedikit terobati dengan beberapa ekor tukik yang ditempatkan oleh petugas untuk dilihat oleh wisatawan. Dengan sigap, seorang demi seorang dari rombongan memegang dan berfoto bersama anak penyu yang mungil tersebut. Seorang petugas jaga dengan siaga memperhatikan setiap tingkah wisatawan dan memberikan penjelasan mengenai penyu hijau serta menjawab segala pertanyaan yang dilontarkan oleh wisatawan. Ternyata, seekor tukik yang baru menetas itu tidak perlu diberikan makan karena seekor tukik menyimpan cadangan makanan yang berada di perutnya sebelum tukik-tukik tersebut dilepas ke alam bebas. Pelepasan tukik-tukik itu pun sebenarnya cenderung dilakukan pada malam hari dengan tujuan menghindari predator sehingga tukik-tukik tersebut memiliki kesempatan bertahan hidup lebih besar.

Rindangnya Pohon Kelapa Pulau SangalakiAction di Pulau Sangalaki

Surga Bawah Laut Menawan Pulau Sangalaki

Jernihnya Air Pulau SangalakiSnorkling di Pulau Sangalaki

Setelah asik berfoto dengan tukik, rombongan pun diajak ke spot snorkling untuk melihat keindahan bawah laut di sekitar Pulau Sangalaki. Dari atas kapal, perairan laut yang jernih dapat membuat bayang-bayang dasar laut dengan terumbu karangnya tampak terlihat. Snorkling pun dimulai. Sebelum membenamkan diri ke air, tak lupa peralatan snorkling yang telah disewa dikenakan. Banyaknya spesies ikan dan terumbu karang tampak terlihat jelas. Air yang sangat jernih memudahkan penglihatan untuk memandang keindahan bawah laut di depan mata. Sayangnya rombongan tidak menemukan pari manta di spot ini. Hal ini cukup membuat saya kecewa. Namun kekecewaan itu bukanlah hal yang tampak besar karena setidaknya keindahan bawah laut yang terpampang jelas sejauh mata memandang yang tampak begitu luar biasa. Berbekal kamera underwater yang dibawa, dengan semangat membara rombongan mendokumentasikan keindahan bawah laut yang terlihat dan melakukan berbagai gaya untuk menandakan kehadiran kawan-kawan di pulau ini.

Perairan Pulau SangalakiTerumbu Karang Pulau Sangalaki

Terasa waktu sangat singkat disini. Rombongan pun harus kembali naik ke kapal untuk melanjutkan perjalanan menikmati keindahan pulau lainnya yang berada di kawasan Kepulauan Derawan. Berharap dapat kembali berkunjung ke Pulau Sangalaki dan memiliki lebih banyak waktu menikmati keindahan bawah lautnya, melihat berbagai spesies terumbu karang dan ikan, dan tentunya pari manta yang menjadi buah bibir di Pulau Sangalaki ini. Wonderful Indonesia! Cintai Negerimu Sayangi Negerimu

(Sumber : derawanku.blogspot.com)

Pada bulan Juli 2014, bermodal ajakan teman sekerja untuk menghabiskan libur lebaran dengan suasana yang berbeda, saya gabung bersama rombongan yang berjumlah 20 orang menuju Kepulauan Derawan yang terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Jaraknya sangat dekat dengan tempat kerja, hanya membutuhkan waktu sekitar 1-1.5 jam perjalanan darat dari Desa Sambakungan ke Dermaga Tanjung Batu, tempat menyebrang ke Pulau Derawan dan pulau-pulau sekitarnya. Bila anda dari Bandara Kalimarau (Bandara Kabupaten Berau), waktu tempuh menuju Dermaga Tanjung Batu sekitar 2.5-3.5 jam, tergantung laju kendaraan anda. Bila anda ingin mengendarai kendaraan pribadi sendiri, anda harus berhati-hati karena banyak jalan berlubang dan area longsoran di berbagai titik.

Dermaga di Tanjung Batu

(Sumber : beraukab.go.id)

Seatruck Nouri 3Waktu menunjukkan sekitar pukul 17.40 WITA, kami berangkat dari Desa Sambakungan dan sampai di Dermaga Tanjung Batu sekitar pukul 18.45 WITA. Selama perjalanan, pandangan yang disuguhkan adalah tanaman pertanian dan perkebunan (termasuk sawit), hutan tropis kalimantan, dan lahan yang habis dibakar untuk dijadikan area perkebunan sawit. Sesampainya di dermaga, rombongan harus menunggu kapal yang akan menyebrangkan rombongan menuju Pulau Derawan, tempat menginap di hari pertama. Sambil menunggu kapal, mayoritas teman santap malam terlebih dahulu berbekal nasi kotak malam yang telah dibawa. Sekitar pukul 20.00, kapal yang dinanti pun tiba di dermaga. Kapal dengan nama lambung Nouri 3 mengantarkan rombongan dari Dermaga Tanjung Batu menuju Dermaga Pulau Derawan. Perjalanan menuju Pulau Derawan dari Dermaga Tanjung Batu adalah 30-60 menit, tergantung faktor ombak yang mempengaruhi kecepatan kapal dan jenis kapal. Waktu pun menunjukkan pukul 20.40 saat rombongan tiba di Dermaga Pulau Derawan. Dengan estafet dan semangat gotong royong, setiap orang mengambil posisi menurunkan seluruh barang bawaan dari kapal untuk dinaikkan ke Dermaga.

Pintu Gerbang Pulau Derawan

Selanjutnya, kami langsung meluncur ke tempat penginapan. Mandi dan bersih-bersih menjadi hal yang wajib dilakukan untuk membersihkan diri dari keseharian bekerja di hari terakhir puasa yang melelahkan. Sehabis bersih-bersih diri, rombongan pun langsung berpencar dan terbagi menjadi beberapa kelompok untuk menikmati malam di Pulau Derawan. Pulau Derawan sendiri sudah cenderung ramai dengan berbagai penginapan, rumah makan, tempat jual beli souvenir, tempat sewa sepeda dan alat snorkling, dan tentunya perumahan warga dengan segala fasilitas umum dan fasilitas khususnya, layaknya permukiman lainnya. PAUD, lapangan olahraga, masjid, dan puskesmas pembantu adalah sebagian fasum dan fasus yang tampak dalam penglihatan mata saya. Di Pulau Derawan, telah terdapat kantor cabang Bank Kaltim. Jadi anda tidak perlu khawatir bila kehabisan uang, dengan bermodalkan atm bersama, anda bisa menarik uang anda untuk membeli berbagai souvenir dan menikmati berbagai kuliner dalam memenuhi hasrat anda selama berada di kawasan nan eksotis ini. Sebagai informasi, harga penginapan di Pulau Derawan berkisar Rp 150.000 – Rp 600.000 dengan biaya makan rata-rata sekitar Rp 35.000 – Rp 50.000/ porsi. Biaya sewa sepeda adalah Rp 10.000 dan biaya penyewaan alat snorkling adalah Rp 50.000 / hari. Biaya minuman dan snack di Pulau Derawan berkisar 1.2-1.5 kali lipat dari harga barang yang sama di Jakarta dan cenderung lebih mahal dibandingkan harga jual di Samarinda/Balikpapan.

Bank Kaltim KK Pulau Derawan

Tempat Sewa Sepeda di Pulau Derawan

Malam hari yang indah dengan hiasan bintang – bintang memancarkan cahayanya di langit tampak begitu sempurna diiringi oleh gema takbir dan berbagai bunyi petasan, memantapkan langkah saya dan beberapa kawan untuk menjelajahi sepanjang jalan di Pulau Derawan yang banyak diisi oleh berbagai tempat penginapan, toko souvenir, dan tempat rental sepeda. Langkah pun terhenti di salah satu toko souvenir, Angel Collection, yang menjual berbagai macam pernak-pernik. Setelah memilih dan membayar beberapa T-Shirt dan pernak-pernik lainnya, kami pun melanjutkan jalan-jalan malam di Pulau Derawan. Kami pun pergi dan menikmati Derawan Dive Resort (BMI) yang menawan. Waktu pun menunjukkan pukul 00.00, saya dan teman-teman memutuskan kembali ke penginapan untuk merehatkan tubuh untuk aktivitas esok hari yang akan padat.

Souvenir di Pulau DerawanPernak-Pernik Pulau Derawan
Sang surya pun terbit. Sebagian orang berangkat ke masjid yang ada di Pulau Derawan untuk mengikuti Shalat Ied yang diadakan sekitar pukul 07.00. Sebagian orang lainnya lari ke pantai dan dermaga untuk menikmati sang fajar yang menyongsong tinggi di langit. Saya sendiri mencari sarapan pagi dan menemukan nasi kuning dengan lauk ayam dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp 15.000 / porsi. Sehabis sarapan, saya pun persiapan barang untuk check out. Rasanya tidak puas di dalam hati ini karena belum menikmati keindahan bawah laut di Derawan. Namun beberapa jepretan foto cukup memuaskan hati menandakan jejak langkah yang telah diabadikan di Derawan.

Action di Pulau Derawan

Seatruck & Speedboat Pulau DerawanAkhirnya, rombongan pun meninggalkan Pulau Derawan untuk menjelajahi pulau lainnya yang tergabung ke dalam Kepulauan Derawan. Pulau Derawan, pengalaman singkat namun membekas di hati. Ingin rasanya dapat kembali dan memiliki kesempatan menikmati keindahan bawah laut pulau ini. Wonderful Indonesia! Cintai Negerimu Sayangi Negerimu.

Siapa yang tidak mengenal Kepulauan Derawan yang berada di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kesohoran kepulauan nan eksotis ini sudah terdengar sampai mancanegara. Kepulauan Derawan sedikitnya terdiri dari 4 pulau ternama yang sudah banyak dikenal yaitu Pulau Maratua, Pulau Derawan, Pulau Kakaban, dan Pulau Sangalaki selain tentunya pulau-pulau lainnya dimana total pulau yang tergabung kedalam Kepulauan Derawan berjumlah 31 pulau.

How to Get Derawan Archipelago?

Bagi anda yang berada dari jawa atau luar kalimantan timur, untuk mencapai Kepulauan Derawan, anda harus pergi ke Balikpapan atau Samarinda terlebih dahulu. Bila anda terbang dengan berbagai maskapai menuju Balikpapan, anda akan mendarat di Bandar Udara Sepinggan (sekarang disebut Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman) atau bila anda terbang ke Samarinda, anda akan mendarat di Bandar Udara Temindung Samarinda. Waktu tempuh via udara bagi anda yang dari Jakarta (Bandara Soetta) ke Bandara Sepinggan adalah sekitar 2 jam. Dari Balikpapan ataupun Samarinda, terdapat dua opsi untuk mencapai Kabupaten Berau, yaitu via darat dan via udara.

a. Jalur darat menuju Kabupaten Berau

Bagi anda yang ingin mengambil jalur darat, anda dapat mengambil travel menuju Kabupaten Berau (Tanjung Redeb) dari Balikpapan ataupun Samarinda dengan tarif Rp 300.000 – Rp 350.000 per orang. Waktu tempuh perjalanan darat adalah sekitar 12-15 jam. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bahwa, jalur darat untuk mencapai Kabupaten Berau dalam tahap perbaikan badan jalan, dan sudah dalam kondisi lebih baik. Dulu banyak badan jalan yang berlubang dan berlumpur, namun sekarang sudah banyak perubahan sehingga waktu tempuh jadi lebih cepat.

b. Jalur udara menuju Kabupaten Berau

Untuk anda yang memiliki waktu sedikit dan tidak memiliki masalah dengan biaya, silahkan anda memilih jalur udara dengan terbang menggunakan berbagai maskapai penerbangan dari Balikpapan ataupun Samarinda menuju Bandara Kalimarau (Kabupaten Berau). Banyak sekali maskapai yang dapat menjadi pilihan yaitu Wings Air, Kalstar, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dll. Waktu tempuh jalur udara dari Bandara Sepinggan ke Bandara Kalimarau adalah 1 jam. Dari Bandara Kalimarau, anda dapat meneruskan perjalanan dengan travel menuju Tanjung Batu dengan durasi 2.5-3.5 jam. Biaya travel menuju Tanjung Batu adalah sekitar Rp 75.000. Dari Tanjung batu, anda dapat menyeberang ke Kepulauan Derawan dengan speed boat yang dapat berisi 4-5 orang dengan biaya Rp 100.000 sekali jalan  atau Kapal Cepat bila anda rombongan dengan biaya sewa sekitar Rp 3.900.000 untuk bisa mengeliling keempat pulau nan cantik. Kapal cepat ini bisa menampung 20 orang. Waktu tempuh dari Dermaga Tanjung Batu menuju Dermaga Pulau Derawan adalah sekitar 30-45 menit.

Rombongan Dengan Kapal Cepat

Untuk referensi, berikut merupakan perkiraan resume biaya yang dibutuhkan menuju Kepulauan Derawan dan selama anda di Derawan :

– Estimasi tiket pesawat Jakarta – Berau : Rp 1jt – Rp 2jt

– Travel Balikpapan – Tanjung Redeb : Rp 300.000 – Rp 350.000 / orang

– Travel Tanjung Redeb – Dermaga Tanjung Batu : Rp 75.000 / orang

– Sewa Speedboat : Rp 100.000-Rp 150.000 / orang / sekali jalan atau Rp 500.000 / speedboat / sekali jalan yang dapat diisi 4 orang

– Penginapan di Derawan : Rp 100.000 – Rp 600.000 / malam dan homestay sekitar Rp 150.000 / malam

– Sewa alat snorkling : Rp 50.000 / hari

– Biaya makan : Rp 20.000 – Rp 50.000 / porsi. Bila anda makan di rumah warga (tinggal di homestay), biaya makan sekitar Rp 35.000 / porsi

– Sewa Sepeda : Rp 10.000

Gerbang Masuk Pulau Derawan

Tips Backpacker Menuju Kepulauan Derawan

Bila anda ingin pergi ke Kepulauan Derawan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Pergilah di low season, agar anda mendapatkan harga tiket pesawat lebih terjangkau ataupun mencari tiket pesawat yang sedang promo

2. Bila anda memiliki waktu lebih banyak, silahkan pilihlah jalur darat dari Balikpapan atau Samarinda untuk menghemat budget tiket penerbangan

3. Gabung dengan teman-teman atau ikut rombongan agar bisa menyewa speedboat dan penginapan lebih terjangkau

4. Bawalah makanan ransum, roti, dan makanan lainnya bila anda ingin menghemat budget makanan

5. Janganlah lupa membawa sunblock anda dan menggunakannya karena anda berada di Kalimantan yang memiliki temperatur udara lebih panas

6. Jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, dan jangan membunuh apapun selain waktu

7. Pakailah alat snorkling yang memadai untuk memudahkan pergerakan anda dan jangan menggunakan fin saat anda berada di danau ubur-ubur Pulau Kakaban

8. Tidak perlu kuatir bila anda kekurangan uang, karena sekarang di Pulau Derawan terdapat Bank Kaltim. Namun akan lebih baik bila anda membawa uang sebelum berangkat ke Derawan untuk menghindari tutupnya bank dan habisnya uang di atm bank kaltim

9. Bagi yang rombongan, bawalah kabel roll dan sejenisnya untuk memastikan setiap gadget anda kebagian untuk charging

10. Bawalah peralatan dan perlengkapan mandi dan obat-obatan pribadi yang dibutuhkan

 

Selamat menikmati salah satu surga alam yang begitu indah. Wonderful Indonesia! Cintai Negerimu, Sayangi Negerimu